facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi




Ada yang berbeda dalam penyampaian dongeng tadi malam.  Setelah Ibu Septi (founder IIP)  menyampaikan pembuka dongeng materi kedua. Dongeng dilanjutkan oleh seorang anak muda millenial yang mengerti kebutuhan emak-emak yang banyak bingung dalam belajar (kalau bingung ceritanya, kudu intip postingan sebelumnya heuheu).

Siapa sih anak muda yang mengguncang dunia per-emak-an ini?  Anak muda tersebut bernama Pandu  Kartika Putra. Beliau adalah seorang Direktur Eksekutif Jabar Digital Service. Menurut dongeng yang disampaikan Pak Pandu ini, materi tersebut adalah objek penelitiannya.

Apa sih nama materi yang disampaikannya itu?

Nama materinya adalah...  Metakognisi.

Ya, sebagai emak gaptek bin kudet ini, bingunglah dengar nama metakognisi ini. Dan setelah mendengar pejabarannya, makin terkesima, deh. Secara si Metakognisi itu bakal memudahkan cara belajar mamak gaptek yang banyak maunya ini.

Apa itu metakognitif ?

Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi. Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta (creating) sesuatu sesuai dengan kemampuan siswa. (sumber: wikipedia) 

Setelah materi pertama dimana emak harus menemukan keterampilan yang disuka dan bisa alias mencari telur hijau. Di materi kedua ini, emak kudu mengerucutkan aktivitas yang disukai dan bisa tersebut ke dalam kelompok empat kuadran gambar di atas.  


Emak harus memilah dan memilih mana aktivitas yang membuat mata emak berbinar bagai bintang kejora yang menghias langit malam. 


Setelah merenung dan tepekur beberapa lama dengan menatap telur-telur hijau. Akhirnya didapatlah seperti ini.  




Ternyata keperluan mendesak emak banyak juga. #lapkeringet. 

Selanjutnya adalah menemukan keterampilan dan menempatkan pada bagan di bawah ini. 


Sebenarnya keinginan emak banyak. Seandainya bertanam dan quilting bisa masuk ke dalam telur-telur merah, pasti bahagia sangat. Tapi, demi kemaksimalan belajar dan penguasaan bidang yang sangat penting dan mendesak. Lima juga sudah cukup banyak, kok. Kayak yang punya waktu banyak aja buat belajar #gayalebay. 

Semangat belajar! Semangat bahagia! Pasti bisa! 


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#instituteibuprofesional





Desember 22, 2019 No komentar

Ini adalah alat pelacak kekuatan diri. Jika aku menempatkan diri sesuai dengan alat melalui gambar tersebut. Aku akan mempunyai pijakan dalam menjalani hidup sebagai perempuan, istri, dan ibu yang bahagia.  


Gak berhasil diisi semua heuheu. Diisi seadanya seperti itu aja udah bingung.  Mungkin aku udah cukup bersyukur #tepak. Mungkin juga sebenarnya bingung dan gabut harus isi apa. Ya, setidaknya walaupun gak terisi semua, yang penting ada pijakan dan jelas arah tujuannya. Nanti kalau ada sesuatu untuk perubahan ditambah lagi, dah. 

Jika dilihat dari hasil lacakan gambar di atas, seharusnya gak ada masalah dengan cuci-mencuci. Padahal masalah percucian ini gak disebut di dalam alat pelacak tesebut.

Jadi, aku mah mengikuti apa yang disarankan oleh materi aja. Saran menurut pengertian aku, lho. Semoga aja maksud dari materi itu begitu. Tapi, setelah ditelaah dan dipikir-pikir, sepertinya secara tidak sadar aku telah melakukan hal yang sudah disampaikan dalam materi, deh. 

Begini. Rutinitas wajib setiap hari itu kan, mencuci, beberes rumah (ngepel, ngelap-ngelap), menyetrika, masak, cuci piring, dan hal berbau-bau urusan rumah. Terkadang aku tuh suka moodi-an gitu. Kalau rajinnya lagi mampir, mencuci itu bisa dilakukan pukul 5.30, lho. Hal yang luar biasa ini  buatku. Sebagai catatan, mencucinya itu manual alias pakai dua lengan dan sepuluh jari. Tapi kalau lagi gak rajin bukan malas yak. Cuma mengundurkan waktu pencucian aja. Beda lho sama malas #ngeles. Aku tuh bisa mencuci pukul sebelas atau habis lohor gitu.  Jadi, paginya ngapain, tuh? 

Ini dia, apa sebab hal yang disuka dan bisa tertulis di gambar atas. Hal pertama yang aku kerjakan adalah hal yang bisa membuat aku bahagia. Misalnya seperti pagi ini. Setrikaan gak numpuk-numpuk amat, sih. Tapi lumayan kalau tidak dikerjakan. Terlebih salah satu dari setrikaan tersebut, ada kemeja kerja yang akan dikenakan oleh suami. Daripada menyetrika cuma satu kemeja. Kan, sayang listrik dan tenaga.  Alhasil, sehabis subuhan, main mobil-mobilan, deh. Tapi, hati senang, lho #seriusan. 
Dua jam setengah selesai sudah tumpukan setrikaan di dalam keranjang. 

Mencucinya bagaimana? Mundurlah waktunya. Sambil istirahat sebelum waktu mencuci yang belum ditentukan. Mengerjakan tugas Buncek ini dulu.  Ini juga kan merupakan salah satu hal yang disuka, yaitu menulis. Pekerjaan menulis membuat diriku bahagia. Kalau hati bahagia, nanti pas saatnya mencuci, gak bakal jadi beban. Soalnya hati sudah diiisi bunga-bunga. #lebaydikit

Fleksibel aja buat semua pekerjaan wajib itu. Judulnya dalam waktu satu hari, sebelum pukul lima sore.  Pekerjaan wajib terselesaikan. Hal yang membahagiakan juga dapet. 

Nah, dibawah ini adalah pekerjaan yang membuat hati bahagia.  


Lacak diri selesai, untuk saat ini. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institu





Desember 16, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2019 (15)
    • ▼  Desember (2)
      • Inilah Aku
      • Melacak Aku
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose