facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi


Aku melihat dia menghampiriku. Seperti biasa, dia duduk di bangku yang berada di bawahku.

Dikeluarkannya pisau lipat dari kantong baju hangatnya. Hawa dingin yang menusuk tulang pada pagi hari, tidak membuatnya enggan untuk menghampiriku.

Sampai tadi malam yang ditunggunya tidak datang juga. Dan sayatan pisau yang dia buat pada tubuhku pagi ini, menandakan jumlah minggu. Jumlah yang mungkin sudah lebih dari 260 minggu. Jumlah minggu di mana setiap pagi dingin dia menghampiriku. Meski jarak rumahnya tidak jauh dari tempatku berada. Namun cukup membuat tubuh dia lelah, sehingga aku akan menjadi sandarannya. Mata tua itu menatap ke kejauhan dengan penuh asa. Entah kapan asa tersebut akan menjadi nyata.

"Apa kau tidak sakit tiap minggu tubuhmu disayat dengan pisau?" Suara angin menggesek daun akasia.

"Aku? Gila, bila aku merasa biasa-biasa saja ketika pisau itu menyayat tubuhku. Tentu saja teramat sakit. Tidakkah kau lihat cairan yang keluar hasil dari sayatan tersebut? Tapi aku tahu, pasti hatinya lebih sakit daripada tubuhku yang disayat ini." Lanjutku pada daun yang bergesekan karena ditiup angin.

Garis senyum di wajah renta itu sekarang mulai memudar. Terlalu lama sudah dia tidak memperlihatkan tawanya. Penantian lama dan mengecewakan, membuat tarikan bibirnya menurun. Kemuraman di wajahnya pun tidak bisa dihindari.

Aku melihat senyum dan tawa itu ketika Windi berusia empat tahun. Dia selalu bersembunyi di balik lingkar tubuhku yang cukup besar. Tapi sekarang, Windi tidak pernah berkunjung lagi untuk menemuinya. Padahal tempat tinggalnya hanya berjarak dua jam dariku. Papah dan mamah Windi terlalu sibuk untuk datang ke rumah ini. Bahkan hari raya pun mereka tidak sempat datang. Karena mereka lebih memilih untuk berlibur dan menyenangkan Windi ke luar negeri, dibandingkan datang berkunjung menengok perempuan renta itu.

Dia akan kembali masuk ke dalam rumah, setelah diajak oleh seorang wanita berbaju serba putih dengan topi kecil berwarna senada di atas kepalanya. Wanita itu dengan sabar menggandeng perempuan renta tersebut hingga duduk di meja makan.

"Makan dulu yah, Nek!"

Putranya telah memberikan pelayanan terbaik untuk hari tua perempuan itu. Yaitu dengan memperjakan seorang suster untuk menemani dan merawat ibunya. Tapi dia lupa, bahwa ibunya membutuhkan kebahagiaan hati dengan dikelilingi anak, menantu dan cucunya.

Akulah saksi dari semua kebahagiaan dan kesedihannya. Akulah yang selalu mendampinginya. Akulah Akasia yang telah melihat sejarah keluarga ini. Tapi aku tidak dapat membantu mereka, karena aku hanya bisa berdiri di batas pagar rumah dan memberikan keteduhan bagi ibu tua.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#TantanganVI



Februari 28, 2018 1 komentar

8 tahun yang lalu, aku pernah berencana untuk berhenti bekerja. Mencoba menjalankan usaha yang bisa dikerjakan dari rumah. Sehingga aku bisa fokus mengurus suami dan anak. Tapi sayangnya hanya sebatas niat, tanpa mencoba untuk merealisasikan rencana tersebut.

Baru setahun terakhir ini, keinginan tersebut muncul kembali. Kalau 8 tahun yang lalu niat itu hanya untuk keluarga. Sekarang ditambah dengan pesiapan untuk hari tua.

Sebagai pegawai swasta yang tidak menerima pesangon ketika pensiun nanti. Selain tabungan dan investasi, kegiatan setelah tidak bekerja pun harus dipikirkan. Agar tidak pikun, tidak bergantung pada anak, dan tetap bermanfaat pada lingkungan dimana aku berada.

Inilah langkah-langkah yang ku lakukan agar dihari tua nanti tetap mempunyai aktifitas dan bermanfaat:

1. Bergabung dengan komunitas on line yang sesuai dengan minat. Karena hal ini akan memudahkan diri untuk menemukan apa yang benar-benar menjadi fokus tujuan nanti. Seperti bergabung dengan beberapa komunitas, antara lain; TNB (Tips Nulis dan Bisnis), Wifeprenuer (kumpulan emak-emak bisnis), Komunitas Bisnis Online, dan Ruang Belajar Bunda.

2. Dari sekian banyak komunitas yang diikuti, akhirnya dapat juga deh usaha rumahan. Meskipun masih berupa usaha sampingan, tidak mustahil akan menjadi besar. Siapa tahu bisa berhenti bekerja sebelum usia pensiun, ya nggak?

 3. Dari salah satu komunitas tersebut itu jugalah akhirnya bisa menyalurkan hobi menulis. Dari sebatas buku harian, sekarang mencoba untuk belajar lebih dalam lagi. Mengolah kata menjadi kalimat yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain ternyata mengasyikkan.
Dari yang gratisan sampai yang berbayar, aku ikuti. Sampai akhirnya ketemu Mak Hanny Dewanti, mentor dan pemilik Clover Line Creative. Semoga keterampilan menulis aku nanti bisa sejago dia heuheu.

4. Mendalami keterampilan tangan seperti merajut, craft, atau keterampilan recycling lainnya.
Ternyata keterampilan ini memang jitu dapat mengusir kegalauan dan stress. Seperti apa yang dikatakan Paul Wright pendiri dan CEO Hochanda, Home of Craft, Hobbies and Arts bahwa melakukan kegiatan berupa kerajinan tangan, akan membantu mengatasi stres serta menjadi lebih kreatif. Manfaat kerajinan tangan itu tak terbatas. Tak hanya menyenangkan dan bisa jadi terapis tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas." (Kompas.com - 03/04/2016)

Nah, itulah beberapa langkah yang sedang aku jalani. Agar dihari tua nanti tetap berkarya dan bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan.

Bagaimana dengan teman-teman? Kegiatan apa yang sudah disiapkan untuk hari tua nanti?

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
Februari 27, 2018 No komentar
Pencarian yang melelahkan. Di mana akan kudapat teman yang akan menjadi penolongku kelak di akhirat nanti selain suami, anak dan keluarga?

Aku mengontak salah satu teman yang cukup dekat semasa kuliah dulu. Sebenarnya sampai sekarang pun, kami tetap saling berkomunikasi. Tapi, hanya sebatas obrolan biasa dalam grup alumni.

Kesibukkan aku sebagai wanita pekerja membuatku terlalu lelah untuk sekadar mengobrol basa-basi. Tak dinyana, kesepian di antara kesibukkan selalu datang tanpa permisi. Hatiku sering merasa hampa. Dari kondisi seperti itulah, aku ingin menjadikan dia teman berbagi suka dan duka, seperti zaman waktu kami kuliah dulu

Kami memang tidak tinggal di satu kota. Dia di Depok sedang aku di Bekasi. Kecanggihan teknologi yang ada sekarang tentunya membuat jarak antara kami tidak berarti.

Akhirnya, dimulailah percakapan intens kami di satu hari pertama itu.
Dihari pertama tersebut kami mulai saling membuka diri, walaupun baru sebatas info tentang sifat dan tingkah laku anak. Pada hari kedua, topik kami mulai mengerucut menjadi masalah rumah tangga. Pembicaraan tentang rumah tangga ini pun baru sebatas masalah umum yang sederhana. Seperti perdebatan kecil tentang kesukaan dan tidak kesukaan para suami kami.

Ketika aku merasa kecocokan semasa kuliah dulu hadir kembali. Ketika aku hendak terbuka mengemukakan alasan mengapa hati selalu merasa hampa padanya. Ketika pertemuan yang telah kami atur dengan baik. Entah kesengajaan atau tidak. Aku melihat dia bersama seorang laki-laki yang merupakan teman kuliahku juga.

Yah, aku bertemu dengannya ketika aku tiba satu jam lebih cepat di mall Depok ini. Mall di mana kami akan melanjutkan cerita-cerita kami.

Kulihat pertemuan mereka seperti sudah biasa. Aku merasa hubungan mereka begitu dekat, bukan seperti layaknya pertemuan teman yang lama tidak bertemu. Insting kewanitaanku berkata lain. Seperti ada sesuatu yang tidak boleh terjadi. Kuakui bahwa teman laki-lakiku itu memang naksir dengan teman perempuanku semasa kuliah dulu. Sayangnya teman perempuanku menyukai teman laki-lakiku yang lain.

Hmm, rupanya teman laki-lakiku itu masih penasaran dengan cintanya. Bahkan sampai mereka masing-masing mempunyai keluarga, tidak menghalangi untuk menjalani hubungan gelap. Aku akan memastikan bahwa dugaanku tidak salah pada mereka.

"Hai, Rez." Aku sengaja datang menyapa dengan tiba-tiba.

Terlihat dari ekor mataku teman perempuanku berusaha menutupi keterkejutannya. Tapi tidak dengan Reza. Dia tidak berhasil mengendalikan diri dari sikap gugupnya. Kemudian kulihat mereka saling menatap tanpa kumengerti maksudnya. Tapi aku dapat membaca bahasa tubuh mereka.

Tidak lama kemudian Reza pun pamit meninggalkan kami berdua. Kecanggungan pun terjadi antara aku dan dia sepeninggal Reza. Semua cerita yang akan kutumpahkan padanya seperti hilang ditelan kekakuan suasana tersebut.

Aku pun berpikir ulang akan keputusanku untuk menjadikan dia teman dekat kembali. Sepertinya aku harus mencari teman lain.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Februari 26, 2018 No komentar

Foto di atas adalah alasan mengapa aku melewatkan satu hari tidak menulis pada program ODOP kemarin. Karena pada hari tersebut, aku tidak memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk memegang gawai.

Gawai hanya aku pergunakan untuk memberi laporan kepada suami. Sudah seharusnyalah aku berterima kasih kepada suami yang telah memberi ijin padaku, sehingga pada hari minggu tersebut menjadi indah.

Kan aku harus bertanggung jawab agar suami tidak khawatir. Dengan memberikan laporan dan poto-poto yang kukirim, aku ingin dia merasakan dan melihat betapa bahagia istrinya. Maklum emak-emak rumahan yang selalu berkutat dengan kamar, dapur, sumur akhirnya bisa menghirup dunia luar heuheu. Jarang-jarang lho pake baju selain daster.

Aku mengabarkan pada suami, bila aku sudah berada dititik kumpul bersama dua dara lainnya. Soalnya aku pergi bersama dua orang perempuan teman saja. Kalau pergi bertiga bersama emak-emak zaman "ngampus" dulu, boleh dong disebut tiga dara.

Sepanjang perjalanan kami melepas rindu. Membicarakan hal-hal dari A - Z. Mulai basa-basi nggak penting, seperti "wajah lo dari dulu sampe sekarang nggak berubah yah?" (baca: awet muda. Suer gw mah kagak bo'ong. Dilarang sirik!), sampai masalah bisnis.
Biasalah yah emak-emak zaman now, harus bisa mencari passive income selain dari pekerjaan utama.

Benar apa yang dibilang agama, bahwa mempererat tali silaturahim akan memperpanjang rejeki juga. Buktinya pada perjalanan singkat Bekasi - Bandung) dengan kecepatan mobil 130km/jam, cuma dua jam saudara-saudara. Aku akhirnya deal merekrut temanku menjadi reseller yoghurt. Sedangkan teman satu lagi yang memang sudah menjadi resellerku selama lima bulan, membeli buku antalogiku. Bagaimana?  Perjalanan yang seru kan?

Hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan. Tidak percuma berangkat jam lima subuh dari rumah. Semuanya terbayarkan karena dapat bertemu dengan teman seperjuangan masa kuliah dulu. Bayangkan 22 tahun semenjak wisuda tahun 1996, kami tidak pernah saling bertemu.

Perkumpulan yang diadakan satu tahun sekali pun, tidak membuat semua orang bisa datang untuk berkumpul. Kesibukkan dan kepentingan, serta keluarga adalah jarak yang sulit untuk ditaklukan dibandingkan tol Cipularang menuju Cibiru, Bandung.

Aku pun demikian, dari total pertemuan lima kali, aku absen dua kali. Yah, setidaknya kemarin, Minggu, 25 Pebruari aku bisa ngobrol seru dengan mereka.

Pembicaraan antara kami pun penuh tawa dan canda. Dari daftar hadir empat puluh orang, yang berhasil datang dua puluh satu. Tidak mengapa, semoga pertemuan tahun depan diberi rejeki umur dan kesehatan. Sehingga kami dapat bertatap muka dan melepas kangen.

Akhirnya laporan terakhir yang diberikan kepada suamiku setelah acara selesai adalah, bahwa aku sudah berada di jalan menuju pulang.

Rencana akan menulis disepanjang perjalanan. Apa daya hujan mengiringi kami sepanjang perjalanan hingga tol Cikampek. Aku dan temanku harus menjadi navigator bagi teman yang sedang mengendarai mobil. Hujan deras pada jam tujuh malam itu, membuat jarak pandang pendek. Terlebih teman yang mengendarai mobil memiliki mata rabun jauh. Alhasil kami berdua yang nebeng, harus memastikan bahwa kendaraan selalu berada pada jalur. Beberapa kali mobil yang kami tumpangi berada dijalur antara dua dan tiga. Beruntung jarak antara kendaraan jauh. Perjalanan penuh waspada dan mengesankan.

Pukul 21.05 kami pun tiba di stasiun Bekasi. Dititik itulah kami berpisah.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Februari 26, 2018 No komentar

Judul: Unbroken Heart
Jenis buku: Antalogi
Penulis: Yeti Nurmayati, dkk
Penerbit: Jejak Publisher
Terbit: Desember 2017
Jumlah hal: 186 hlm

Kisah yang ditulis oleh dua puluh tiga orang perempuan ini adalah berdasarkan kisah nyata. Di mana sumber kisah didapat dari teman, kerabat, atau penulis sendiri.

Kisah perempuan-perempuan hebat yang mencoba mempertahankan biduk rumah tangganya. Entah itu datangnya dari orang ketiga, orang tua kandung atau mertua, bahkan sikap perangai dari suami atau sang istri sendiri.

Semua kisah tersebut menguras air mata dan menahan geram. Entah mengapa perempuan begitu egois, hatinya selalu menang melawan logika. Sehingga mereka pasrah dan menerima apapun perlakuan suaminya.

Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Kita dapat merasakan suasana hati perempuan dalam kisah ini.
Perempuan-perempuan ini hanya berpegang teguh kepada Allah. Mereka tak henti berkomunikasi dengan-Nya di sepertiga malam terakhir. Mereka percaya kekuatan doa akan merubah segalanya. Yang mereka ingin hanya berbakti kepada suami dan keluarga.

Kamu bisa menemukan jawaban doa mereka di dalam kisah ini.  Akankah biduk rumah tangga mereka bertahan atau haruskah memenangkan hati di atas logika?

Yang jelas sih, setiap cerita yang diberikan oleh Allah, sekalipun itu buruk, pasti ada hikmahnya.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5


Februari 24, 2018 No komentar

Tidak ada bayanganmu malam ini, karena gelap malam dan cahaya lampu yang kurang. Bahkan satu-satunya cahaya yang diharapkan yaitu bulan, pun tidak ada. Malam ini awan kelam memeluk erat rembulan. Begitulah perumpaanmu bagiku di malam sunyi sepi ini.

"Jizah!" Ipang menepuk bahuku dari belakang.

"Eh, kodok!" Jizah terkejut.

"Lo tuh yah, bisanya cuma ngagetin orang," ucap Jizah merengut sambil menutup buku tulis yang berada di pangkuannya.

Ipang tertawa kecil penuh kemenangan. Sepertinya dia senang karena berhasil menularkan kata latahnya pada Jizah, temannya.

"Ngapain lo di mari gelap-gelapan? Mana sok-sok-an nulis lagi." Ipang memutari bangku dan duduk di samping Jizah.
Jizah menarik dan mendekap bukunya erat ketika Ipang mencoba merebut dari genggaman tangannya. Ipang pun hanya tersenyum dengan kedipan mata penuh arti.

"Kalau lo emang demen sama si Gofar. Ngapain juga lo pendem. Kagak usah pake surat-suratan. Zaman canggih kayak begini, pake WA ajah. Apa perlu gua yang ngomong sama dia." Ipang mengayunkan bahunya ke bahu Jizah hingga bersenggolan. Giginya yang putih berbaris rapih.

Jizah memandang Ipang sedih. Kemudian menunduk, hingga rambut hitam sebahunya menutupi wajah. Ipang terdiam. Wajah tampan Ipang dengan kumis tipis disertai jambang halus, menambah kesan macho. Tapi, Ipang membiarkan Jizah sepuasnya dalam keadaan tersebut. Ipang menunggu dengan sabar sampai Jizah memberikan alasan mengapa dia begitu sedih.

Untuk sesaat mereka terdiam, duduk di bangku taman dengan pikirannya masing-masing. Angin yang berembus pelan, menggesek dedaunan, sehingga menghasilkan bunyi bisikan. Sungguh asri taman kediaman Jizah tinggal.

"Pang." Pelan suara Jizah dengan kepala yang tetap tertunduk.
Ipang memandang Jizah, mencoba mengintip wajahnya yang tersembunyi dibalik rambut.

"Kemarin malem waktu gua diajak jalan sama Bang Gofar. Gua diminta sampein omongan dia ke lo. Dia bilang lo jangan deket-deket sama Jupri. Sekali lagi keliatan lo jalan bareng sama si Jupri ... ," kepala Jizah makin menunduk dalam, "lo bakal nyesel."

Ipang yang mendengar ancaman Gofar dari mulut Jizah hanya terdiam dengan mulut setengah terbuka.

#OneDayonePost
#ODOPbatch5


Februari 23, 2018 2 komentar
Menulis memang membutuhkan kedisiplinan dan konsisten. Apapun alasan untuk tidak menulis adalah tidak dibenarkan. Menulis adalah pekerjaan paling mudah (seandainya).

Tahun 2016, awal mula saya bergabung dengan ODOP. Batch 3 kala itu. Minggu pertama begitu semangat. Banyak teman sesama penulis, baik itu pemula atau pun senior berada dalam grup. Hingga minggu kedua aktifitas menulis menurun. Kesibukkan akan keseharian selalu menjadi alasan terbesar. Hingga akhirnya kandas, terlupakan dan saya tenggelam kembali pada rutinitas harian.

Ketika awal tahun 2018 ini, saya memulai kembali bergabung dengan ODOP. Kali ini pun sama seperti pertama saya bergabung. Terjaring kurang lebih dua ratus anggota. Namun, lagi-lagi menginjak minggu kelima, anggota yang tersisa tidak sampai setengah jumlah awal.

Tekad bulat sebelum bergabung dengan ODOP membuat saya tetap bertahan sampai sekarang.

Kelas sekaliber ODOP tidak boleh disia-siakan. Begitu banyak ilmu bertebaran secara free. Modal kami hanya menyimak, membaca dan menulis. Kemudian meluangkan waktu untuk mewujudkan kekonsistenan tersebut.

Tidak akan menghabiskan waktu delapan jam seperti kamu bekerja. Tidak perlu mengganggu jam tidurmu. Cukup luangkan waktu dikala kau beristirahat siang di kantor, di kendaraan umum, saat menonton tv, atau menjelang diwaktu tidurmu.

ODOP pun tidak membebani dengan tugas menulis yang menjelimet. ODOP hanya ingin kamu menuliskan tentang cerita keseharian, cerita yang kamu kuasai. Bahkan Uncle Ikh sebagai Dewan Penasihat ODOP mengatakan bahwa benda mati pun bisa dijadikan cerita. Nah, disinilah ilmunya. Kita harus bisa belajar peka terhadap lingkungan sekitar. Karena selalu memikirkan hal rumit dan besar akhirnya hal kecil diabaikan. Padahal hal kecil tersebut bisa dijadikan tulisan bagus kalau kita bisa meramunya.

Begitu mulia tujuan ODOP memberi sarana kepada kami, penulis pemula. Tidak sedikit pun mereka meminta fee. Pengorbanan yang sungguh kita tidak bisa membalasnya. Eh, bisa deng. Kita bisa membalas jasa mereka dengan cara konsisten menulis. Membalas kebaikkan ODOP dengan memberikan kelulusan sampai kelas berakhir. Sukur-sukur sampai kita mempunyai karya. Karya yang akan melambungkan nama ODOP, sehingga makin banyak orang tertarik untuk menulis.

Menulis merupakan bukti eksistensi diri ketika kita tidak berada di dunia lagi. Sejarah akan selalu mengenang kita karena karya yang telah membawa manfaat. Yah, setidaknya untuk keluarga, anak, cucu, bahkan mungkin sampai generasi ke-7.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#Tantangan#5

Februari 22, 2018 2 komentar
Bulan begitu bulat sempurna. Cahayanya cukup terang, hingga halaman rumah Judith terlihat jelas.

Dua buah pohon kamboja yang tumbuh berdekatan, tidak jauh dari kamar Judith terlihat sebuah bayangan. Seseorang tepatnya. Orang tersebut berkerudung sarung, hingga matanya saja yang terlihat.
Tangan kanannya bersiaga memegang sebuah golok yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

Terdengar lolongan anjing dari kejauhan. Angin bertiup, membawa aroma sate yang sedang dibakar. Gesekan daun palem pun terdengar seperti orang berbisik.

Orang tersebut tetap bersembunyi di pohon kamboja, membungkuk setengah jongkok. Masih melihat situasi keadaan rumah mewah Judith.

Angin malam makin bertiup kencang. Langit terbelah oleh segaris cahaya tanpa suara. Awan gelap di langit hitam pekat mulai mual akan memuntahkan hujan.
Hujan pun turun tanpa gerimis. Orang tersebut berpegangan pada pohon kamboja.

Dan, sebuah suara keras mengalahkan guntur yang menggoncang langit. Membuat Judith terbangun dari tidurnya, bergegas dia pun menghampiri jendela.
Kali ini teriakkan Judith membangunkan seisi rumah. Mamah, papah, dan Marry adiknya menghampiri Judith ke jendela. Mereka terkejut, melihat Bleno berlumur darah di bagian perutnya.

Terlihat sebuah sarung melambai tertiup angin di atas pagar.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5


Februari 21, 2018 8 komentar

Bagi kamu yang memiliki wajah berwarna sawo matang atau gelap. Kamu tetap dapat tampil cantik kok, tidak kalah dengan mereka yang berkulit terang. Malah kulit warna sawo matang akan lebih terlihat eksotis bila kamu pintar mengaplikasikan make-up yang sesuai.

Nah, agar kamu yang memiliki wajah berwarna kulit sawo matang terlihat segar. Maka pilihlah foundation berwarna dasar kekuningan atau beige. Pada dasarnya kamu yang berkulit sawo matang hanya perlu memehartikan tone atau pemilihan warna untuk riasan dasar kulitnya.

Foundation Warna Orange
Gunakan foundation, concealer, dan bedak yang mengandung warna sedikit orange, agar penampilan kamu terlihat menarik. Bila ingin tampil sedikit beda dalam riasan sederhana, dapat menggunakan foundation warna beige atau deep-yellow. Cara memakai foundation pun cukup mudah, yaitu basahi spons terlebih dahulu sebelum memoles bedak ke wajah, kemudian ratakan dengan cara ditepuk. Catatan: pilihlah foundation yang berbahan dasar air atau oil-free.

Bedak Padat atau Tabur
Pilihlah jenis bedak transculent, yaitu bedak transparan yang bila terkena cahaya akan memberi efek wajahmu jadi lebih cerah dan bercahaya. Gunakanlah bedak tabur bila jenis kulitmu berminyak. Sedangkan bedak padat untuk jenis kulit normal atau kering. Alat bantu kuas pada waktu mengaplikasikan bedak, akan membuat hasilnya lebih merata.

Blush on Warna Coffe
Pakailah blush on warna warm coffe di area pipi. Tenang warna ini tidak akan membuat area pipi kamu makin gelap. Jika ingin tampak lebih cerah, cobalah blush on warna pink.
Sapukan tipis-tipis dari tulang rahang ke pipi dengan arah ke dalam. Tambahkan juga sedikit sapuan pada area yang terkena sinar matahari seperti dahi dan tengah hidung.

Eye Shadow Warna Cokelat Tua
Untuk memperkuat dan memperkaya ekspresi mata, pilihlah warna-warna berani. Eye shadow cokelat tua, silver, burgundy, almond atau bronze, dapat dijadikan pilihan. Tapi, warna soft pink atau peach dapat membuat mata lebih bercahaya. Tambahkan efek shimmer pada bagian kelopak atas dan sapuan warna putih atau silver pada sudut mata dalam untuk memberikan kesan mata lebih hidup dan menonjol.

Maskara Warna Hitam
Gunakanlah maskara warna hitam seperti pada umumnya, karena warna hitam mampu menyempurnakan ekspresi mata kamu.


Lipstik Warna Cokelat
Bagi yang berkulit sawo matang atau gelap, sering memilih lipstik berwarna cokelat lembut, cokelat kemerahan, atau merah anggur. Tapi sebenarnya dapat dicoba lipstik warna peach, wine, merah, burgundy, plum atau soft pink, lalu tumpuk dengan lipgloss transparan. Dijamin penampilan kamu terlihat lebih segar. Yang perlu diingat, hindari warna-warna terlalu terang seperti neon karena akan terlalu kontras dan berlebihan di wajahmu.

Bagaimana? Siapkah kamu untuk tampil lebih cantik dan menyegarkan sekarang?

#Kamaksaranular
#OneDayOnePost
#ODOPbatch5



Februari 20, 2018 No komentar
Sisi melipat dan menyimpan sobekan kertas itu dengan rapih di dalam buku Biologinya. Senyum tipis bahagia terlihat dari wajah bulat yang berkacamata tebal itu.

Siapa sangka,  Angga cowok gebetan Anggi mengajaknya pulang bareng. Hati Sisi menjerit gembira. 'Kalau aku cerita ke Anggi, dia bakal cemburu sama aku nggak yah?' Batin Sisi bertanya.

"Nanti kita pulang bareng yah." Begitu isi sobekan kertas yang diterima Sisi dari Angga.

Sisi melirik ke cowok berambut ala Ariel itu. Tubuh tegap, wajahnya juga sebelas dua belas dengan pelantun lagu Separuh Aku itu.

Bunyi bel menandakan sekolah usai begitu indah didengar. Duet lagu Terpesona yang didendangkan Isyana dan Gamaliel sepertinya lewat. Hati Sisi begitu bahagia.

"Yuk, kita pulang!" Bahu Sisi ditepuk pelan oleh Angga dari belakang.

Sisi yang duduk di pos satpam bangun berdiri, memberikan senyum termanisnya pada Angga.

"Yuk!" Sahut Sisi.

Mereka pun berjalan bersisian. Angin semilir dari daun Akasia di sepanjang jalan, menambah sejuk hati Sisi. Jantung  Sisi pun berdetak tak beraturan. Entah apa yang akan disampaikan Angga padanya.

"Si." Panggilan Angga membuat jantung Sisi berdegup cepat.

'Maafkan aku Nggi, bila ternyata Angga memilihku untuk menjadi pacarnya.' Harap Sisi dalam hati.

"Gue boleh minta sesuatu, nggak?" Angga melirik wajah Sisi sesaat. Kepala Angga menunduk sambil menendang sebuah batu kerikil.

"Boleh bangetlah. Apa sih yang nggak boleh buat lo." Balas Sisi dengan tawa ringan. Berharap tawanya dapat menutupi kegalauan yang sedang dirasa.

'Ah, inilah saat bahagia itu datang.' Hati Sisi tak sabar untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan Angga.

"Gue minta tolong kasiin nih surat buat Anggi." Tercium aroma bunga mawar yang terbawa angin. Amplop merah jambu diberikan Angga pada Sisi. Di amplop itu tertulis nama Anggi.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5



Februari 19, 2018 No komentar

Judul: Catatan Harian Menantu Sinting
Penulis: Rosi L Simamora
Genre: Metropop
Penerbit: Gramedia 2018

Terlihat dari judulnya sudah jelas kalau buku ini dibuat seperti diary pada umumnya. Diary yang bercerita tentang kehidupan Minar, Sahat (suami Minar), dan Mertua (ibu Sahat).

Dari awal membaca sampai lembar terakhir selalu dibuat tertawa. Yah, walaupun bacaan ini khusus 22+ (menurut saya).

Saya tuh membayangkan kalau saya berada di posisi Minar. Menghadapi mamak mertua yang kolot dan batak tok tok.

Bayangkan saja mamak si Sahat ini sangat amat suka turut campur kehidupan rumah tangga Minar dan Sahat. Bahkan ketika akhirnya Minar dan Sahat pisah rumah pun, si mamak tetap memantau mereka.
Maklum, Sahat adalah anak bungsu. Kakak perempuannya yang sedang hamil anak keempat, belum mendapatkan satu anak lelaki pun. Karena dalam adat batak, anak laki-laki sangat diperlukan untuk meneruskan nama marga dalam keluarga.

Sedangkan kakaknya Sahat, tidak dapat diharapkan oleh mamak. Dua kali gagal menikah diusianya yang sudah tidak terbilang muda. Membuat mamak membebankan Minar dan Sahat untuk mendapatkan anak laki-laki.

Bayangkan saja, saking ingin mendapatkan anak laki-laki. Mamak Sahat mengikuti sepasang suami istri ini pada waktu konsultasi ke dokter kandungan. Sampai-sampai mamak tahu tanggal suburnya Minar. Maklum sudah tujuh tahun menikah belum juga hamil si Minar.

Dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang santai. Dan menggunakan sudut pandang orang pertama, catatan harian si Minar ini berhasil membuat pembaca serasa ada di dalam cerita.

Banyak istilah bahasa batak di dalam buku ini. Jadi buat saya yang awam bahasa batak, sedikitnya tahu lah yah. Heuheu.

Yah, mungkin cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang mamak memang terlalu berlebihan. Harusnya sih orang tua tidak mencampuri urusan rumah tangga anaknya. Cukuplah memantau atau memberi nasihat jika diminta. Karena orang tuanya kolot kali yah, jadi rasa khawatir berlebihan banget.

Kalau lagi stres atau ingin bacaan ringan tapi sarat makna. Coba saja baca buku ini. Pastinya kamu bakal jadi relaks. Seperti mamak yang menjadikan lingerie si Minar untuk menambal kebayanya. Dijamin hilang deh tuh stres. Heuheu.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5

Februari 18, 2018 No komentar

Review Buku
Judul: Turn Around, Darling!
Penulis: Shelly Salfatira
Genre: Teenlit
Penerbit: Gramedia
Tahun: 2014
Jumlah hlm: 216

Bukan tanpa alasan Oliv menjadi seorang playgirl diusianya yang ke-16. Sesuatu terjadi dimasa lalunya, sehingga menjadikan dia seperti dendam terhadap cowok-cowok yang dipacarinya. Sahabat Oliv, Ika dan Abram selalu mengingati tindak tanduk Oliv. Mereka takut cowok-cowok yang dipacari Oliv sakit hati.

Novel bergenre teenlit yang ditulis oleh Shelly Salfatira dikemas dengan bahasa sederhana. Konflik yang diberikan Shelly pada novel ini cukup lumayan untuk sekelas teenlit.

Kita dibuat menduga jalan cerita selanjutnya. Tetapi ketika pikiran kita sudah hampir mendekati dugaan tersebut ternyata salah.

Konflik dimulai, saat Oliv sudah menemukan orang yang benar-benar bisa melupakan masa lalunya. Yaitu Nathan, cowok yang menjadi rekan team basket Abram, sahabatnya. Sesuatu yang dialami oleh orangtua Oliv di masa lalu, membuat hubungan mereka menjadi masalah. Yang pada akhirnya Nathan menjauhi Oliv.

Suasana sekolah dan gaya canda pelajar SMA sangat santai ditulis oleh Shelfira. Seakan kita berada dalam cerita tersebut.

Waktu membaca novel ini, saya mencari tahu alasan penulis memberi judul Turn Around, Darling! Ternyata pertanyaan saya dijawab ketika konflik mulai mereda diakhir novel. Tiga kata tapi sarat dengan makna.

Judul tersebut memberikan arti bahwa kita harus peka pada sahabat atau teman kita. Karena bisa jadi seseorang yang kita cari adalah teman dekat.  Karena waktu terbanyak dihabiskan bersama sahabat. Maka dia lebih mengenal sifat asli kita. Sahabat adalah teman terbaik untuk mencurahkan segala kegalauan hati. Terlebih bila itu cowok. Hal yang biasa terjadi bila akhirnya salah satu dari mereka ada yang menaruh simpati.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5

Februari 17, 2018 No komentar

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
***
Sampai hari ini saya akan tetap pada jurusan yang saya pilih. Yaitu Jurusan berdagang dan menulis. Terlebih sekarang saya akan memantapkan terlebih dahulu menjadi seorang penulis profesional. Setelah matang menjadi penulis, maka berdagang akan berjalan sambil sendirinya. Karena dikomunitas yang saya ikuti, anggota-anggota komunitas tersebut akan menjadi target pasar saya pula. Sekali mendayung dua pulau terlampaui.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
***
Beberapa checklist yang telah dibuat masih dalam tahap penyesuaian. Tapi semua sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Semua saya jalani pelan-pelan agar dapat mencapai target yang telah dibuat.

c.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
***
Bukan tiada maksud saya memutuskan untuk menjadi seorang IRT.
Dengan bermodalkan usaha kecil yaitu berjualan yogurt. Saya ingin mengkaryakan teman-teman terutama perempuan untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Dengan sistem mengambil barang terlebih dahulu. Setelah barang terjual habis atau dengan perjanjian tertentu, mereka baru melakukan pembayaran.
Untuk sementara tujuan berjualan saya seperti itu.

Sedangkan ilmu menulis yang sedang saya pelajari sesekali digunakan untuk keperluan promosi produk. Seperti,  menuliskan artikel tentang manfaat yogurt. Di sini saya ingin orang-orang yang membeli produk saya karena memang benar-benar ingin merasakan manfaatnya. Sehingga di kemudian hari, mereka akan memcari karena memang membutuhkan produk saya tersebut.

Pendalaman ilmu menulis saya memang masih berjalan. Tapi melalui status yang saya buat dimedsos, tidak sedikit teman yang tertarik dengan kegiatan saya tersebut. Beberapa dari mereka bertanya bagaimana saya bisa merangkai kata. Terlebih bila status yang saya buat tentang kehidupan sehari-hari. Seperti, menabung, mendidik anak, atau hanya sekadar testimoni dari kelas belajar online saya.

Misi hidup: Menularkan kegiatan saya, baik itu berdagang maupun menulis pada sesama perempuan

Bidang: Selling, marketing, writing

Peran: Fasilitator, motivator

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
***
Untuk mencapai / mewujudkan misi, bidang dan peran pada poin C maka dibutuhkan ilmu:

1. Bunda Pembelajar: Saya harus mengikuti kelas writing, selling dan marketing. Untuk sementara saya fokus pada kelas writing terlebih dahulu. Walaupun kelas writing yang saya ikuti lebih menjurus kepada tujuan menerbitkan buku solo. Rincian hal ini sudah saya buat pada tugas NHW#2.

2. Bunda Cekatan: Untuk mengikuti kelas belajar tersebut, tentunya dibutuhkan manajemen waktu dan pengelolaan diri. Saya harus bisa membagi/mengimbangi sebagai ibu pembelajar dan ibu rumah tangga. Saya harus menyelaraskannya, agar proses yang dijalani tidak berbenturan satu dengan yang lain.

3. Bunda Produktif: Pencarian passion dibilang cukup memakan waktu. Kurang lebih satu tahun, akhirnya saya menemukan produk yang cocok dengan diri saya. Dari produk itulah saya menemukan minat yang lain, yaitu bidang kepenulisan.

Mengikuti kelas pelatihan untuk meningkatkan skill,tentunya membutuhkan biaya. Agar tidak mengganggu anggaran rumah tangga, maka saya perlu mempunyai penghasilan sendiri. Dengan sedikit tabungan sebelum berhenti bekerja dan hasil berjualan. Maka saya dapat mengikuti kelas untuk mendapatkan ilmu-ilmu tersebut. Yang kelak akan digunakan untuk membina reseller dan juga menjadi untuk menjadi seorang penulis.

4. Bunda Shaleha: Sejak saya mulai bergabung dengan sebuah komunitas. Saya suka membagikannya menjadi sebuah status di media sosial. Menurut saya, dengan membuat status tentang kegiatan positif bukan tindakan pamer. Melalui tulisan yang dipandu oleh seorang mentor, maka tulisan tersebut tidak seperti menggurui. Bahkan banyak teman akan mengikuti atau setidaknya terbuka mata mereka untuk melakukan tindakan hal yang sama. Bukankah berbagi itu indah?

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
***
Tidak kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan tidak ada batasan usia bila seseorang itu mau berubah.
Saya memulai semua yang telah disebutkan di atas pada usia ke-42, tepatnya pada bulan Pebruari 2016. Tiga jam disetiap harinya saya akan memfokuskan diri untuk menulis. Hari Sabtu waktu khusus untuk dihabiskan bersama keluarga, sebelum kakak kembali ke tempat kos-nya untuk kuliah. Tambahan dua jam pada hari Minggu dan Senin untuk mengurus orderan dan pembukuan penjualan. Sedangkan tiga jam lagi untuk urusan domestik, dan bermedsos ria termasuk di dalamnya belajar online. Dalam waktu empat tahun, in shaa Allah akan terlihat hasilnya.

KM 0 – KM 1 ( tahun 2018) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Pembelajar
KM 1 – KM 2 (tahun 2019 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 2020 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 2021) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
***
Secara umum ilmu-ilmu yang akan saya pelajari sudah terdapat pada NHW#2. Jadi untuk sementara tidak ada perubahan.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
***
Selama ini ternyata saya telah menjalani sebahagian dari ilmu-ilmu tersebut di atas. Melalui IIP dan komitmen yang telah dibuat ini, menjadikan saya terarah untuk mencapai tujuan tersebut.
Diawali dengan Bismillah, saya akan melakukannya dengan serius. In shaa Allah bisa!

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Februari 17, 2018 No komentar
"Serius gue lapar banget nih." Tika meremas perutnya yang kempes dan kendur.

"Iyah, gue tahu. Lo kira lo doang yang lapar? Gue juga sama."

Tino memandangi lokasi di mana mereka berada. Matanya berkeliling, menyisir perkotaan yang tampaknya sudah tidak berpenghuni.

Cahaya temaram terlihat dari salah satu rumah di ujung jalan. Tino bernapas lega. Setidaknya malam ini dia dan Tika bisa menumpang tidur atau mendapatkan sedikit makanan.

Tino dan Tika sedang menyelidiki sebuah kota yang hilang dari peta pemerintah daerahnya. Sayang, mereka tersesat.

"Silahkan masuk." Seorang gadis mempersilahkan kami masuk ke dalam rumahnya, setelah pintu diketuk.

Tidak ada penghuni lain selain gadis itu di dalam rumah tersebut.

Sinar mata Tika penuh napsu, terdengar tenggorokannya menelan ludah.
Tino melihat sepiring steak di atas meja makan. Uap panas yang mengepul menebar aroma sampai ke hidung mereka. Wajar bila Tika begitu liar menatap steak tersebut.

"Makanlah!"

Ah, akhirnya gadis itu mengeluarkan kata ajaib.

Tanpa perlu menunggu lama. Tika bergegas melangkah ke ruang makan yang menjadi satu dengan ruang tengah. Sedang Tino memandang mata gadis itu dengan penuh tanda tanya.

Gadis berambut kepang dua, wajah tanpa ekspresi, bahkan terkesan kaku. Mengenakan baju terusan rok selutut model jadul. Renda baju di bawah dada gadis itu melingkar ke belakang dan diikat pita.

Cacing di perut Tino menghalanginya untuk mengetahui tentang gadis itu lebih lanjut. Sedang Tika? Dia sudah terlihat begitu lahap memakan steak.

Belum lagi Tino duduk untuk menyantap steak.

"Tin, tolong ambilin minum dari kulkas di belakang lo itu dong."

Tika membersihkan mulut dengan ujung lengan bajunya.

Tino menatap gadis itu, meminta ijin untuk mengambil minum.

"Ambillah!" Gadis itu mempersilahkan Tino mengambil minum sendiri dari lemari pendingin.

Tino tiba-tiba merasa mual, kepalanya pusing, tubuhnya limbung. Ketika dia membuka dan melihat di dalam kulkas itu terdapat begitu banyak potongan tubuh manusia.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5






Februari 16, 2018 No komentar
"Sumpah gue naksir berat sama Nancy." Beno bicara dengan semangat empat lima.

"Tapi, gue bingung gimana caranya ngomong suka ke Nancy." Intonasi Beno menurun, lemah, nyaris berbisik putus asa.

"Baru denger nih gue. Playboy terkenal di SMA Buana bingung ngomong suka sama cewek," ucap Adri.

"Tampang ganteng, dompet tebel, tunggangan lo keren." Adri menepuk dash board mobil mewah Beno yang baru saja meninggalkan sekolah. 

"Nancy ini beda, Dri. Cuma dia yang cuek sama gue. Dia nggak centil, penampilannya juga sederhana. Dan, satu lagi, dia pinter," ucap Beno sambil mengerem mobilnya karena rambu lalu lintas berwarna merah.

"Kalo cewek-cewek lain, kan emang naksir gue. Jadi, gue cuma deketin mereka, trus kita jadian deh." Beno tertawa senang, memperlihatkan barisan giginya yang putih bersih.

"Lah, kalau Nancy? Gue yang naksir dia," lanjut Beno.

Beno mendadak terdiam. Dia terpaku, melihat mobil Nancy berhenti bersebelahan dengan mobilnya.

Rambut ikal Nancy yang dikucir kuda, membuat wajah oval yang dilihat dari samping itu terlihat makin cantik. Kepala Nancy mengangguk-angguk, mulutnya bergerak mengikuti alunan lagu. Setidaknya itulah dugaan Beno.

"Aku harus mendapatkannya," gumam Beno. 

"Lo pasti bisa dapetin Nancy deh. Gue percaya sama kemampuan lo." Adri membalas gumaman Beno yang cukup jelas di telinganya.

Dibiarkan mobil Nancy melaju terlebih dahulu. Beno berencana untuk mengikuti mobilnya. Agar dia tahu dimana Nancy tinggal.

Mobil yang dikendarai Nancy masuk ke sebuah perumahan elite yang besar dan luas. Jarak mobil yang dikendarai Beno berjarak tidak lebih dari 50 meter. Dia tidak mau Nancy tahu kalau dia membuntuti mobilnya. 

Tiba di perempatan, mobil Nancy belok ke kiri. Beno pun mempercepat laju mobilnya, agar tidak kehilangan jejak Nancy. 

"Awas Ben!" jerit Adri. 

Beno menginjak rem dengan cepat.

"Sialan!" umpat Beno. 

Sepeda es krim tiba-tiba menyebrang jalan. Beruntung Beno masih sempat menghentikan mobilnya.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5



Februari 15, 2018 No komentar


"Gua serius naksir dia Di," ucap Ara dengan mulut penuh terisi nasi goreng petai kesukaannya.

"Iyah, gua tahu kalo lo naksir berat sama si Diaz." Dina pun tak mau kalah dengan Ara, menyuap satu sendok penuh nasi goreng petai ke dalam mulutnya.

Jam istirahat siang itu, Ara dan Dina memilih makan di kaki lima, yang terletak di gang sebelah gedung kantornya.
Mereka berdua asik berbincang sambil menikmati nasi goreng bertabur petai. Sengaja mereka minta pada Bang Jali agar porsi petainya lebih banyak.

"Eh, Ra. Lo punya permen karet mintnya, kan? Gila ajah ntar pas balik kantor mulut kita bau petai." Dina menyuap sendokan terakhir nasi gorengnya.

"Tenang, nih ada di kantong." Ara menepuk-nepuk kantong celananya, agar Dina bersikap tenang.

"Gua kan selalu sedia permen karet. Pokoknya mulut kita aman kalo ntar balik kantor. Pokoknya bebas polusi dah. Kecuali toilet."
Ara tertawa diikuti dengan senyum Dina yang tenteram hatinya.

Banyak pegawai memilih makan siang di kaki lima dibanding food court yang terletak di basement kantor. Harga makanannya lebih murah, rasa sama, malah lebih banyak pilihan.

Jam hampir menunjukkan pukul satu. Sudah saatnya Ara dan Dina kembali bekerja. Gang kecil itu ramai oleh para pegawai yang akan kembali ke kantornya masing-masing.

"Mana Ra, permen karetnya? Dimakan sekarang ajah, nggak enak ntar kalau pas-pasan sama temen."

Ara memasukkan tangannya ke dalam kantong celana untuk mengambil permen yang dimaksud. Tapi ... , "yah, bungkusnya doang Di. Gawat nih."

Belum hilang panik Ara karena permen karet yang dimaksud tidak ada. Tiba-tiba bahunya ditepuk dari belakang. Ara pun menoleh, sambil memberikan senyum manis dikulum ketika Diaz sudah berjalan di sisinya.

#OneDayOneOnePost
#ODOPBatch5
#IniCeritaKomediKu



Februari 14, 2018 2 komentar

Wisata atau piknik sudah merupakan suatu kebutuhan bagi diri untuk melepaskan penat akan rutinitas harian. Kawasan puncak, baik itu Bogor maupun Lembang, Bandung selalu menjadi destinasi wisata masyarakat Jakarta atau Bekasi dikala weekend. Sering kan terlihat laporan berita di tv bila daerah Puncak dan Bandung selalu padat kendaraan pada saat liburan atau hari besar?  Alih-alih ingin refreshing, macet pun akhirnya membuat kita stress karena terlalu lama di jalan.
Untuk daerah sekitar yang dekat dengan Bekasi. Destinasi wisata ini dapat dikunjugi dikala weekend dan tidak perlu mengambil cuti kerja. Terlebih bagi warga Bekasi, tempat ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta atau pasangan terkasih.

1. Danau Marakas

Hasil gambar untuk danau marakas
Danau Marakas ini dapat Anda jadikan destinasi wisata keluarga. Letaknya berada di kawasan komplek Perumahan Pesona Ungu, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Danau buatan seluas kurang lebih dua hektar dan dikelilingi oleh pohon, membuat suhu di daerah ini berbeda dengan suhu di daera Bekasi lainnya yang cenderung panas. Dilengkapi dengan tempat pemancingan, kolam renang, taman dan aneka warung kuliner, membuat Anda dan keluarga betah berlama-lama di sini.

2. Go! Wet Waterpark

Hasil gambar untuk go wet grand wisata bekasi

Bekasi boleh bangga dengan berdirinya Go! Wet Waterpark yang lokasi tepatnya di kawasan perumahan Grand Wisata, Tambun. Waterpark seluas 7,5 hektar ini didapuk sebagai arena bermain terluas di Indonesia. Hampir semua wahana permainan air tersedia seperti aneka seluncuran, kolam ombak buatan, area semprotan air dan masih banyak lagi.

3. Pantai Muara Gembong

Hasil gambar untuk pantai muara gembong

Objek wisata pantai Muara Gembong ini terletak di ujung Utara Kabupaten Bekasi, berdekatan langsung dengan Teluk Jakarta serta Kabupaten Karawang. Lokasi tepatnya adalah di Desa pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi. Dengan jarak tempuh dua jam dari kota Bekasi Anda akan mencapai lokasi pantai di mana hutan mangrove juga tumbuh subur. Selain hutan mangrove, 158 jenis burung juga hidup di sini. Anak-anak pun selain berwisata dapat juga sekaligus belajar. Terlebih hal menarik lainnya adalah Anda dan keluarga dapat melihat budidaya tambak udang, ikan dan rumput laut.

4. Curug Parigi


Hasil gambar untuk curug parigi di bekasi

Apa yang pertama kali Anda melhat air terjun pada gambar tersebut? Seperti air terjun Niagara di Amerika yah. Jangan salah, curug Niagara mini ini ada di kota Bekasi lho. Tepatnya di Desa Cikiwul, Bantar Gebang. Saat ini Pemkot Bekasi mulai menyadari potensi wisata curug tersebut. Sehingga tahun ini anggaran sebesar 8 milyar rupiah mulai dilaokasikan untuk memenuhi sarana dan prasarana penunjang daerah wisata ini. Seperti area parker, musholla dan tempat makan.

5. Wisata Rumah Pohon Jatiasih

Hasil gambar untuk wisata rumah pohon

Alam yang asri sekarang bisa juga didapat di daerah Bekasi. Berlokasi di Jalan Raya Parspotel, Jatiasih, Anda dapat mengajak si kecil untuk mengenal konsep wisata alam lebih dekat. Anak pun dijamin akan senang, karena berbagai arena bermain ketangkasan bisa didapat di tempat wisata ini. Sebut saja outbound, permainan lumpur, motor ATV dan tempat pemancingan bagi orang tua yang sedang menunggu anaknya bermain.

6. Hutan Kota Patriot Bunga Bangsa


Hasil gambar untuk hutan kota bekasi

Sadar akan kebutuhan penghijauan dan kualitas udara yang buruk di perkotaan. Pemkot Bekasi melestarikan pohon yang sudah ada menjadi kawasan Hutan Kota. Tujuh ribu batang pohon tumbuh di tanah seluas sekitar tiga hektar ini. Jogging track, gazebo, taman bermain anak serta musholla yang aktif dengan kajian setiap  magribnya. Membuat Hutan Kota ini hidup dan ramai akan pengunjung. Letaknya sangat mudah dicapai, yaitu bersebelahan dengan stadion GOR.

Ternyata lokasi wisata dekat pun ada di sekitar kita. Tidak perlu mengeluarkan biaya banyak dan dapat pergi setiap saat atau weekend. Jadi Anda mau mampir ke lokasi wisata yang mana di Bekasi?

#Kamaksaranular
#OneDayOnePost
#ODOPBatch5


Februari 13, 2018 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ▼  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ▼  Februari (31)
      • Saksi Bisu
      • Ini Langkah yang Kulakukan untuk Menghadapi Hari Tua
      • Pencarian Teman Sejati
      • Setelah Dua Puluh Dua Tahun
      • Review Buku Unbroken Heart
      • Kegundahan Jizah
      • ODOP
      • Bleno
      • Make Up Wajah untuk si Kulit Sawo Matang
      • Amplop Merah Jambu
      • Review Buku CHMS
      • Review Buku Turn Around, Darling!
      • _NICE HOMEWORK #4_ *MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIIT...
      • Good Meat
      • Hilang di Tikungan
      • Nasi Goreng Petai
      • Ini Tempat Wisata di Bekasi. Kamu Pilih yang Mana?
      • Kamu Berminat Membeli Buah Termahal Ini?
      • NHW#3 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
      • Pizza
      • Tiga Jam Bersama Kakak
      • Cara Membuat Bunga Mawar Tetap Segar Dalam Vas
      • Kue Ulang Tahun Termahal di Dunia
      • Manfaat Bermain Boneka Bagi Si Kecil
      • Mau Sehat? Minum ini Ajah!
      • Ini Cara Mengatasi Aroma Baju Tak Sedap di Musim H...
      • Bu Kasur Tokoh Anak-Anak
      • CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
      • 3 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Jamur Tiram
      • Jamur Tiram
      • PDKT
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose