facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi

Review Buku

Judul buku: Elang
Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: Almira Management
Jumlah hlm: 300 hlm
Cetakan I: 2009

Elang Timur dan Elang Laut adalah kakak beradik kembar fraternal. Persaingan antar adik-kakak mungkin sudah biasa. Yang tidak biasa adalah sikap bijaksana dari kedua Elang tersebut.
Umumnya kita tahu bahwa kakak akan  mengalah untuk adiknya. Tapi tidak di novel bergenre sasta roman ini. Persepsi kakak harus lebih unggul dari adik adalah sebuah keharusan bagi Timur. Tidak ada kata mengalah di kamus Timur.
Timur akan sekuat tenaga untuk selalu bisa memenangkan persaingan dengan Laut, apapun itu. Dan Laut akan selalu mengalah demi kakaknya.  Demi perdamaian dan kebahagiaan sang kakak. Sebenarnya Timur mengetahui tentang sifat mengalah adiknya. Timur tahu Laut lebih kuat darinya, tapi Timur tidak peduli. Meskipun Laut selalu mengalah, tetap kebencian Timur tidak pernah berkurang.

Hingga pada titik asmara yang dialami oleh kedua Elang tersebut. Adalah Kejora kekasih Laut yang ingin dimiliki oleh Timur. Sayang, tali kasih antara Laut dan Kejora harus kandas. Kejora dijodohkan oleh ibunya.

Kesendirian Jora membuat persaingan dimulai kembali di antara dua Elang tersebut. Kejora pun bingung menentukan sikap kepada kedua orang kakak beradik kembar itu.

Mbak Kirana membuat percakapan antara Laut sang penyair dan Kejora seorang novelis dalam buku ini,  menggunakan diksi yang indah. Sarat makna di setiap katanya. Kadang saya pun harus membaca lebih dari satu kali untuk mengartikannya.

Tema tentang rival antar saudara memang sering diangkat. Tapi Mbak Kirana berhasil membuat plot cerita ini sungguh menarik. Setiap adegan terdapat benang merah yang tidak kita duga sebelumnya.

Kalau pesan yang saya dapat setelah membaca buku ini adalah bahwa mencintai tidak harus selalu memiliki. Dan juara sesungguhnya adalah dia yang bersikap mengalah untuk menang.

#OneDayOnePost

Maret 29, 2018 1 komentar
Resmi menyandang status sebagai full ibu rumah tangga hampir lima bulan yang lalu. Membuat saya bisa membedakan arti peran, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan ibu yang menjalankan kedua tugas tersebut.

Sebagai ibu pekerja yang dibantu oleh Asisten Rumah Tangga (ART), tentu tugasnya akan lebih ringan dibanding seorang ibu yang tidak mempunyai ART.

Saya termasuk yang pernah merasakan keduanya.

Sebelum dibantu oleh ART. Kegiatan mencuci dilakukan jam empat pagi. Kala itu mencuci tanpa menggunakan mesin. Jam enam kakak sudah dimandikan, agar setiba di rumah ibu, kakak bisa langsung mengenakan seragam TK nya.

Setelah menyiapkan sarapan dan kopi untuk suami. Dengan menggendong anak kedua yang berusia sembilan bulan, saya pun menuntun kakak.

Urusan rumah? Saya bekerja sama dengan suami. Seperti menyapu dan mengepel adalah tugas dia. Sedangkan menyetrika, saya lakukan seminggu sekali.

Masak? Heuheu ini sih saya ketering sama ibu. Sore menjelang magrib, sepulang saya kerja dan menjemput anak-anak, sekalian saya bawa rantangan.

Usia ibu yang semakin bertambah, tidak memungkinkan untuk mengasuh dua anak. Terlebih kakak harus diantar jemput sekolah. Inilah saatnya mencari ART. Bukan hanya karena membutuhkan, tapi saya dan suami saat itu sudah mampu untuk mempekerjakan seorang ART. Keuangan kami sudah mengijinkan adanya seorang pengasuh untuk anak kami yang berusia dua tahun.

Apakah saya tetap melakukan pekerjaan rumah tangga? Tentu saja saya melakukannya. ART hanyalah sebatas meringankan pekerjaan tersebut. Tidak serta merta semua urusan rumah diserahkan padanya. Bahkan mencuci piring sehabis makan pun, saya masih melakukannya.

Total sepanjang perjalanan di ranah publik selama sembilan belas tahun. Dan sepuluh tahun dibantu oleh ART dalam mengurus pekerjaan rumah tangga. Tibalah di akhir perjalanan saya harus menjalani peran seorang ibu seutuhnya. Yaitu tanpa ART. Karena dengan berkurangnya penghasilan, kami tidak mampu untuk mempekerjakan seorang ART.

Tanpa ART berarti saya harus mengurus semua pekerjaan rumah sendiri. Bulan pertama, kedua, saya merasa enjoy melakukan hal yang jarang dilakukan pada saat menjadi ibu pekerja. Memasuki bulan ketiga dan keempat, rasa jenuh mulai singgah. Jadwal harian yang sudah dibuat, tidak lagi berjalan tepat waktu. Seperti kegiatan mencuci. Seharusnya pukul tujuh pagi, mencuci sudah selesai. Pada kenyataannya, pukul sepuluh baru dimulai kegiatan mencuci tersebut. Akhirnya jadwal lainnya pun berantakan.

Malas? Sebagai manusia normal tentu sifat malas ada dalam diri. Tapi semalas-malasnya seorang ibu rumah tangga, tetap menyelesaikan kewajibannya. Seorang ibu rumah tangga adalah ratu sekaligus pekerja. Bahkan sakit pun tidak dirasa. Selama sakit itu masih bisa dibawa bekerja. Maka dia akan tetap menyelesaikan pekerjaan rumah tangga tersebut.

Misi seorang ibu rumah tangga adalah membuat nyaman dan bahagia penghuni rumah. Kesehatan anggota keluarga adalah salah satu tugas utama lainnya. Yaitu melalui masakan yang dibuatnya dengan penuh kasih sayang.

Semoga keikhlasan selalu menjadi landasan dalam menjalani tugas mulia seorang ibu. Semoga keberkahan selalu diberikan oleh-Nya dalam mewujudkan rumah tangga harmonis. Semoga suami dan anak selalu bahagia oleh sentuhan seorang istri dan ibu.

Semoga suami meridhoi istri.

#OneDayOnePost


Maret 26, 2018 No komentar
Bel berbunyi panjang, pertanda sekolah hari itu selesai.

Niar bersiap pulang dengan memasukkan semua buku dan alat tulis ke dalam tas. Senyum tak pernah lepas dari bibir mungil dan tipisnya itu. Sesekali dia mengikuti lirik lagu yang didengar dari head set gawainya.
 Tika yang berada di sebelahnya heran melihat wajah Niar begitu ceria.

Menyadari hal tersebut, Niar berkata, "Lo pulang duluan ajah."

"Emang lo mau kemana?"

"Nggak kemana-mana. Gue pulang juga kok." Niar menyelendangkan tali tasnya ke bahu sambil ngeloyor meninggalkan Tika yang melongo heran.

Tersadar akan sikap aneh Niar, Tika pun meninggalkan kelas untuk pulang. Padahal kalau dia tahu Niar tidak pulang bersamanya, tentu Tedi tidak akan diminta meninggalkannya.

Tika melangkahkan kaki dengan lesu. Terbayang dia akan diam disepanjang perjalanan pulang ke rumah karena tidak ada teman bicara. Perjalanan dua puluh menit akan terasa panjang. Ditambah cuaca lumayan terik. Matahari memberikan sinarnya dengan sangat berlimpah siang ini.

"Sayang Tika." Suara yang sangat dikenal Tika. Tika membalas senyum lebar yang ternyata adalah Tedi. Tedi pun mensejajarkan langkahnya dengan Tika.

"Kok lo masih di sini, sih? Bukannya lo harusnya udah pulang duluan?" tanya Tika heran.

Sambil merangkul bahu Tika, Tedi menjawab santai, "Hari ini kan Niar pulang bareng Evan. Tadi...,"

"Oo..., jadi itu yang bikin Niar seneng hari ini." Tika memotong kalimat Tedi.

"Iyah, begitu. Tadi Evan sendiri yang bilang sama gue, kalau dia mau pulang bareng Niar," ucap Tedi melanjutkan kalimat yang terputus tadi.

"Wuah hilal kebahagiaan kita semakin dekat." Tika menyikut perut Tedi sambil senyum senang.

Tedi mengaduh karena sikutan Tika yang mengenai perutnya.

"Maaf, maaf. Sakit?" Tika mengusap-usap perut Tedi yang tersikut tadi.

Tedi makin berakting sakit agar tangan lembut Tika lebih lama mengusap perutnya. Ketika dilihat wajah Tedi yang tersenyum nakal. Tika malah memukul bahu Tedi, tapi pukulan sayang. Dan mereka pun tertawa bersama.

Mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan langkah ringan. Bayangan Niar dan Evan bila resmi pacaran, begitu membahagiakan. Karena itu artinya, malam minggu Tika dan Tedi tidak akan bertiga lagi dengan Niar.

#OneDayOnePost
#ODOP#cerbungpart12
Maret 25, 2018 No komentar
*Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #9*

_Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_

*BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN*

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

_“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”_

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

*“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”*

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi _CHANGEMAKER FAMILY_.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Karena sejatinya amalan-amalan yang dicintai adalah amalan yang langgeng ( terus menerus) walaupun sedikit.

Kalau di Jepang mereka mengenal pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

*START FROM THE EMPHATY*

Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam

/Tim Matrikulasi IIP/


Sumber Bacaan :
_Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012_
_Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010_
_Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016_

Tidak terasa tugas NHW#9 adalah yang terakhir. Itu berarti saya sudah melewati sembilan minggu bersama kelas Matrikulasi Batch 5, Bekasi 1.

Tugas terakhir adalah ujung dari pendalaman dan pemantapan diri, akan fungsinya terhadap masyarakat sekitar.

Di antara menulis dan berjualan, saya pun memilih fokus di menulis.

Kegiatan menulis tentunya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan membaca. Untuk mendapatkan hasil tulisan yang baik dan "tidak kosong", tentunya harus banyak membaca.

Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal kebiasaan membaca dan menulis akan membuat seseorang dapat mengolah informasi dengan baik. Dengan membaca pengetahuan akan bertambah. Bukankah membaca itu adalah jendela dunia?

Agar hasil membaca tidak menguap. Maka semua harus ditulis, bukan menyalin, lho. Dengan menulis, apa yang telah dibaca maka ilmu sudah diikat. Bahkan apa yang dipikiran atau ide, dapat ditulis. Kita tidak akan tahu, bisa jadi tulisan tersebut akan menjadi solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi.

Oleh sebab itulah, budaya membaca ini harus dari keluarga sebagai orang terdekat. Kebiasaan membaca pada anak sejak dini, tentunya tumbuh dari orang tua yang suka membaca. 

Mempunyai perpustakaan mini adalah salah satu cita-cita saya. Bermaksud menggalakkan kegiatan literasi dari lingkungan terdekat dulu, yaitu tetangga. 







Maret 24, 2018 No komentar
Pernah tidak kamu bangun kesiangan untuk melaksanakan shalat subuh? Saking enaknya tidur karena lelah atau tidur terlalu malam. Tahu-tahu pas bangun, matahari sudah terbit. Padahal azan subuh jelas berkumandang. Tapi ya itu tadi, tidurnya terlalu pulas.

Melihat hari sudah siang, akhirnya shalat subuh pun dilewat. Padahal kita tahu bila shalat adalah hal yang wajib dilakukan oleh umat muslim.

Seperti firman Allah SWT dalam Al Quran:

Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)

Tetapi Allah SWT memang Maha Baik. Dia selalu memberi toleransi akan kewajiban-kewajiban bagi umat Nya. Selalu memberi keringanan dan kemudahan agar kita tetap dapat menjalankan kewajiban tersebut.

Menurut hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا

“Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar”. (HR. Muslim, 311/681)

Bagaimana pendapat kamu tentang hadits di atas? Jelas sudah, kan? Sekarang kalau kita bangun kesiangan karena tidak sengaja, langsung shalat subuh. Asal jangan berlangsung setiap hari. Jangan menjadi kebiasaan. tetap harus dilaksanakan tepat waktu.

Sebenarnya kejadian tersebut di atas pun pernah dialami oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. 
Di mana kisah yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, diceritakan bahwa:

‘Imran bin Hushain Radhiallahu ‘Anhu bercerita:
أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ، فَأَدْلَجُوا لَيْلَتَهُمْ، حَتَّى إِذَا كَانَ وَجْهُ الصُّبْحِ عَرَّسُوا، فَغَلَبَتْهُمْ أَعْيُنُهُمْ حَتَّى ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ، فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ لاَ يُوقَظُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَامِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، فَاسْتَيْقَظَ عُمَرُ، فَقَعَدَ أَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَجَعَلَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَنَزَلَ وَصَلَّى بِنَا الغَدَاة ….

“Mereka bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, Beliau tidak membangunkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terbangun. Lalu beliau keluar dan Shalat Subuh bersama kami.” (HR. Bukhari (3571), Muslim (312/682))

Akhir kata dan sekadar saling mengingatkan. Aturlah jam tidur, pasang alarm, atau minta tolong keluarga satu rumah untuk membangunkan bila waktu shalat khususnya subuh bila sudah tiba.

Shalatlah tepat waktu, karena shalat yang kita lakukan, kelak akan menjadi penolong di akhirat nanti.

#OneDayOnePost#ODOP
Maret 23, 2018 No komentar

Saya adalah penggemar yoghurt dari jaman sekolah dulu. Lupa pertama kalinya itu kenapa bisa suka dengan minuman yang dikenal dengan rasa asamnya yang khas ini.

Terus terang dulu suka yoghurt karena suka begitu ajah, bukan karena manfaatnya. Tapi, setelah mengetahui begitu banyak manfaat, akhirnya saya ingin teman-teman juga merasakan apa yang saya dapat dari yoghurt ini.

Kalau manfaat secara umum teman-teman dah pasti tahulah yah. Seperti mencegah osteoporosis, menurunkan kolesterol dan darah tinggi, pengganti sumber kalsium selain susu, aman buat ibu hamil dan menyusui, dan kayaknya masih banyak lagi deh.

Nah, yang mau diinfo disini tentang manfaat yoghurt yang jarang diketahui oleh banyak orang. Apa tuh....ini dia manfaat lainnya itu:

- Suka merasa ngantuk ditengah aktivitas? Biasanya kan kopi tuh yang jadi obat ngantuknya. Coba deh sekali-kali nyeruput yogurt. Karena kandungan gula alami dan protein dalam yoghurt bisa membuat kondisi tubuh menjadi fit dan bugar. Apalagi kalau diminumnya dingin-dingin. Hhmm enak enak enak enak enak #sakingenaknyajadibanyaknulisnya

- Pernah dong mengalami bad mood. Bad mood biasanya karena tubuh lelah. Tapi dengan pertolongan yoghurt yang sangat tinggi protein dan karbohidrat. Dapat membuat bakteri probiotik dalam yogurt berperang dengan gejala kelelahan. Alhasil tubuh bakal merasa segar lagi, karena penguat energi setelah kita minum si yogurt ini. Bad mood hilang, pencernaan lancar.

- Saat bepergian jauh kita suka mengalami kram perut dan mual. Ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari makanan. Nah, yogjurt dapat mengatasi hal ini.

- Kalau bahasan terakhir ini ditujukan untuk kaum perempuan yang pernah mengalami keputihan. Menurut dokter Spesialis Kelamin, dr. Susie Rendra, Spkk yang praktek di RS Pondok Indah, yoghurt mengandung bakteri laktobasilus yang membantu membuat pH menjadi lebih asam. Jadi pada waktu kita mengkonsumsinya, yogurt dapat bantu membasmi jamur yang sudah terinfeksi pada vagina.

Jadi makin cinta deh sama yoghurt. Apalagi sekarang gampang didapat dan banyak variannya. Jadi tinggal pilih yang cocok deh. Buat yang baru coba minum yoghurt, bisa dijadikan toping salad buah, fla puding atau pilih yang plain, dan mix dengan buah favorit kamu.

Bagaimana? Gak penasaran ingin coba?

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
Maret 18, 2018 No komentar


Mengakali pendapatan sampai akhir bulan cukup bikin pusing kepala. Walaupun pos-posnya sudah jelas, tetap yang namanya kebutuhan mendadak tak bisa dielakkan.

Akhirnya dilakukanlah re-suffle pos-pos tersebut, agar lebih efektif dan mengena pada sasaran. 
Hal ini dilakukan untuk mencegah nyasarnya pos yang satu ke pos yang lain. 

1. Dana Kondangan dan Lahiran
Memang siy pos ini gak setiap bulan ada. Tapi kalau sekalinya ada, bererot (bahasa Bekasi) dah tuh surat undangan. Setiap minggu ada ajah yang nikah atau khitanan.

Sama seperti hajatan atau khitanan, menengok dede yang baru lahir juga gak tiap bulan, tapi dananya tetep harus stand by. Agar tidak mengacaukan lalu lintas aliran keuangan rumah tangga.

2. Dana Les Craft dan Menulis
Mengisi waktu kosong dengan belajar membuat hari terasa hidup dan berwarna. Gak melulu urusan kantor yang dipikirkan. Tapi, biar gak jadi pikiran, dananya harus disiapkan. 

3. Dana Entertain (jajan dan main)
Kalau sudah acara main, pasangannya yah jajan. Entah itu sepulang kerja bertemu teman, atau hari libur. 
Dana ini harus disiapkan jauh-jauh hari, agar tidak mengganggu pos yang lain.

4. Dana Sandang 
Kalau masalah pangan memang sudah jelas. Di awal bulan sudah ada rutinitas untuk belanja bulanan. Dan angkanya pun ditiap  bulan kurang lebih sama. 
Nah, untuk sandang ini kan gak tiap bulan dibeli. Jadi dananya dikumpulin dulu, kalau sudah cukup baru deh shopping.

5. Dana Tidak Bertuan
Kenapa dinamakan seperti itu? Soalnya itu dana bebas, kalau salah satu pos kekurangan dana, diambillah dari dana tidak bertuan itu untuk mencukupinya.

Poa-pos tersebut di atas, biasanya diisi setiap awal bulan setelah gajian. Gak banyak kok, masing-masing diisi 20 ribu rupiah. Sedangkan amplop yang tidak ada namanya, diisi paling besar, 50 ribu. Dan dana tersebut disimpan di laci kantor. Biar aman dari tangan usil ku ini hehehe.

Disiplin dan konsisten memang susah, tapi kalau gak dimulai, kapan lagi.

Jadi, gaya menabung mu seperti apa? 

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
Maret 18, 2018 No komentar


Bunda, setelah di materi NHW#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Jawab: Altivitas yang saya suka adalah menulis

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan ? (BE)

Jawab: Saya memilih fokus pada tulisan jenis fiksi saat ini. Karena tidak menutup kemungkinan saya akan mencoba menulis non fiksi juga.

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)

Jawab: Saat ini saya sedang mengikuti program menulis setiap hari. Dan target saya adalah memiliki buku solo yang diterbitkan secara mayor.
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Jawab: Dalam unsur fiksi yang akan ditulis nanti. Saya akan memasukkan unsur moral dan pengetahuan. Riset akan menjadi hal penting dalam setiap pembuatan cerita. Meski fiksi, tetap tidak boleh meninggalkan logika. 

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

Jawab: Kegiatan menulis sudah dimulai hampir satu tahun lalu. Dari yang gratis hingga berbayar. Alhamdulillah, menjelang akhir tahun 2017, sebuah buku antalogi dari hasil kelas berbayar terbit. 
Target saya untuk 5 -10 tahun ke depan adalah dapat menularkan kegiatan menulis ini ke semua teman dan lingkungan. Agar mereka pun dapat menularkan kebiasaan membaca dan menulis atau literasi ke anak-anak mereka.  

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian - Pramoedya Ananta Toer

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH


Jawab: Dalam kurun waktu satu tahun, di mulai dari bulan Maret. Saya ingin memiliki satu karya buku solo terbit mayor. In shaa Allah. 

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulsi IIP/
Maret 18, 2018 No komentar
Niar mengirim pesan lewat wa pada Evan. Dalam pesannya tersebut, Niar memohon maaf atas kejadian tentang bola basket kemarin. Dengan begitu Niar sangat berharap, ini adalah awal kedekatannya dengan Evan.

Tempat duduk Evan hanya berjarak dua kursi di samping Niar berada. Sehingga Niar dapat melihat Evan saat membaca pesannya.

'OMG! Dia melihat ke arah gue. Tapi kenapa ekspresi wajahnya datar? Apakah ini pertanda dia tidak menyukai diri gue? Tidak, tidak, tidak. Dia pasti akan menerima permintaan maaf gue. Dia pasti akan membalas pesan gue." Batin Niar berdebat.

Niar gelisah di sepanjang pelajaran Bu Dira. Dia bolak balik melihat gawai yang diletakkan di laci meja belajar. Hingga mata pelajaran fisika berakhir, gawainya tidak kunjung bergetar. Evan tidak membalas pesan yang dikirim oleh Niar.

Hingga jam istirahat tiba, Niar dikejutkan oleh sebuah suara berat.

"Lo nggak ke kantin?" tanya cowok bersuara berat yang ternyata adalah Evan.

Sesaat Niar terpana melihat tatapan mata tajam Evan. Dan secara tidak sadar lagi,  mulut Niar setengah terbuka seperti kejadian kemarin. Dia benar-benar mengulangi kejadian seperti kasus bola basket.

Tika yang baru saja masuk ke dalam kelas sehabis dari toilet, langsung menepuk bahu sahabatnya itu.

Dengan cengengesan dan sambil duduk di sebelah Niar, dia berkata,"maaf Van. Niar emang suka grogi kalau ngadepin cowok ganteng."

Tidak membalas apa yang sudah dikatakan Tika. Evan nyelonong pergi, meninggalkan Niar dengan mulutnya yang setengah terbuka.

"Niar!" teriak Tika di telinga Niar.

"Apa sih lo Tik. Gue tuh nggak budeg." Niar meniup kepalan tangannya dan meletakkan di telinganya. Suara Tika lumayan membuat telinganya pekak.

"Bengongnya lo itu kebangetan banget. Disamperin umpan, malah lo kewatin begitu ajah. Percuma lo mancing, pas umpan dimakan, lo nggak tarik." Tika mendengus kesal dengan sikap Niar.

"Gue tadi nggak bengong, kok. Gue cuma lagi menikmati dan mencoba berselancar di dalam sorot mata tajamnya," ucap Niar dengan mata menerawang dengan kedua tangan yang diletakkan di bawah dagunya.

Mendengar hal tersebut, Tika menepak salah satu tangan Niar yang menonggak dagunya. Untung Niar dapat menyeimbangkan dagunya hingga tidak jatuh beradu dengan meja.

Niar tidak memberitahu Tika penyebab Niar bersikap seperti tadi. Dibiarkan Tika gemas dengan dugaan-dugaannya. Nanti juga Tika akan mengetahuinya sendiri tanpa perlu diberitahu. Hanya tinggal hitungan jam, Tika akan mengetahui sebab musabab sikap Niar yang membuat kesal Tika.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5#cerbungpart11

Maret 16, 2018 No komentar
Kemudian Niar dan Tika terdiam. Niar memainkan gawainya dengan pikiran yang melayang entah kemana. Sedang Tika, dia memejamkan matanya. Berharap mendapatkan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh Niar.

Kemudian Tika berkata dengan mengejutkan sambil mengganti posisi dari rebahan menjadi duduk bersila.

 "Nah! Kenapa kita nggak tanya Tedi ajah. Kita...  ,"

"Tanya ke Tedi tentang apa?" Niar mengikuti Tika, mengganti posisi tengkurapnya dengan duduk bersila.

"Lo tuh ya. Belum juga gue selesai ngomong dah main potong ajah." Tika mendengus kesal.

"Iya iya, maaf. Gue kan cuma mau lo kasih pencerahan dari masalah gue. Cukup lo aja deh yang tahu. Jangan sampai Tedi tahu juga."

"Gue mau minta nomor telpon Evan ajah kok ke Tedi. Nggak lebih dari itu."

Tika mengerti maksud sahabatnya. Tika tahu bahwa Niar ingin menyelesaikan tantangan ini tanpa melibatkan Tedi. Tedi kan teman sebangku Evan. Bukan hal yang tak mungkin bila nanti Tedi keceplosan tentang strategi yang dibuat Niar.

"Jadi gini, Ni. Setelah gue dapat nomor telpon Evan. Lo nanti kirim pesan ke dia. Lo minta maaf atas kejadian kemarin."

"Terus."

"Nggak ada terusnya. Gue cuma buka jalan sampai situ aja. Sisanya lo yang mikir."

"Kok gitu?" Niar menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya iyalah bisa begitu. Orang gue nemu strateginya sampai situ doang," ucap Tika santai.

Tika turun dari tempat tidur. Jam berkarakter Naruto di dinding kamar Niar menunjukkan pukul setengah sepuluh.

Sebelum Tika keluar kamar, Niar berkata,"Gue tadi lihat lo bawa buku deh. Itu buku fisika kan? Lo ke sini mau ngasih pinjem PR kan?"

"Tadinya gue mau belajar bareng bahas PR fisika ini. Gue sedikit ragu sama jawabannya. Eh, sekarang gue malah ditodong."

Tika menyerahkan buku fisikanya pada Niar. Dia tidak tega bila besok pagi, Niar datang lebih awal dengan mata terkantuk-kantuk demi mengerjakan PR. Terlebih mata pelajaran fisika adalah jam pertama.

Dan, Bu Dira adalah guru fisika yang galak. Kalau sampai telat masuk kelas dan tidak mengerjakan PR. Hukumannya adalah mewajibkan muridnya tersenyum dan mengingatkan kelas lain untuk jangan lupa mengerjakan PR.

Bayangkan! Diminta untuk berkata di depan murid-murid kelas dua, sebanyak lima kelas pula, bahwa mengerjakan PR itu wajib dan harus tersenyum saat melakukannya. Malu!

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5#tantangancerbung

Maret 16, 2018 No komentar
Niar menatap langit-langit kamarnya, berharap akan mendapatkan petunjuk temtang strategi untuk mendekati Evan.

Kejadian siang tadi membuat Niar galau. Buku PR yang tergeletak di meja belajar, dibiarkan begitu saja. Evan lebih penting daripada PR yang harus dikumpulkan besok. Selama ada Tika, PR tidak akan menjadi masalah. Niar akan datang lebih pagi ke sekolah untuk mengerjakan PR.

Malam belum begitu larut, ketika Bi Riah memberitahu Niar bahwa Tika ada di ruang tamu, sedang berbincang dengan bunda. Niar pun langsung turun dengan mata berbinar. Seakan dia menemukan solusi dari pencarian strategi untuk mendekati Evan.

"Hai, Tika!" seru Niar tertawa riang.

"Ya ampun, Niar. Seperti baru bertemu Tika saja. Kan kalian berdua selalu bertemu setiap hari," ucap bunda yang melihat Niar merangkul Tika.

Tika tersenyum canggung pada ibunya Niar. Dia pun tidak mengerti dengan sikap Niar. Ditariknya tangan Tika oleh Niar menuju kamar. Melihat hal tersebut, bunda hanya menggelengkan kepala.

"Untung lo datang. Kedatangan lo membuka pikiran gue yang buntu. Lo itu memang ditakdirkan menjadi sahabat gue," ucap Niar sambil menapaki anak tangga yang diikuti oleh Tika di belakangnya. Tika hanya mendengarkan ocehan Niar.

Ketika Tika sudah berada di kamar Niar. Tika mulai mengeluarkan pertanyaan yang membuat dia bingung.

"Seneng banget lo ketemu gue. Kayaknya ada maunya, nih?" Niar menghempaskan tubuhnya ke kasur.

Niar menjelaskan pada Tika sebab dia begitu bahagia dan senang bertemunya. Niar pun menceritakan kejadian di sekolah siang tadi. Alhasil, Niar berhasil membuat Tika tertawa terpingkal-pingkal.

"Felling gue kayaknya lo bakal suka beneran sama Evan. Bukan sekadar lagi menjawab tantangan," kata Tika setelah mendengar cerita Niar.
Meskipun Niar menolak mengakuinya, tapi Tika merasa Niar mempunyai rasa pada Evan.

"Udah deh, nggak usah bahas itu lagi. Lo mau gue tetap ngejalanin tantangan ini atau nggak?" jawab Niar dengan nada santai tapi mengancam.

"Ok ok. Sebut ajah apa yang bisa gue bantu. Gue mau lo dapet cowok. Sementara mungkin ini memang tantangan. Yah, seenggaknya kalau lo ntar jadian sama Evan... ," Tika membalikkan tubuhnya menghadap langit-langit kamar, "lo nggak akan ada lagi di malam minggu gue dengan Tedi."

Mendengar hal tersebut, Niar menaruh bantal di wajah Tika. Dengan berpura-pura sedikit kesal dia betkata, "iyah, gue minta maaf karena selalu menjadi orang ketiga di tiap malam minggu lo."

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5#tantangancerpen#9
Maret 14, 2018 No komentar
Angin dari kibasan tangan ke wajah Niar menyadarkan lamunannya. Kini Niar terhipnotis oleh sepasang mata tajam yang melihatnya dari jarak begitu dekat ke wajahnya.

Kini Niar bukan lagi menatap dengan mata kosong. Tapi kini Niar mematung tanpa berkedip. Bibirnya setengah terbuka. Tidak percaya bila orang yang sedang ada dalam strategi di kepalanya muncul dihadapan secara tiba-tiba. Apa yang harus dilakukan Niar? Dia belum siap dengan situasi ini.

"Wah, bener-bener nih cewek. Masih belum sadar juga, gue udah berdiri sedekat ini," ucap Evan sambil menepuk pelan pipi Niar.

Sebuah tamparan balik ke wajah Evan secara reflek dilakukan Niar. Evan terkejut. Belum lagi mulutnya berbicara. Niar sudah berkata banyak tanpa titik.

"Lo tuh yah. Mentang-mentang punya wajah cakep, seenaknya ajah pegang pipi orang. Gue bukan cewek-cewek itu yang minta perhatian lo. Enak ajah lo pegang-pegang pipi orang." Niar mengusap pipinya, seakan ingin menghilangkan bekas tangan Evan.

Evan membuka mulutnya untuk menangkis kata-kata Niar. Tapi Niar seakan tahu pertanyaan Evan. Dan Niar menjawab pertanyaan Evan dengan tatapan mata berani dan menantang.

"Denger yah! Gue berdiri di sini bukan karena liatin lo main basket. Gue tuh cuma nggak habis pikir. Kenapa cewek-cewek itu rela berpanas-panasan demi lo. Padahal lo nya ajah nggak peduli."

Dan sekali lagi Evan hanya bengong dan bingung. Mau marah, dia sudah dimarahi oleh Niar. Mau balas ucapan Niar, tidak diberi kesempatan.

"Hei cewek cerewet. Ngomong kayak kereta api. Ge er banget sih lo. Siapa juga yang mau deket sama cewek cerewet kayak lo. Sori kalau gue pegang pipi lo. Gue takut lo kesambet nih penunggu sekolah. Abis bengongnya kelewatan banget," kata Evan sambil mengambil bola di dekat kaki Niar.

"Nih, lihat! Gue ngedeketin lo karena ini," Ucap Evan sambil menunjukkan bola basket ke dekat wajah Niar.

"Coba kalau lo sadar gue panggil dari tengah lapangan tadi. Gue nggak bakal datang nyamperin lo," lanjutnya lagi sambil melangkah pergi tanpa melihat Niar yang akhirnya salah tingkah.

Niar bersyukur Evan tidak melihat ekspresi wajahnya yang tiba-tiba merasa bersalah dan malu.

Kemudian Niar tersadar dengan apa yang baru saja terjadi. Niar mengadu kepalanya pelan dengan tembok beberapa kali sambil menyesali kesempatan yang telah lewat tadi.

Seharusnya kesempatan emas pada saat Evan mendekatinya, dia tidak bersikap seperti itu. Lihat! Begitu banyak cewek-cewek di pinggir lapangan berharap  bisa didekati Evan.  Dan, ketika Evan sudah mendekatinya, Niar malah membuat Evan benci dengan sikapnya tadi.

#OneDayOmePost
#ODOPBatch5#tamtangancerbung
Maret 14, 2018 No komentar
Cowok berkulit sawo matang itu sedang asik bermain basket. Bulir peluh di dahi dan di lengan kekarnya, menambah beberapa pasang bermata lentik dan jeli tidak berkedip. TapI dia tidak menyadari hal tersebut. Dia tetap asik bermain sendiri.

Matahari siang pukul dua itu tidak membuat dia surut untuk menghentikan lemparan bola basketnya ke dalam ring.

"Hadeh gila aja emang tuh si Dua T. Gue disuruh PDKT sama tuh orang." Gumam Niar pelan sambil bergidik jijik melihat cewek-cewek yang terhipnotis dengan penampilan Evan. Niar benar-benar termakan janji pada sahabatnya, Tika dan cowoknya Tedi.

Tedi sudah mendapatkan informasi tentang Evan. Cowok itu menurut keterangan Tedi sudah lama menjomblo. Diputusin ceweknya lewat pesan singkat. Persis seperti Niar. Selang dari putusnya hubungan Evan dengan ceweknya itu. Dia mendengar kabar bahwa sebelum memutuskan Evan, ceweknya itu sudah selingkuh duluan. Kejadian sama yang dialami oleh Niar.

Bila Niar diputusin karena Niko merasa hubungannya flat. Sedangkan Evan, dia terlalu percaya dengan ceweknya itu. Tedi bilang, prinsip Evan berhubungan hanya berpegang pada kepercayaan. Sayang, ceweknya menyalah gunakan kepercayaan yang sudah diberikan Evan. Dia berpacaran dengan sahabat Evan sendiri. Itulah sebab musabab Evan pindah sekolah. Dia tidak mau melihat orang yang melipat dalam lipatan.

Soal kepercayaan tersebut ternyata menjadi cikal bakal Evan tetap sendiri. Dia tidak percaya lagi dengan makhluk yang bernama perempuan.

Lihat! Evan begitu tidak mempedulikan banyaknya mata yang penuh harap untuk dilirik. Mata-mata indah dengan botol minum, handuk, kipas, dan payung ditangan mereka. Mereka menginginkan Evan menghampiri dan menerima penawaran untuk sekadar membuat mereka bahagia. Walaupun sebenarnya mereka menginginkan Evan membalas, dengan menerima hati yang mereka tawarkan. Sayangnya itu tidak mereka dapatkan. Mimpi! Bahkan putri mahkota sekolah ini, Risa, tidak dapat menaklukan hati Evan.

Niar melihat Evan dari depan kelasnya. Jauh dari cewek-cewek yang melihat Evan di pinggir lapangan. Niar sedang menelisik, menyidik, dan berpikir, langkah baik apa yang harus dilakukan. Jurus cewek-cewek tersebut jelas tidak dapat dipakai oleh Niar.

"Woi! Tolong dong bolanya lempar balik ke sini," ucap Evan dari tengah lapangan.

Rupanya Niar bukan lagi melihat Evan yang sedang bermain basket. Tapi dia tenggelam dalam tatapan mata kosong karena pikirannya berkelana memikirkan taktik. Yaitu strategi mendekati Evan dengan cara alami, buka norak seperti cewek-cewek di pinggiran lapangan itu. Merendahkan diri, mengemis perhatian dari cowok yang memang bernilai sembilan setengah dari skala sepuluh.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5#tantangancerbun
Maret 14, 2018 No komentar
"Lo berhak kecewa terhadap mantan-mantan pacar lo. Tapi lo nggak bisa menyamaratakan semua sifat cowok seperti mantan-mantan lo itu." Tedi mencoba meyakinkan Niar dari sudut pandang seorang lelaki.

Dan, sifat PD Tedi pun keluar. Yah, walaupun dia pantas untuk bersikap seperti itu.

"Contohnya gue." Tedi membusungkan dada sambil merapihkan kemejanya yang sudah licin.

"Gue tipe cowok setia pada satu cewek," ucapnya lagi yang disambut oleh senyum malu-malu Tika.

Tuh seperti itu PD nya Tedi. Tapi, yah untuk sementara ini Tedi memang lelaki setia. Tidak tahu bila sudah setahun.

Tika membuka mulutnya ketika dilihat Tedi akan melanjutkan bicara.

"Gimana kalau lo jadian sama anak baru di kelas kita ajah. Dia lumayan cakep. Katanya juga, dia itu pintar dan jago basket lho."

"Iyah bener apa yang dibilang Tika. Nah! Kebetulan dia kan satu bangku sama gue tuh. Gue bisa cari tahu lebih banyak tentang dia." Tedi meneruskan dengan semangat empat lima.

"Dan satu lagi Niar. Lo nggak perlu menyiksa diri dengan gaya pacaran flat deh. Cowok itu suka laki-laki tegas bukan pasrah. Bukan cuma modal cantik ajah. Tapi kepribadian juga lo harus punya. Cowok juga males kali punya cewek yang manut terus. Lo kudu berani bilang 'nggak' sama yang emang lo nggak suka. Usaha lo untuk jadi cewek sempurna justru malah jadi kekurangan di mata cowok lo."

Niar tertunduk mengulum senyum mendengar wejangan dari sahabatnya itu.

"Tua banget sih lo, Tik," ucap Niar sambil melempar bantal kursi ke arah Tika yang ditangkap oleh Tedi dengan gaya lelaki sejati.

"Oh, my sweety, my honey bunny, you're my trully guardian," kata Tika dengan meletakkan kedua telapak tangganya di pipi kiri dan kanan. Tidak lupa matanya mengerjap seperti orang cacingan pada Tedi. Tedi pun membalas tatapan Tika dengan mata penuh binar cinta.

Niar yang melihat pemandangan itu langsung berlagak seperti orang mual. Dan akhirnya mereka bertiga, Tika, Tedi dan Niar tertawa bersama.

"Ok ok, gue menyerah dengan bujukan kalian berdua. Mungkin udah seharusnya gue balik jadi diri sendiri lagi." Niar menghelas napas panjang dan menghembuskannya kembali. Seakan ingin membuang jauh citra diri yang telah dibentuknya, jutek, judes, dan dingin. Dia harus meratakan dinding pembatas agar bisa didekati oleh laki-laki.

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5#tantangancerbung

Maret 12, 2018 No komentar
Tika dan Tedi sedang melakukan bincang mesra yang saling mengumbar perasaan mereka. Sedangkan Niar masih tetap terduduk mengumbar rasa sedih dalam diri. Sendiri.

Sampai-sampai Niar tidak menyadari bila empat pasang mata sedang menatapnya dengan penuh prihatin.

"Ayo, Ni! Kita ke balkon sekarang!" ucap Tika pada Niar yang sedikit terkejut.

Niar menaruh bantal kursi ke tempatnya kembali. Kemudian bangkit dan menyambut tangan Tika yang diulurkan kepadanya.

Tika, Tedi, dan Niar selalu menghabiskan malam minggu di balkon kamar Tika. Tempatnya cukup untuk mereka bersantai. Satu set kursi terbuat dari kayu bekas palet dicat warna cokelat alami, begitu natural. Ditambah aneka pepohonan dan bunga yang ditata apik, membuat balkon rumah Tika ini begitu sedap dan enak dipandang.
Sambil bermain halma, Tika berkata dengan santai dan hati-hati pada Niar.

"Ni. Lo seriusan nggak mau cari cowok lagi?"

"Nggak," jawab Niar pendek sambil mengocok dadu.

"Lo nggak boleh sama ratakan semua cowok kayak Niko dong Ni," Tedi berkata seperti itu, karena dia ingat bahwa Niar pernah berkata bahwa semua cowok itu sama. Sama bahwa mereka tidak pernah puas dengan satu cewek.

For your information only nih ya. Bahwa Niar itu ternyata, diduakan oleh Niko selama tiga bulan sebelum akhirnya dia memutuskan bubar.

Seperti sebuah perusahaan yang memberikan karyawan baru masa percobaan. Kalau cocok akan diteruskan, kalau tidak, maka perusahaan akan mencari kandidat lain.

Begitu juga dengan Niko. Ketika dirasa cocok dengan selingkuhannya, maka dia akan lanjut.

Apa karena Niar terlalu flat yah? Flat dalam arti hubungan lho. Secara hubungan antara Niar dan Niko begitu lancar dan tanpa konflik. Begitulah sifat Niar. Dia tidak mau bertengkar atau pun sekadar mempertahankan pendapatnya. Dia akan selalu mengalah. Ternyata sifat sabar tidak selalu membuat mulus suatu hubungan.

Sepertinya sikap Niar itu terlalu pasrah akan apapun yang dilakukan Niko. Sebegitunyakah rasa sayang Niar pada Niko? Sebegitunyakah Niar takut kehilangan Niko?

Kadang memang Tika suka gemas akan gaya berpacaran Niar. Semua jawaban penawaran dan pilihan Niko cowoknya, selalu dijawab terserah. Niar itu tidak suka film horor atau thriller. Tapi Niar tetap menonton, walaupun akhirnya dia memutuskan untuk tidur. "Daripada gue cuma nutup mata doang. Mendingan gue tidur. Kan sama ajah tutup mata juga." Begitu yang Niar katakan pada saat menonton film horor kesukaan Niko.

Hadeh Niar, yah kali tidur. Bagaimana Niko mau pegang tangan tuh anak, kalau dianya molor? Padahal bisa saja itu taktik Niko untuk membuat Niar takut. Dengan takutnya Niar, Niko berharap Niar meminta perlindungan dari Niko dengan menggenggam erat tangannya. Tapi ini....

Oh ya, ada lagi. Setiap ditanya mau makan di mana dan makan apa oleh Niko. Pasti dijawabnya terserah. Dibawalah Niar ke rumah makan padang oleh Niko. Padahal Niko tahu Niar tidak suka masakan padang yang pedas. Akhirnya di rumah makan padang Niar cuma makan dengan perkedel kentang.

Tidak ada perlawanan, bantahan, apalagi penolakan.

Datar.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung
Maret 11, 2018 No komentar
Tika mendaratkan telapak tangannya ke dahi. Menepuknya dengan pelan dan memasang wajah pasrah. Hanya itu yang bisa dilakukan Tika mendengar ucapan Niar.

Tak ada bantahan pun penolakan. Bagaimana juga, Niar adalah sahabat terbaik yang pernah dimilikinya. Niar yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan Tika. Selalu ada disaat suka maupun duka. Bahkan orang tua mereka saling mengenal dan berteman. Mereka akan saling menitipkan anak-anaknya. Bila salah satu dari orang tua, baik Niar atau pun Tika sedang bertugas ke luar negeri.

"Kenapa lo, Tik? Lo nggak suka main halma?"

"Nggak apa-apa. Halma is fine," ucap Tika sambil tersenyum ketika membaca pesan yang masuk ke gawainya. Kemudian Tika merebahkan diri di tempat tidurnya sambil memeluk gawai.

Melihat hal tersebut, Niar mendekati Tika dan berkata, "Cie... cie... cie, yang mau dapat kejutan."

Kejutan tiga minggu lalu pas hari jadian Tika dan Tedi yang ke-6. Bulan lho yah, ingat! Bukan tahun. Tedi membawakan boneka Teddy Bear yang bisa dipeluk. Tedi bilang, boneka tersebut diberikan agar waktu tidur, ia dapat hadir di dalam mimpi Tika. Hadeh, lebay deh.

Nah, minggu ini hari jadian yang ke-7. Niar menebak, mungkin Tedi akan membawakan bantal berbentuk hati dan bergambar Teddy Bear di tengahnya.

"Sotoy lo Ni," ucap Tika sambil tertawa.
Tidak berapa lama, Mbok Isah memberitahu kalau Tedi sudah datang dan sedang menunggu di teras rumah. Niar mengikuti Tika dari belakang menuruni anak tangga.

"Niar, lo kasih kesempatan gue berdua sama Tedi dulu dong. Ntar kalau udah selesai ritual hari jadiannya, lo gue panggil."

Niar hanya memamerkan giginya yang berbaris putih sebagai jawaban setuju. Ketika Tika berjalan menuju teras, diam-diam Niar membuntuti Tika sampai ruang tamu. Seperti hari jadian sebelumnya, dia akan mengintip ritual pemberian hadiah dan rayuan gombal yang menurut Tika romantis.

Tedi membalas senyum manis Tika ketika dia membuka pintu. Tika mendekati Tedi dan tangan mereka saling mengenggam erat. Niar melihat Tika mengajak Tedi untuk duduk di kursi.

Niar mendekatkan telinganya ke jendela nako yang telah dia buka sedikit. Dengan begitu, dia dapat mendengarkan adegan mesra secara gratis dari dua sejoli tersebut.

Terdengar Tedi memberikan puisi singkat yang membuat Tika terbuai, melayang jauh ke bintang malam. Niar menutup mulutnya menahan tawa. Terlebih setelah Tedi mengeluarkan sebuah gantungan kunci Teddy Bear. Aduh! Apa ini orang tidak punya benda lain selain berbentuk Teddy Bear? Mentang-mentang namanya Tedi. Niar membekap mulutnya dengan kencang menahan sedikit suara yang akhirnya keluar.

Niar menutup jendela nako perlahan, kemudian dia duduk. Niar teringat kembali ketika pertama dia dan Niko merayakan hari jadian yang ke-1. Catat! Tahun, bukan bulan seperti sahabatnya Tika.

Di malam minggu dengan bintang yang menjadi saksi, Niko mengucapkan, "gue bakal selalu ada di sisi lo. Gue nggak bakal bikin lo nangis."

Niar memegang janji Niko dengan segenap hati. Terlebih hubungannya dengan Niko adalah yang terlama dari pacar-pacar sebelumnya. Niko begitu istimewa di mata Niar.

Niar kemudian mengucek matanya yang mulai berkaca-kaca.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung

Maret 09, 2018 No komentar
"Kalau gue cuekin Niar yang lagi galau berat karena status jomblonya. Ntar dia jadi depresi. Trus kalau dia bunuh diri, gue dong yang disalahin. Orang depresi kan butuh teman untuk berbagi." Gumam Tika sambil membuka aplikasi wa dan segera membalas pesan kedua Niar.

Lo ke rumah gue ajah. Gue nggak apa-apa kok.

Yah, akhirmya Tika memutuskan menghabiskan malam minggunya bertiga dengan Tedi dan Niar. Beruntung Tedi mengerti dan tidak berkeberatan dengan persahabatannya.

"Niar kan lebih dulu masuk ke kehidupan lo daripada gue. Lagian gue bangga sama lo yang sangat mengerti arti tentang sahabat."

Kalimat itu dilontarkan Tedi, ketika Tika meminta kelegaan hatinya, agar menerima kehadiran Niar di antara mereka disetiap malam minggu.

Pintu kamar Tika diketuk. Dan sebelum Tika menjawab untuk mempersilahkan masuk. Tiba-tiba sosok yang baru saja dipikirkan, membuka pintu dengan yakin dan pasti bahwa pemilik kamar tidak akan berkeberatan.

"Hehehe, gue tahu. Lo pasti nggak tega kan kalau gue sendirian malam ini. Gue tahu ... ," Niar terpana melihat penampilan Tika. Tidak berapa lama dia pun tersadar dan melanjutkan kalimat yang bukan seharusnya, "kalau ini adalah hari jadian lo sama Tedi."

Tika tahu pasti lanjutan kalimat putus tadi seharusnya adalah, "lo mau bilang kalau gue sahabat yang T-O-P B-G-T kan? Basi tahu nggak sih lo," ucap Tika sambil melempar bantal ke arah Niar yang kemudian ditangkap olehnya.

Tika dan Niar tertawa bersama. Niar memang selalu mengucapkan kalimat tadi, bila Tika mengijinkannya untuk menghabiskan malam minggu di rumahnya.

Tempat tinggal Niar hanya berjarak beberapa rumah saja dari tempat Tika. Niar tahu Tika pasti akan mengijinkan dia bermalam minggu seperti biasa. Walaupun kesal, tapi tetap Tika tidak akan tega membiarkan sahabat satu-satunya ini galau sendirian. Oleh sebab itulah, Niar langsung datang ke rumah Tika. Dia tahu, kalau Tika pasti akan menjawab 'iyah'.

Niar sangat gembira dan ceria bila sudah berada di antara Tika dan Tedi. Tedi selalu menerima dengan hangat kehadirannya. Tidak pernah terlihat wajah tampannya itu tertekuk. Atau merasa jam pacarannya terganggu saat bersama dengan Tika.

Bila malam minggu yang lalu mereka bertiga bermain monopoli. Maka malam ini Tika telah membawa halma untuk mereka mainkan bertiga.

"Malam jadian kalian yang sekarang, kita main ini ajah yah, Tik." Niar memperlihatkan kantong plastik yang berisi halma.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung3

Maret 08, 2018 No komentar
Tika sedang mematut dirinya di depan cermin. Malam minggu adalah malam yang paling ditunggu di antara semua malam. Terlebih malam ini adalah hari jadi Tika dan Tedi yang ke-7. Tujuh bulan maksudnya lho, bukan tahun.

Rambut hitam legam sebahu Tika digerai, lalu dipakainya sebuah bandana bergambar hati warna merah jambu. Untuk mempercantik tampilan pemilik wajah bulat dengan pipi sedikit chuby ini, disapulah bibir Tika dengan lipstik berwarna senada dengan bandananya. Tak lupa disemprotkan parfum beraroma bunga mawar di lengan bagian dalam. Tika berharap Tedi dapat mencium aroma wangi ketika dia memegang atau mencium tangannya. Mengkhayal tentang hal tersebut, membuat Tika tersenyum sendiri.

Masih di depan cermin. Tika pun berdiri. Dia ingin melihat seluruh bayangan tubuhnya secara utuh. Penampilan sempurna akan dipersembahkan Tika hanya untuk Tedi tersayang. Begitu banyak rencana dan khayalan yang ada dipikirannya menari-nari dengan indah. Apalagi tadi sore, Tika sudah bersusah payah membuat cup cake dengan resep yang dia lihat di internet. Sebuah cup cake dengan taburan coklat dan buah stroberi di atasnya.

Dres selutut berwarna merah jambu dengan motif gambar hati di bagian dadanya, benar-benar membuat Tika bertambah cantik. Pasti Tedi akan kagum dan tambah cinta ketika melihat Tika nanti.

Dering lagu "Kepompong" dari gawai Tika terdengar ceria. Tapi tidak dengan ekspresi wajahnya. Wajah Tika yang tadi penuh senyum dan hati berbunga-bunga berubah menjadi suntuk. Garis bibirnya menurun, binar mata penuh cahaya kebahagiaan berubah menjadi mawas diri dan khawatir.

Dengan tatapan tajam, Tika memandang gawainya itu dari tempat dia berdiri. Gawai yang berpelindung warna merah jambu bermotif karakter hello kitty itu tergeletak di atas tempat tidur. Dia tahu siapa yang mengirim pesan singkat lewat wa dengan nada dering seperti itu.

Please deh, Niar! Malam ini biarin gue punya kesempatan berdua ajah sama Tedi. Batin Tika memohon.

Semenjak Niar menjomblo empat minggu yang lalu, Tika telah melewati dua kali hari jadinya dengan Tedi. Tika tidak menduga kalau kali ini adalah status jumblo terlama bagi Niar. Tahu begitu, Tika tidak akan berjanji akan selalu bersedia menemani Niar di malam minggu yang sendirinya itu.

Tika masih bergeming di tempat dia berdiri, mematung lama. Mempertimbangkan apakah dia harus membuka atau tidak mengacuhkan pesan dari Niar tersebut.

Tika menggelengkan kepalanya agak sedikit keras. Mencoba mengusir bisikan jahil dari bahu sebelah kirinya, yang akan memecah belah persahabatannya dengan Niar.

Apa artinya lagu Kepompong yang dipasangnya bila karena laki-laki bisa membuat berantakan persahabatan mereka? Bisikan dari bahu kanan Tika berbisik.

Dilangkahkan kaki Tika perlahan menuju tempat tidur di mana gawai tersebut tergeletak. Diraihnya dengan dengan ragu benda itu. Benda canggih yang telah membuat perdebatan di antara dua kubu hati di dalam diri Tika.

Tika menatap layar gawainya, dan membaca pesan pada layar depan tanpa membuka aplikasi wa. Keraguan masih menyelimuti hatinya ketika sebuah pesan dari Niar tertera kembali di layar depan gawainya.

Abaikan pesan gue, Tik. Maaf udah ganggu malam minggu lo. 

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung2
Maret 08, 2018 No komentar
Niar tertegun di depan cermin. Bukan pantulan dirinya yang dilihat. Tapi, Niar sedang mencoba melihat ke dalam diri.

Sesekali bibir mungil merah alaminya terlihat komat-kamit. Rambut kucir kudanya bergoyang naik-turun, ke kiri-ke kanan mengikuti gerak kepalanya yang lincah.

Sebentar-sebentar wajah oval Niar menekuk dengan bibir maju lima senti. Tidak lama kemudian, lesung pipi kiri kanan Niar terlihat karena tarikan bibir mungilnya.

"Bener juga apa yang dibilang si Tika yah. Gue kalau senyum cantik juga." Gumam Niar dengan sedikit menengadahkan dagunya.

Tapi tak berapa lama kemudian, wajahnya kembali ditekuk. Diri Niar kalah dengan emosi yang sedang dirasa saat itu.

Niar tidak percaya bahwa Niko telah memutuskan hubungan mereka hanya lewat pesan singkat. Padahal Niar berharap hubungannya kali ini akan bertahan lebih lama dari yang sebelum-sebelumnya.

Menurut informasi Tika, sahabat Niar. Niko mulai tertarik dengan cewek lain lintas kelas, yaitu kelas tiga.

Dan untuk menghibur Niar yang sedang bersedih karena putus cinta. Lalu Tika berteori, "kalau putus cinta, obatnya yah jatuh cinta lagi. Kan cowok kelas dua di sekolah kita ini banyak. Kalau lo ngerasa stoknya kurang. Lo lirik ajah tuh kelas tiga. Kelas satu juga nggak masalah. Yang unyu-unyu kan gampang lo setir.

Dan Niar merasa bodoh karena mengikuti teori Tika. Karena setiap kali dia putus cinta, Tika rempongnya minta ampun. Tika akan berusaha agar Niar cepat mendapatkan pacar baru.

Tapi kali ini, Niar tidak mau mengikuti usul Tika lagi. Kepercayaannya pada cowok sudah habis. Kunci hatinya sudah dibuang ke laut samudera. Tidak akan ada yang bisa menemukan kunci itu. Teori Tika tentang obat putus cinta adalah jatuh cinta lagi, tidak terbukti.

Buktinya Niar. Beberapa kali menjalani teori Tika, tetap saja bubar tuh sama cowok-cowoknya. Yang pada akhirnya Niar memutuskan untuk menanamkan stigma pada teman sekolahnya, khususnya cowok bahwa dia adalah cewek berhati es, jutek, dan menyebalkan. Niar ingin membentengi diri dari teman-teman cowoknya agar tidak mendekati dia.

Sekarang Niar ingin mengobati luka hati karena putus cinta dengan caranya sendiri. Tika cukup sebagai penonton saja. Niar akan buktikan, kalau dia bisa mengendalikan hati dan diri.

Niar meraih gawai dari atas meja riasnya. Dia ingat pesan Tika, "kalau lo ngerasa kesepian. Lo boleh kok kapan ajah datang ke rumah gue. Gue kan temen lo. Masa temen lagi jomblo gue nggak temenin."

Malam ini adalah malam minggu, di mana Niar selalu merasa sedih karena harus melewatinya sendirian. Terlebih status jomblo ini baru pertama kali didapatnya.

Tik, gue butuh lo malam ini.

Niar menyentuh tanda enter pada layar gawainya. Pesan telah dikirim pada Tika.

Bersambung

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung


Maret 06, 2018 No komentar

Review Buku
Judul: Senja di Langit Ceko
Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: Dua Media
Jumlah hlm: 279hlm

Nama tokoh dalam buku ini cukup unik. Senja Rinjani, Bumi Saujana dan Garuda Samudera.

Awal membaca buku ini dikira akan menceritakan penaklukan Senja pada Saujana. Tapi ternyata dugaan saya salah. Mereka justru dipersatukan oleh cinta di permulaan bab. Terus konfliknya apa dong?

Hanya diperankan oleh dua tokoh utama dan satu pendukung tokoh utama. Cerita ini menjadi sangat hidup. Diksi yang indah, membuat hanyut saat membaca. Begitu agung makna cinta Saujana pada Senja. Bahkan di pertengahan bab sempat meneteskan air mata.

Senja begitu tersanjung dengan keromantisan Saujana. Semua perlakuan Saujana pada Senja seperti perwujudan tokoh dalam novel yang ditulis olehnya.

Detail negara Ceko begitu jelas diceritakan di sini. Seakan pembaca ikut merasakan ada di antara mereka yang sedang berbulan madu.

Tidak perlu banyak konflik untuk membuat suatu cerita menjadi menarik. Pada buku ini kita dibawa hanyut oleh pemilihan kata-kata yang indah. Kisah sederhana tapi sarat makna. Bukan cinta segitiga, dan juga bukan masalah cemburu buta. 

Kebahagiaan dan kesedihan terjadi hanya dalam sekejap saja di Ceko. Bahkan tidak ada yang menduga tokoh Sam di sini akan menjadi berarti bagi Senja kelak.

Bahagiakanlah selalu orang yang kita cintai. Karena bisa jadi itu adalah hal terakhir yang kita lakukan. Seperti apa kita dimata orang yang kita cintai, maka dihari terakhirlah kita akan selalu dikenang.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
Maret 05, 2018 1 komentar
Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
****
Saya baru menjalani peran sebagai full mom alias IRT selama empat bulan terakhir ini. Waktu saya hanya untuk membersamai seorang putri yang sudah menginjak semester empat. Itupun dia akan stay di rumah hanya tiga hari. Sisanya dia kos di Krawang. Aktivitas di rumah otomatis tidak selalu padat disetiap harinya. 
Agak sedikit berpikir untuk memilah 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting. 
Ini 3 aktivitas yang paling penting menurut saya:
1. Mencuci 
2. Menyetrika
3. Memasak

3 aktivitas yang paling tidak penting:
1. Medsos

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
*****
Rutinitas aktivitas harian saya sebenarnya selalu sama. Agar tidak jenuh biasanya saya men-switch rutinitas tersebut. Yang penting semua to do list selesai dalam satu hari tersebut. 

04.40 - 05.15  salat subuh, mengaji, menilis
05.15 - 06.00  menyiapkan sarapan
06.00 - 07.00  mencuci
07.00 - 08.00  bebenah rumah
08.00 - 10.00  menyetrika disambi belanja sayur 20 menit. 
10.00 - 10.30  mandi sambil ngosek kamar mandi. Sisa waktu buat pembukuan jualan.
10.30 - 11.15  dhuha dan mengaji. Bila ada sisa waktu dipakai menulis
11.15 - 12.00  makan sambil lihat grup wa dan medsos (up date status baik itu fb maupun wa, komen atau like status teman)
12.00 - 12.30  salat dzuhur, menulis atau membaca
12.30 - 13.00  rebahan istirahat
13.00 - 15.30  menulis atau membaca
15. 30 - 17.00 menyapu halaman lanjut masak, diseling menulis atau membaca
17.00 - 18.40 nunggu suami pulang (17.30) sambil main medsos. Makan malam bersama. Ngobrol sambil nunggu magrib.
18.40 - 20.00  nonton drama India 😁 diseling menulis
20.00 - 21.30  menemani suami nonton sinetron kesukaannya. Dan saya nulis deh.
22.00 - 04.40  tidur 

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
****
Sebelum saya memutuskan resign dari pekerjaan. Saya sudah berkomitmen untuk mendalami menulis dan berjualan. Dan kandang waktu yang telah dibuat di atas bersifat fleksibel dan kondisional. Seperti kegiatan menyetrika yang dilakukan tiga hari sekali. Maka waktu tersebut saya gunakan untuk menulis, membaca atau menonton film. 

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? 
Baik. Saya akan memantau kandang waktu yang telah dibuat selama satu minggu pertama. 
Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
Maret 04, 2018 No komentar

Inilah suka duka berjualan. Ketika titik pertemuan (cod) dan waktu sudah ditentukan. Dan walaupun konfirmasi oleh pelanggan pada saya setengah jam dari waktu yang ditentukan tidak mungkin. Tetap sebagai pedagang harus profesional dalam memenuhi permintaan pelanggan.

Apa daya diri ini selalu membawa feeling dalam setiap transaksi. Selalu saja ada rasa tidak enak dengan pelanggan. Sebagai pedagang saya selalu ingin pelanggan merasa puas alias tidak kecewa. Saya selalu menempatkan diri pada posisi sebagai pelanggan. Selalu berusaha memaklumi keadaan mereka. Lebih baik saya yang merasakan kecewa dan sedih dibanding si pelanggan.

Seperti sore ini. Sudah hampir setengah jam saya menunggu kedatangan pelanggan. Padahal saya datang telat dari yang dijanjikan. Hal tersebut dikarenakan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di atas. Saya dikonfirmasi oleh pembeli setengah jam dari waktu yang saya minta untuk bertemu. Menurut perhitungan dengan keadaan jalan macet. Maka masing-masing dari kami akan telat tiba di titik pertemuan. Tapi ternyata, sang pembeli lebih telat dari saya.

Menulis adalah salah satu cara membunuh kejenuhan menunggu. Tidak terasa setengah jam berlalu dan hasil tulisan pun belum selesai ketika yang ditunggu datang.

Transaksi langsung dilakukan karena magrib akan segera menjelang. Tetiba setelah penyerahan barang selesai. Sang pelanggan bilang kalau dia sudah memesan ojek online buat saya. Dia merasa bersalah karena telah membuat saya menunggu lama.

Tidak dapat menolak karena order sudah dilakukan dan sudah diterima oleh driver. Tidak sampai sepuluh menit, baik transaksi maupun order ojek online selesai sudah. Dan....,  ongkosnya juga dibayarin oleh pelanggan saya. Indahnya ikhlas. Balasannya langsung dibayar tunai oleh Allah. Alhamdulillah.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 04, 2018 2 komentar

"Toro, nanti aku mau dijemput di tempat biasa, yah!" pinta Anggi lewat telpon pada Toro yang sedang bersiap pulang kantor.

"Ok, Nggi. Nanti aku kabari kalau sudah dekat, yah," jawab Toro yang kemudian menutup telponnya.

Sebenarnya Toro ingin sekali menyudahi hubungannya dengan Anggi. Tapi Anggi selalu menolaknya. Toro pun tahu, ia juga tidak bisa lepas dari bayangan Anggi. Ia begitu mencintai Anggi. Anggi pun demikian. Mereka saling mencintai. Tapi, entah sampai kapan Toro bisa bertahan dengan situasi salah seperti ini.

Kemana pun Anggi pergi bersamanya, seperti menguji adrenalin. Dia tidak pernah bisa bangga kalau dia adalah kekasih Anggi. Dia harus selalu berhati-hati agar tidak ada orang yang tahu tentang hubungannya dengan Anggi.

"Kita tidak perlu orang tahu tentang hubungan ini, Toro. Cukup kita berdua saja yang tahu, kalau kita saling mencintai. Kita akan selalu bersama, Toro. Jangan kau usik kenyamananku denganmu lagi. Biarkan aku merasakan kebahagiaan saat aku sedang bersamamu."

Kata-kata Anggi itulah yang membuat Toro lemah dan tidak sanggup melihat Anggi bersedih.

'Nggi, lebih baik aku yang sakit. Aku tidak mau kau terluka karenaku.' Batin Toro.

Tetiba sosok Dewo ada di depan Toro. Dewo adalah sahabat Toro sejak SMA. Toro tidak sanggup memandang wajah Dewo ketika dia bercerita tentang kesetiaan Anggi padanya. Dewo yang selalu membanggakan Anggi, karena Anggi begitu mengerti dirinya. Anggi yang begitu lemah lembut di setiap tutur katanya. Anggi yang tidak akan pernah tergantikan oleh gadis manapun. Malah Dewo bilang, bahwa dia akan meminang Anggi untuk menjadi istrinya.

Jadi, siapa yang harus tersakiti dengan cerita tersebut? Toro atau Dewo? Toro cemburu dengan semua yang dikatakan Dewo. Tapi, apakah Toro berhak cemburu? Sedangkan Anggi adalah milik Dewo. Egoiskah Toro bila dia mengatakan pada Dewo kalau Anggi adalah milik Toro juga? Bahwa Toro pun mererima perlakuan yang sama dari Anggi. Anggi juga setia pada Toro. Sayang, Toro tidak bisa meminang Anggi, walaupun Toro sangat ingin melakukannya.

Toro membanting setir mobilnya, kemudian berbalik arah. Toro menyudahi perang batinnya.

'Maaf, Nggi. Hubungan kita tidak akan pernah berhasil. Kembalilah pada kekasih sejatimu. Aku hanyalah orang ketiga. Semoga kalian bahagia.' Sebuah pesan singkat telah dikirim Toro untuk Anggi.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 03, 2018 No komentar

Dinda tersenyum manis mematut dirinya di depan cermin.

"Aku cantik juga kalau dipoles bedak dan lipstik. Malah lebih cantik aku daripada Kak Maya." Dimajukan bibirnya beberapa senti dan agak sedikit terbuka, agar terkesan seksi seperti Marilyn Monroe.

Bukan tanpa sebab Dinda berdandan. Hari ini adalah acara lamaran Kak Maya, kakak Dinda. Dinda sebenarnya menaruh hati pada calon suami Kak Maya. Berharap kecantikan alami yang Dinda punya dapat merubah pikiran calon suami Kak Maya. Dan akhirnya acara lamaran dibatalkan.

Dinda berdiri dari duduknya agar dapat melihat seluruh penampilannya di cermin. Kebaya brokat merah muda, rambut dicepol dengan sedikit menyisakan rambut di kiri kanan pelipisnya. Sempurna, itu yang dilihat Dinda ketika melihat bayangannya di cermin.

Tapi tiba-tiba wajah Dinda lesu dan marah. Penampilan yang paling penting bagi seorang perempuan tidak dimilikinya.
Bagaimana dia bisa memikat calon suaminya Kak Maya? Bila bagian yang Kak Maya punya tersebut, Dinda tidak memilikinya.

Dicarinya kain perca, saputangan, busa atau semacamnya. Dinda harus bisa membuat bagian tersebut sama indahnya dengan milik Kak Maya. Kalau bisa, lebih baik.

Dibongkarnya lemari pakaian Dinda. Sayang yang dicari tidak ada. Dinda melihat nakal ke lemari pakaian Kak Maya yang ada di sebelah kepunyaannya. Mengapa tidak pinjam milik Kak Maya saja? Begitu mungkin pikir Dinda ketika membuka laci lemari pakaian milik Kak Maya.
Dengan mata berbinar dan tersenyum bahagia, akhirnya Dinda menemukan apa yang dicarinya. Belum juga dicoba ke bagian salah tubuhnya. Tiba-tiba ibu Dinda sudah berada di kamarnya.

"Dinda kenapa kamu masih di sini, Nak?" Ibu menghampiri Dinda. Kemudian ibu tersenyum melihat dengan apa yang sedang dipegang oleh Dinda.

"Nak, semua itu ada saatnya. Tidak perlu memaksakan diri untuk tampil sempurna. Kamu kan masih dalam tahap pertumbuhan. Nanti juga bagian dada kamu akan tumbuh seperti layaknya seorang gadis. Semua kan butuh proses. Sabar yah, Nak. Toh, sekarang kamu sudah menginjak SMP pun tidak terasa, kan?"

Dinda mendengarkan kata-kata ibunya yang dituturkan secara halus dan mengena di hati. Kemudian Dinda pun mengembalikan pakaian dalam Kak Maya ke dalam lemarinya.

Ibu merangkul bahu Dinda mengajak keluar kamar menuju ruang tamu, di mana acara lamaran Kak Maya akan berlangsung.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 02, 2018 No komentar

Alarm gawai berbunyi lemah, tapi cukup terdengar di telinga adikku yang berada di kamar sebelah.

"Kak, alarm lo bunyi tuh!" Teriakkan adikku pun sama terdengar lemah. Celah dinding atas kamar di mana ac dipasang yang dibagi dua denganku tidak serta merta suaranya bisa menerobos masuk dengan kencang.

Tidak ada satu pun yang dapat mengganggu tidurku pagi ini. Ziva sedang merayu, memohon cintanya padaku.
Tiba-tiba aku terkejut dan terbangun karena percikan air ke wajahku. Marah, geram, dengan pelaku yang sudah bisa kuduga. Ketika amarah siap meluap dengan menyingkirkan guling, agar tubuhku bisa berbalik.

"Maaf Den. Mbok Mi diminta den Rara untuk menyiram sedikit air ke wajah den Ryan supaya bangun."

Senyum nakal terukir terlihat menyebalkan mengintip di balik tembok pintu kamarku.

"Gue kan cuma ngejalanin pesen mamah ajah, Kak. Mamah bilang lo nggak boleh terlambat masuk sekolah lagi. Soalnya lo udah dapet peringatan yang kedua dari sekolah."

Ya yah, aku akui kalau sebulan ini memang sudah dua kali terlambat. Tapi, mamah kan nggak perlu nitipin aku sama Rara. Huh! Aku mendengus kesal ketika Rara melempar handuk dan tepat mendarat di kepalaku. Nggak tahu yah, kalau aku sedang mengumpulkan nyawa sehabis bangun tidur.

Ketika ingin kubalas tindakan Rara tersebut. Terdengar langkah kaki Rara tergesa menuruni anak tangga. Awas! Tunggu pembalasanku kau Rara. Dengan penuh amarah dendam membara.

Rasanya memang sudah cukup aku membolos sekolah dua kali. Data tentang Ziva murid kelas sebelahku, sudah kupegang. Seperti di mana rumahnya, makanan kesukaannya: biar nanti pas makan di resto aku bisa langsung pesan. Gimana? Pastinya kan dia akan terkesan padaku, kan?

Menurut Titi teman dekatnya, Ziva sedang diincar oleh Rendra. Hmm, Rendra memang pernah ngomong sih, kalau dia ingin nembak Ziva padaku beberapa hari yang lalu. Dan ternyata langkah dia sudah jauh di depanku. Berarti aku harus bergerak cepat nih. Jangan sampai keduluan Rendra.

"Mandi koboi yah, Kak? Cepet amat?"

Aku tidak menanggapi ocehan Rara. Karena dipikiranku sedang menyusun skenario menembak Ziva sepulang sekolah nanti. Jangan sampai keduluan Rendra, teman kelas sebelahku, 3 IPA2.

"Udah ah, gue berangkat duluan aja deh. Kayak ngomong sama patung gue."

Akhirnya aku tersadar oleh ucapan Rara. Aku kan satu sekolah dengan Rara di SMA Puspa Bangsa. Pesan mamah sebelum pergi menemani papah bertugas ke luar negeri, aku harus berangkat sekolah bersama-sama dengan Rara.

"Eh, Ra. Lo bareng ama gue ajah seperti biasa, yuk!" Aku menggigit roti sambil menyambar tas yang tergantung di sandaran kursi.

Dari atas motor ocehan Rara tetap tidak berhenti. Kok bisa yah adikku ini punya begitu banyak cerita.

"Kak, lo tahu Ziva anak kelas 2 IPS4 nggak? Jangan bilang lo nggak tahu yah, Kak."
Aku mulai tertarik dengan cerita Rara bagian Ziva ini. Setelah sebelumnya dia bercerita tentang gebetannya yang nggak penting itu.

"Parah lo, Kak. Gue kasih tahu siapa itu Ziva yah. Dia itu cewek favorit inceran kelas tiga. Makanya lo gaul dong. Jangan bolos mulu."

Huh, sialan nih Rara. Aku masa dibilang nggak gaul. Nggak tahu dia kalau kakaknya kemarin bolos itu nyari data tentang Ziva.

"Trus nih ya, Kak. Ziva itu kalau putus sama pacar, cepet dapet gantinya lagi."

Yaileh nih Rara. Nggak tahu dia, kalau kakaknya ini bakal nembak Ziva sepulang sekolah ntar.

"Dan lo tahu nggak, Kak? Ziva itu baru bikin patah hati semua laki-laki kelas tiga kemarin dan ... ."

Aku tersentak kaget dan meremas tanganku yang memegang rem, sehingga menyebabkan motor berhenti mendadak.

" ... aw." Rara mengaduh ketika helmnya beradu dengan helmku.

"Maksud lo Ziva bikin patah hati gimana, Ra?"

Sambil membetulkan posisi duduknya akibat rem dadakan kakaknya. Rara berkata, "Kak Rendra kemarin baru jadian sama Ziva.

Kulajukan motor dengan perlahan. Aku mengutuk diri sendiri karena sudah bergerak lamban. Dan menyesali mengapa kemarin tidak masuk sekolah. Ah, begitu banyak seandainya yang muncul tiba-tiba di kepala. Yah, banyak seandainya yang mungkin saja keberuntungan Rendra ada pada dirinya.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
Maret 01, 2018 1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ▼  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ▼  Maret (25)
      • Elang - Review Buku
      • Kisah Seorang Ibu Rumah Tangga
      • Cinta untuk Niar - part#12
      • BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN NHW#9
      • Wajib Shalat Subuh Meski Terlambat
      • Manfaat Lain Yoghurt Yang Harus Kamu Tahu
      • Ini Gaya Menabung Ku
      • NICE HOMEWORK #8 *MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS*
      • Cinta untuk Niar - part#11
      • Cinta untuk Niar - part#10
      • Cinta untuk Niar - Part#9
      • Cinta untuk Niar - part#8
      • Cinta untuk Niar - part7
      • Cinta untuk Niar - part#6
      • Cinta untuk Niar - part5
      • Cinta untuk Niar -part#4
      • Cinta untuk Niar - part 3
      • Cinta untuk Niar #part2
      • Cinta untuk Niar (1)
      • Senja di Langit Ceko (Review Buku)
      • BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL (NHW#6)
      • Ikhlas (suka duka berjualan)
      • Orang Ketiga
      • Dinda dan Pakaian Dalam
      • Kalah Cepat
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose