facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi



Mencoba melanjutkan membaca buku You Can Be Happy. Cuma dapat beberapa halaman saja hari ini.

Kata yang di dalam buku, kalau mau bahagia harus mempunyai relationship (menjalin hubungan). Hubungan dengan teman, tetangga, keluarga. Kalau dalam ajaran agama saya mah namanya menjalin tali silaturahim.

Iya juga sih. Makin banyak teman yang kita miliki berarti kita semakin bahagia. Bertemu teman dan lingkungan baru adalah hal yang menyenangkan. Begitu pula dengan menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Terlebih bila kakak dan adik kita masing-masing sudah berkeluarga. Berkumpul beserta para keponakan rasanya tentu luar biasa bahagia.

Maaf, kali ini pun tanpa ngobrol lagi dengan suami. Doi lebih asyik membaca berita dari gawainya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day10
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First

Januari 21, 2019 No komentar

Ternyata saya tidak bisa menulis tanpa membaca terlebih dahulu. Alhasil saya membaca beberapa halaman sebelum akhirnya merangkai kata di sini.

Hari yang melelahkan. Beberapa tulisan belum digarap. Masih mencari ide sebetulnya. Padahal DL sebentar lagi menghampiri.

Saya mau melanjutkan tulisan tentang buku yang sedang dibaca mau empat hari ini. You Can Be Happy sudah menyelesaikan bab tiga.

Maaf, saya nggak ngobrolin buku ini lagi dengan suami. Dia tetep bergeming kalau persoalan buku. Sepertinya berita di medsos lebih seru dibanding buku. Sudahlah #kibastangan

Bab tiga tambah seru topiknya. Untuk meraih kebahagiaan kita harus mengubah pola tidur. Maksudnya adalah kita harus memiliki tidur yang berkualitas. Jumlah jam yang cukup yaitu delapan jam. Di sini juga dijelaskan mengatasi kesulitan tidur atau insomnia.

Besok dilanjutin lagi yak bacanya. Hari terakhir tantangan dari game level 5 ini. Kemungkinan nggak kelar sih bacanya. Tapi tenang, saya bakal nyelesein baca, kok. Dan akan di review di IG @dnoviany. Doain yak yak para pembaca. Doain saya supaya menang lawan Mr. Alasan. Jadi bisa posting di IG deh. Heuheu

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day9
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 20, 2019 No komentar

Hari ini enggak baca buku lanjutan You Can Be Happy. Hari ini baca beberapa artikel tentang jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ceritanya mau mengisi e-bulletin IP Bekasi. Ini pertama kali buat saya, lho.

Sebenarnya sih, udah lama kepingin banget bisa berpartisipasi mengisi di e-bulletin. Tapi seringnya enggak PD. Dan akhirnya di awal tahun 2019 ini, saya mulai memberanikan diri untuk menulis artikel perdana. Habis kalau enggak dimulai-mulai, kapan bisa ada perbaikan dalam menulis. Ya enggak? Heuheu

Untuk menulis satu artikel. Saya membaca 4-5 artikel yang topiknya sama. Biar ada gambaran kalimat yang bakal ditulis. Biar nanti pas menulis, kalimatnya enggak sama dengan artikel-artikel tersebut. Juga biar dapat penjelasan lebih rinci dari tokoh yang dimaksud.

Biasa setiap menulis selalu bilang dulu sama suami. Biar dia tahu kalau istrinya lagi menulis tugas. Eh, seperti biasa. Tanggapannya seperti biasa, BIASA aja. Tanpa ekspresi pula. Ya sudahlah. Baiklah kalau begitu, yang penting enggak melarang hobi saya aja.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day8
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*


Januari 19, 2019 No komentar

Setoran hari ke-7 melanjutkan bacaan You Can Be Happy. Hari ini berhasil melewati satu bab dan sedang memasuki bab dua.

Ngobrol buku ini sama suami? Lumayan susah. Dia nggak tertarik dengan buku yang dibaca oleh saya. Dia sudah terbiasa melihat saya baca. Tapi kalau saya mau mulai berdiskusi tentang buku yang dibaca. Responnya nggak seperti yang diharapkan.

Mungkin saya akan mencoba dengan cara~memperlihatkan hasil tulisan ini dengan memberikan link blog. Kita lihat nanti hasilnya bagaimana.

Ada apa sih di bab 2 buku ini? Di bab dua ini membahas bagaimana kita berkomitmen pada kebahagiaan. Saya suka kutipan:
Jika kita mampu menunjukkan motivasi kita untuk menjadi lebih bahagia, kita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapainya.
Salah satu cara motivasi tersebut adalah dengan menghadirkan sosok inspirasi, teladan, dan contoh yang bisa mengilhami kita untuk menjadi orang yang kita inginkan.

Mungkin sebaiknya saya mulai mencari atau bahkan mungkin sudah ada tapi saya tidak menyadarinya. Baiklah malam ini sebelum tidur saya akan mulai merenung sebelum terlelap. Dan mendapatkan sosok tersebut.

Satu lagi kutipan dalam bab dua ini.
“Ketika dunia berkata, ‘Menyerahlah, ‘Harapan akan berbisik, ‘Cobalah sekali lagi.’”
-Anonim

Jadi saya harus bertahan untuk mencapai kebahagiaan. Harus terus melangkah meskipun kemajuan tersebut kadang terkesan lambat. Siapa lagi yang akan mendukung diri saya selain diri sendiri. Lingkungan hanyalah bagaimana kita memandangnya. Karena di dalam lingkungan selalu ada sisi positif dan negatif.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day7
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 18, 2019 No komentar

Untuk setoran tantangan hari ke-6 ini saya membaca Quran. Tepatnya surat Al Kahfi.

Pada saat pengajian yang saya hadiri di setiap hari Selasa. Umi menyarankan untuk membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat. Sedangkan saya terbiasa membacanya pada hari Jum'at siang setelah melaksanakan salat dzuhur.

Penasaranlah saya perbedaan membaca Al Kahfi pada malam Jumat dan hari Jumat. Apa mungkin ada perbedaan keutamaan pada dua waktu tersebut?

Jika merunut pada sejumlah dalil shahih tentang perintah dan keutamaan membaca surat Al Kahfi. Maka dalil shahih dari:

1. Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, disebutkan;
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum'at.

Tuh kan nggak ada bedanya membaca pada malam Jum'at dan hari jum'at. Cuma karena perbedaan penetapan waktu/hari saja. Malam Jum’at dalam islam itu diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Dengan begini, saya mah mungkin bacanya pas waktu ashar hari Kamis seperti biasa. Kan lebih cepat lebih baik. 😊

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day6
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

Januari 17, 2019 No komentar

Ganti bacaan lagi aja😋
Kalau siang baca buku fisik. Kalau malam baca buku online pinjam dari Ipusnas. Buku sebelumnya Men Don't Listen, Women can't Read The Map belum kelar dibaca, tapi harus hilang dari keranjang pinjaman. Maklum jumlah halaman kurang lebih 400 dan harus selesai dalam waktu tiga hari. Enggak sanggup 😢

Malam ini saya pinjam dari Ipusnas lagi. Jumlah halamannya 177. Semoga bisa selesai sebelum ditarik kembali secara otomatis oleh Ipusnas.

Bab pertama dari buku yang ditulis oleh Ahmad Fanani berjudul Tips Menjadi Pribadi Lebih Hebat berisi Tips Hemat.

Saya sudah membaca sampai dengan halaman 26, 49 poin tips berhemat. Dan belum selesai. Masih banyak poin yang belum dibaca.

Ada kutipan seru dari buku ini, lho. Saya tulis beberapa yang menurut saya seru dan bakal jadi inspirasi atau motivasi  buat teman-teman.

Ketidaksabaran tidak pernah mendatangkan kesuksesan. (Edwin H. Chapin)

Kutipan tersebut didapat dari tips berhemat tentang kesabaran. Yaitu kita harus bersabar saat sedang menabung. Jangan tergoda untuk menggunakannya sebelum target tabungan tercapai. Kalau misalnya kita mau membeli barang, maka kita harus menunggu saat toko mengadakan sale atau saat ada diskon.

Ada lagi yang saya suka.

Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek. (Charles Noble)

Kalau kutipan ini dari tips berhemat tentang Menetapkan Tujuan. Bahwa dalam menabung, kita harus menetapkan tujuan jangka pendek terlebih dahulu. Karena kesuksesan terwujudnya jangka pendek. Membuat kita semangat menabung yang pada akhirnya kita akan menuju tujuan jangka panjang.

Tuh gimana? Seru,kan? Ada sih rasa bangga sedikit dalam diri bahwa di antara sekian puluh tips yang belum selesai dibaca tersebut, saya sudah menjalankannya.

Intinya sih, kira wajib membuat rencana menabung, menganggarkan, mewujudkan rencana. Berhemat bukan ngirit yang ujungnya jadi pelit.

Nanti diterusin lagi yah bahasannya kalau sudah tambah halaman yang dibaca.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day5
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 16, 2019 No komentar


Hari ke-6 tapi buat laporan hari ke-4. Dua hari kurang memanage waktu. Jadi enggak sempat menulis hasil kegiatan di hari itu. Tapi saya baca, lho, walaupun enggak banyak.

Di hari ke-6 ini saya membaca buku lain. Kalau yang sebelumnya membaca via online alias pinjam di Ipusnas. Sekarang saya membaca buku koleksi kakak lagi.

Hampir mirip dengan buku Pemulihan Jiwa 2 nya Dedy Santosa. Buku,You Can Be Happy oleh Profesor Daniel Freeman & Jason Freeman ini mengajak kita sebagai pembaca untuk bisa menemukan kebahagiaan.

Saya baru baca bab awal yang berisi panduan penggunaan buku. Biasa suka ngintip ke bagian tengah atau akhir halaman dari buku. Tapi kali ini sengaja enggak melakukan hal itu.
Biar penasaran.

Oh iyah, di buku ini bilang kalau ada empat indikator kebahagiaan:
  1. Kenikmatan (pleasure)
  2. Makna (meaning)
  3. Keterlibatan diri (engagement)
  4. Lebih sedikit emosi negatif

Dibahas juga mengapa alasan kita harus bahagia. Dan ada satu kalimat kutipan dari dari ilmuwan dan filsuf abad ke-17 Francis Bacon:”Uang itu seperti kotoran: yaitu ia tidak bermanfaat kecuali jika dibuang (disebarkan).”

Wuah, keren kan? Enggak usah dibahas maksudnya apa. Saya mah yakin teman-teman mengerti semua.

Di akhir bab awal ini, terdapat kuesioner The Warwick-Edinbugh Mental Wll-being Scale (WEMWBS). Kuesioner yang memuat sejumlah peryataan soal perasaan dan pikiran. Dan jawabannya harus dari perasaan kita selama dua minggu terakhir.

Semakin tinggi skor, maka semakin kita bahagia. Stt, saya sudah coba. Tapi enggak dikasih tahu, ah. Heuheu. Malu. Ternyata kebahagiaan saya…

Bacaan kali ini enggak ngajak suami buat diobrolin. Nanti aja kalau pas dia lagi santai. Kepingin lihat hasil kuesioner kalau dia yang ngisi. Apakah dia hidup bahagia bersama saya? Heuheu



#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*


Januari 15, 2019 No komentar

Hari ke-3 tantangan game level 5 masuk ke bacaan yang kedua.

Sebenarnya sih, sebelum baca buku “Man don't listen, Women can't read the map”, saya baca buku tentang penderita skizofrenia terlebih dahulu. Cuma ya gitu, penulisannya kurang enak dibaca. Kayak enggak diedit sama editor. Apa mungkin karena penerbitnya ingin kisah si penulis sekaligus si penderita tetap dalam keadaan original?

Saking penasaran, saya terus membaca buku tersebut sampai halaman dua puluh tiga. Berharap bagian penulisan yang nggak enak dibaca itu cuma diawal. Sayang enggak ada perubahan. Akhirnya saya sudahi deh baca buku itu.

Sedikit saya ceritakan tentang isi buku ini sedikit, yah. Eh, saya enggak membahas bareng sama suami untuk bacaan yang gagal ini. Karena ya itu tadi, gara-gara penulisannya kurang enak dibaca, saya jadi enggak mood buat membahas tentang penderita skizofrenia.



Jadi Mimi kecil, nama tokoh dalam cerita ini mengalami pengalaman yang tidak mengenakan dari pamannya. Sang paman sering memarahi dan membentak Mimi tentang hal-hal kecil. Seperti mengacak-acak mainan yang sudah dirapikan. Padahal anak kecil kan memang tingkahnya seperti itu, yah.
Atau pengalaman Mimi mengalami ditolak cinta, dibully, sampai ayahnya yang mengintip ia mandi. Hal-hal yang dialami sejak kecil hingga remaja itulah yang membuat Mimi menderita skizofrenia. Tapi itu baru kesimpulan membaca sampai halaman dua puluh tiga. Baru gejala, sih. Di situ Mimi tidak dapat membedakan mana yang nyata dan halusinasi.

Terus saya ganti baca buku, deh. Saya pinjam dari Ipusnas online lagi. Setelah memilih dan memilah dari sekian banyak buku. Judul buku “Man don't listen and women can't read the map” saya pilih.

Baru sampai halaman dua puluh dari kurang lebih hampir 400 halaman. Semoga saja bisa selesai dalam tiga hari. Lumayan banyak soalnya heuheu.

Pas suami di info saya sedang membaca buku ini. Dia cuma tertawa. Alamat enggak bisa diajak ngobrol tentang buku ini kayaknya.

Bab awal cukup menarik sebagai pembuka. Menceritakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Bahwa bila pada zaman sekarang kita tetap mengikuti perbedaan tersebut. Mungkin antara laki-laki dan perempuan tidak ada kesalahpahaman.

Inti dari bab awal tentang perbedaan laki-laki dan perempuan pada zaman dahulu adalah bahwa laki-laki adalah pencari makan dan perempuan adalah pelindung tempat tinggal mereka.

Oke, sepertinya dicukupkan dahulu. Nanti akan dilanjut lagi setelah ada penambahan halaman yang saya baca di buku ini.



#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*







Januari 12, 2019 No komentar
Buku: Pemulihan Jiwa 2
Penulis: Dedy Santosa
Penerbit: Transmedia
Jml hal: 126 hal

Akhirnya selesai juga baca buku Pemulihan Jiwa. Terima kasih banyak untuk game level ini. Rekor nih bisa selesai cepat. Karena game ini, saya harus melawan rasa mood malas. Apalagi target buku berikutnya sudah menunggu.

Waktu baca bagian tentang alam bawah sadar. Di sana tertulis bahwa di toilet terlebih, maaf, saat pelepasan pup adalah saat yang tepat untuk memasuki alam bawah sadar kita dengan memberikan sugesti positif. Sugesti positif tersebut akan membuat kita selalu semangat untuk mencapai tujuan.

Nah, suami kan kalau semedi di toilet lumayan lama tuh. Akhirnya saya menulis beberapa harapan untuk diwujudkan dalam jangka dua tahun yang bakal ia baca.

Terdapat lima poin yang saya tulis di atas karton bekas kue. Lalu saya bungkus plastik transparan, biar terlindungi dari percikan air.

Setelah ia selesai dan keluar dari toilet ia bilang begini,”ngapain tuh dreamboard di pasang di toilet?”

“Biar dibaca sama kamu. Kata buku Pemulihan Jiwa Dedy S. Saat di toilet adalah saat alam bawah sadar kita terbuka. Kalau kamu baca kan berarti semua cita-cita kita insyaAllah bakal tercapai. Karena cita-cita kita itu udah tertanam dan tersugesti dalam diri. Gimana? Udah baca kan tadi?” Saya menjelaskan panjang lebar.

Dengan gembira dan hati senang saya cukup bangga dengan diri. Sekali-kali bolehlah yah bangga pada diri. Setidaknya saya tidak berharap sendirian akan cita-cita kami tersebut. Saya ingin suami juga ikut terlibat dalam mewujudkannya.

Dan untuk sesaat, hati saya patah ketika sambutan akan penjelasan panjang lebar tadi, ia balas dengan berkata,”enggak kebaca. Enggak pake kacamata soalnya.”

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*




Januari 11, 2019 No komentar


Leveeeel 5.
Enggak terasa udah game level 5 aja. Tadinya mau mundur alias lewat untuk level 5 ini. Tantangannya menstimulasi anak agar mencintai buku dan membaca. Sedangkan kakak kesukaannya memang baca. Jumlah buku kami berdua saja saingan.

Dan, setelah ngobrol di grup peer. Terbuka deh pikiran saya. Saya akan menjalani tantangan ini untuk diri sendiri. Kemudian akan berdiskusi, hmm, mungkin tepatnya saya yang bercerita. Suami mah nggak suka baca. Jadi nanti biar aja kalau komunikasinya cuma satu arah. Yakin aja kalau lama-lama suami bakal tertarik dengan buku yang saya baca.

Sebenarnya ini buku sudah mulai dibaca minggu lalu. Tapi nggak selesai-selesai. Padahal cuma 126 hal. Judul bukunya adalah Pemulihan Jiwa 2 karya penulis yang bernama Dedy Susanto.

Bukunya bagus banget. Buku yang berisi mensugesti diri sendiri ini benar-benar berpengaruh terhadap pola pikir saya dalam menjalani hidup. Hmm, sebenarnya sih baru terbuka sedikit sih. Bacanya baru sampai hal 84. Jadi pikirannya belum terbuka utuh.

Waktu itu pernah ngobrol sama suami tentang buku ini. Pas kebetulan saya memang lagi galau. Terus saya bilang,”buku kakak ini bagus banget lho, pah.”

Baca buku ini, seperti kita sedang berbicara pada diri sendiri. Bagaimana kita memandang masalah, bagaimana kalau kita sedang galau, bagaimana kalau kita sedang merasa tertolak, merasa tidak dicintai dan tidak dibutuhkan.

Kemudian setelah membaca per bab dan per masalah. Di sana ada tulisan untuk mensugesti diri bahwa kita bisa mengatasi masalah tersebut. Kira-kira begitulah.

Nanti deh kalau sudah selesai baca, saya info lebih jauh lagi. Tapi kalau seandainya nggak selesai. Saya tetap bakal laporan, kok. Jadinya kan lebih detail yah.

Sebagai bukti tantangan hari pertama ini diselesaikan. Saya buat pohon literasi. Seru juga ternyata heuheu



#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day1
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*
Januari 10, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ▼  Januari (10)
      • Masih Buku yang Sama #1
      • Masih Buku yang Sama (You Can Be Happy)
      • Biasa Saja
      • I Can Do It #day7
      • Surat Al Kahfi Baiknya Dibaca Malam Jum'at atau Ha...
      • Mengubah Diri
      • Bahagia Itu...
      • Mars dan Venus day#3
      • Bukan Diskusi
      • Baca
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose