facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi


Ramadan adalah bulan istimewa di antara sebelas bulan lainnya. Bahkan berkah ramadan banyak dirasa oleh semua kalangan agama. Lihat saja pedagang dadakan yang menata mejanya di depan rumah atau di pinggir jalan. Aneka macam kudapan tersedia menggugah selera. Semua ingin mendapatkan berkah dari orang-orang yang berpuasa.

Mereka menyadari bahwa banyak masyarakat yang ingin mengistimewakan momen berbuka puasa dengan hidangan yang tidak mereka dapat di bulan biasa. Sebut saja salah satunya adalah kolak.

Yah, meskipun kolak bisa dibuat dan didapat bukan pada bulan Ramadan saja. Tapi tetap kolak selalu identik dengan hidangan buka puasa. Aneka kolak pun sekarang banyak jenisnya, sebut saja kolak pisang, kolang kaling, tapai, labuh, pacar cina, biji salak, ubi, atau kalian punya jenis kolak lainnya?

Mulai kapan sih, kolak menjadi salah satu primadona hidangan berbuka puasa? Memang kolak berasal dari mana?

Menurut beberapa artikel, penamaan kolak itu ada filosofinya, lho. Karena ternyata kolak itu ada hubungannya dengan penyebaran agama islam pada zaman dulu. Bukan hanya melalui gamelan atau wayang saja yang kita tahu dalam penyebaran agama islam ini. Nama kolak berasal dari kata khalik yang artinya Tuhan pencipta alam semesta atau Allah swt.

Kolak adalah hasil rembukan para ulama di Jawa untuk memasyarakatkan agama islam. Dengan cara sederhana ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal dan memahami agama islam.

Dan memang benar, pendekatan melalui makanan yang merupakan kegiatan sehari-hari ini, sangat mengena di kehidupan masyarakat. Sehingga mereka dengan mudah menerima suatu ajaran. Dalam hal ini adalah agama islam.

Para ulama pun menamai kolak yang sarat akan makna, sehingga masyarakat akan dengan mudah mengerti tentang ajaran islam yang diberikan.

Seperti isian bahan kolak pisang, yang pada umumnya menggunakan jenis pisang kepok. Kepok disini mempunyai maksud dan arti kapok. Kapok dengan perbuatan dosa dan jera untuk tidak melakukannya lagi. Dengan kesalahannya tersebut, masyarakat harus segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt.

Ada juga isian kolak berbahan dasar ubi atau telo pendem. Ubi yang tumbuh di dalam tanah diartikan bahwa masyarakat harus mengubur kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Mereka harus kembali kepada jalan yang diridhoi Allah swt.

Kudapan kolak ini awalnya disajikan pada bulan Syaban, satu bulan menjelang Ramadan. Masyarakat diajak untuk menyambut bulan penuh berkah dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Tapi ternyata kudapan kolak tersebut berlanjut hingga pada bulan Ramadan. Kolak akhirnya menjadi tradisi sebagai hidangan buka puasa.

Rasanya yang manis dari gula aren ditambah dengan santan, membuat kudapan kolak ini menjadi favorit masyarakat untuk berbuka. Terlebih mengkonsumsi kolak akan membuat tubuh  terisi dengan energi setelah berpuasa satu hari penuh.

Kepopuleran kudapan manis tradisi jawa ini akhirnya merambat hingga ke daerah lainnya. Seperti Padang yang terkenal dengan bubur kampiunnya yang mirip dengan kolak. Dengan berbahan dasar bubur sumsum, santan dan gula merah dijadikan sebagai pemanis atau kuahnya.

Bahkan kudapan kolak ini sampai ke Asia Tenggara. Tentunya disesuaikan dengan tradisi mereka.

Bahkan kolak sekarang sudah mengalami kreasi dan inovasi sesuai selera masing-masing tempat dan individu.
Tapi tetap tadisi jawa ini mengingatkan akan asal muasal kolak yang tidak lepas dari keberadaan Allah swt.

Jadi, favorit kolak berbuka puasamu apa?

#ODOP99days
Mei 27, 2018 No komentar

Judul : Of Bees and Mist
Penulis : Erick Setiawan
Penerbit : Gagas Media
Jml hal : 570hlm

Kisah klise tentang menantu vs mertua. Tapi disuguhkan dengan menarik. Dari segi bahasa, diksi, detail deskripsi baik itu tokoh maupun suasana yang digambarkan begitu nyata. Membawa jantung pembaca berdegup kencang, hati menjadi cemas dan khawatir bila terjadi konflik antar tokoh didalam cerita.

Diawali dengan perkenalan Meridia, seorang gadis yang begitu tertutup dan tidak mempunyai banyak teman, dengan Daniel, seorang laki-laki tampan yang begitu ceria.

Meridia hidup dengan seorang ibu yang tidak banyak bicara tapi sangat sayang padanya. Ibu yang banyak menghabiskan waktunya hanya di dapur dengan membuat banyak makanan untuk ayahnya.

Sedang Ayah Meridia menjadi tanda tanya besar. Apakah dia mencintai Meridia? Karena dia memperlakukan Meridia bukan seperti anaknya. Kekakuan, penghormatan, ketakutan, keseganan. Menjelang akhir cerita barulah diketahui tentang perasaan sang ayah pada putri semata wayangnya itu.

Tidak perlu waktu lama bagi Meridia untuk memutuskan menikah dengan Daniel. Terlebih alasan Meridia menikah di usia enam belas tahun dikarenakan ingin lepas pergi dari sisi ayahnya.

Adalah ibu Daniel menambah kekuatan untuk segera menikah. Dia begitu baik dan ramah, meskipun Meridia tidak tahu alasan apa yang menyebabkan dia dan Malin begitu buruk memperlakukan adiknya, Permony.

Menjadi bagian dari keluarga Daniel sungguh membahagiakan Meridia. Ibu mertuanya banyak memberikan tugas yang belum pernah dia rasakan ketika menjadi di rumah orang tuanya.

Tugas-tugas seperti: memasak, menjahit, berbelanja, berkebun lama kelamaan menjadi kewajiban. Tindakan ibu mertua pada Meridia layaknya seperti pada Patina. Seorang pembantu tua yang nanti di tengah cerita akan membuat pembaca terkejut.

Konflik menajam ketika Eva, ibu Daniel ikut turut campur pada rumah tangga mereka. Hingga Meridia memutuskan kembali ke rumah orang tuanya.

Tapi konflik pertama ini dapat diselesaikan dengan sebuah perjanjian antara orang tua Daniel dan Meridia. Hingga pasangan pengantin yang baru tiga bulan ini dapat bersatu kembali.

Konflik demi konflik mulai muncul ketika Meridia dan Daniel sudah tinggal terpisah dari ibu mertuanya,Eva.

Eva tetap mengendalikan rumah tangga pasangan muda ini. Keahlian Eva dalam memengaruhi anaknya dengan lebah, membuat rumah tangga Meridia dan Daniel terguncang kembali. Padahal saat itu Meridia sedang hamil.

Meridia yang mulai bisa memahami para lebah yang sering menyerang suami dan dirinya, mulai mengatur strategi melawan Eva. Meridia muda ternyata cerdas dan cerdik. Beberapa kali situasi dapat dikendalikan. Meskipun begitu kekuatan Eva sang ibu mertua sulit dilawan. Bahkan ayah Daniel tidak kuasa melawan kehendak istrinya tersebut.

Toko perhiasan dan rumah dengan modal pinjaman dari orang tua Daniel tidak menjadi besar. Eva selalu meminta Daniel memberikan lebih keuntungan, bahkan pernah Meridia menjual perhiasan mas kawinnya untuk memenuhi permintaannya. Sedangkan pasokan batu mulia dari toko ayahnya Daniel, Elias hanya diberikan barang berkualitas rendah. Bagaimana pasangan tersebut bisa melunasi pinjamannya pada mereka?

Meridia yang pandai dalam hal pembukuan dan mengatur keuangan keluarga, pandai juga dalam berbisnis. Dengan modal dua batang emas pemberian ibunya, Ravenna. Walaupun pada akhir cerita ternyata emas dan amplop berisi uang yang diselipkan di depan pintu setelah kunjungan Ravenna ke rumahnya ternyata bukanlah pemberian ibunya. Menggadaikan batang emas tersebut pada pemasok batu mulia. Tentu hal ini tanpa sepengetahuan Eva.

Perkembangan dan kemajuan bisnis inilah yang pada akhirnya membuat pasangan muda tersebut dapat mempunyai rumah dan toko perhiasan sendiri.

Sayang, perkiraan Meridia salah. Sang ibu mertua masih saja mengganggu kehidupan keluarga kecilnya. Dengan alasan menengok cucu, Eva tetap membuat provokasi pada Daniel untuk membenci Meridia.
Rahasia mengapa ayah dan ibu Meridia begitu dingin dan tak saling bicara. Elias suami Eva yang terus dihantui rasa bersalah karena melukai cucunya, anak dari Meridia dan Daniel hingga akhirnya dia meninggal. Pemanfaatan Eva pada Malin untuk membenci adiknya, pernikahan Permony yang direncanakan Eva, yang pada akhirnya membuat Permony meninggal ketika melahirkan.
Begitu banyak konflik pada semua tokohnya.

Kekuasaan seorang ibu yang ingin tetap menguasai suami dan anak-anaknya. Mengatur hidup dan memutuskan apa yang baik bagi mereka.

Apakah anak-anaknya akan mengerti sikap ibunya? Bukankah manusia punya batas kesabaran? Akhir cerita yang tragis dan membahagiakan bagi sang ibu, Meridia, dan Daniel akan didapat setelah kamu baca sendiri kisahnya.

#ODOP


















Mei 20, 2018 No komentar

Kakak mengeluhkan giginya yang sakit. Dia bilang gigi paling belakang seperti mau tumbuh tapi sakit banget. Makan pun terganggu karena setiap gerakan mengunyah akan mengundang rasa linu.

Saya menganggap hal biasa. Itu kan gigi bungsu yang memang sudah sewajarnya tumbuh. Lupa sih bagaimana gigi bungsu saya tumbuh dulu. Jadi kalau agak sakit, itu memang sudah bawaan alaminya. Toh, anak bayi mau tumbuh gigi saja suhu tubuhnya juga terkadang naik dan dibarengi dengan rewel.

Ternyata sangkaan saya salah. Laporan hasil dari pemeriksaan dokter gigi. Rahang kakak tidak cukup ruang untuk gigi bungsu yang akan tumbuh. Rahangnya terlalu kecil, sehingga membuat kedua gigi bungsu tersebut tumbuh miring dan menabrak gigi di depannya.

Usia 17-25 tahun memang tumbuhnya gigi terakhir dari orang dewasa. Jumlah gigi orang dewasa pada umumnya adalah 32. Tapi bagi yang mempunyai rahang kecil seperti kakak, maka jumlah maksimal gigi yang dimiliki adalah 28.

Rontgen pun dilakukan untuk melihat lebih jelas dan memastikan tindakan yang akan diambil lebih lanjut. Dan saran dokter gigi setelah memperlihatkan hasil rontgen bahwa kedua gigi bungsu kakak harus dicabut.

Dengan menggunakan BPJS, dokter di klinik memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Dari rumah sakit, dokter memberikan rujukan ke Lakesgilut (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut) milik AU (Angkatan Udara).

Yah, hanya Lakesgilut milik AU yang bersedia melayani kasus bedah mulut. Wajar bila masa tunggunya hingga mencapai enam bulan. Karena BPJS hanya mengcover Rp 850.000,- dari total biaya 1,8-2,5 juta rupiah per satu buah gigi.

Dikarenakan hasilnya tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Tiga bulan penantian untuk mencabut gigi di RSUD Bekasi. Dan penantian di Lakesgilut hingga Oktober. Maka kami memutuskan untuk keluar dari jalur BPJS.

Gigi bungsu sebelah kanan kakak tidak bisa menunggu hingga Oktober. Dikarenakan giginya sudah memperlihatkan mahkotanya. Bisa-bisa gigi di depannya terancam tertabrak dan akhirnya akan menimbulkan masalah baru.

Akhirnya dikeluarkanlah biaya sebesar dua setengah juta rupiah. Kami tidak mau menanggung resiko menunggu sampai Oktober. Nah, kalau untuk gigi bungsu sebelah kiri, sepertinya dapat menunggu hingga Juli di RSUD Kota Bekasi.

Tidak semua RS menerima kasus ini meskipun menggunakan BPJS atau KS (Kartu Sehat). Mungkin karena bukan termasuk kategori penyakit. Maka banyak RS tidak bersedia menanggung biaya tindakan bedah mulut untuk kasus ini.

Semoga kakak lekas pulih dengan kondisi yang menyedihkan ini. Tidak enak makan, minum, tidur, pipi bengkak.

Mamah sayang kakak.

#ODOP
Mei 13, 2018 No komentar

Judul buku: Dilan 1990
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Jml hal: 332 hal

Demam Dilan dan Milea belum lama berakhir. Dan saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang penasaran akan filmnya.

Maklum saya kan produk tahun 1990. Pernah kuliah di Bandung juga sekitar tahun 1992 - 1996. Yah, jadi sedikit banyak masih tergambar jelas apa yang Pidi Baiq sang penulis Dilan 1990 tuangkan ke dalam novelnya.

Apalagi saya tinggal di Jalan Patuha, tidak jauh dari wilayah Buah Batu. Makin jelaslah apa yang sudah Dilan jelaskan ke Milea, pada saat mereka berdua berboncengan naik motor, menyusuri jalan Bandung.

Pada awal-awal bab, penyuguhan cerita biasa saja, alias tidak ada yang istimewa. Cuma gombalannya Dilan tidak seperti anak remaja kebanyakkan.

Usut punya usut, di pertengahan bab lah kita akan mengetahui mengapa rayuan dan gombalan Dilan begitu elegan dan bermakna. Tidak perlu kata-kata romantis,tidak perlu suasana mendayu dan mengharu biru. Di angkot, menyusuri jalan sekolah pun lontaran kata-kata Dilan mampu meluluhkan hati Milea yang sudah memiliki pacar di Jakarta.

Konflik yang disuguhkan bukanlah konflik Dilan sendiri. Tapi lebih karena Dilan si Panglima Tempur geng motor mempunyai anggota yang nakal dan susah diatur.
Akibatnya terjadilah penyerangan oleh geng motor lain ke sekolah untuk mencari anak buah Dilan tersebut.

Meski hubungan Dilan dan Milea lebih dari sekadar teman. Tanpa peresmian tentu hal ini membuat Milea gusar. Benarkah dia pacar Dilan? Seperti yang dia dengar dari mulut ibu Dilan sendiri.

Di sinilah istimewanya seorang Dilan yang berbeda dari remaja kebanyakkan. Buku Kahlil Gibran yang dibacanya, membuat dia dapat meluluhkan hati Milea. Rayuan bukan gombal.

Bahkan di pertengahan bab sampai akhir. Penulis menyuguhkan kalimat sederhana namun sarat makna. Begitu mumpuninya dia, menulis dari sudut orang pertama perempuan. Padahal kan Pidi Baiq laki-laki. Tidak menggunakan banyak tempat sebagai setting ceritanya. Paling banyak lokasi cerita cuma sekolah dan rumah.

Selesai membaca buku ini, saya mesem-mesem sendiri. Mungkin karena saya pernah hidup di jaman itu. Dan saya pernah mengalami salah satu adegan di dalam film tersebut. Stt, rahasia.

Kalau kamu menonton film Dilan, tentu kamu juga bakal punya adegan favorit yang pernah dialami pada jaman tersebut.



Mei 06, 2018 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ▼  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ▼  Mei (4)
      • Kolak dan Ramadan
      • Review Buku Of Bees and Mist
      • Si Gigi Bungsu
      • Review Novel Dilan
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose