Sambal

by - November 26, 2018

Terlihat Dee duduk di lantai. Dengan wajah tertunduk dan rambutnya yang sedikit melewati bahu terjuntai menutupi satu sisi wajahnya. Sesekali terlihat jari lentik dengan kuku yang diwarnai hena oranye gelap, mengusap matanya.

Bahu Dee terkadang bergerak kencang. Tapi hanya sebelah kanan saja. Guncangan bahu tersebut membuat kepalanya ikut bergoyang. Jangan ditanya tentang rambut. Rambut hitam lurus legam itu juga ikut bergoyang.

Terdengar suara tarikan nafas dari hidung yang berair dikarenakan Dee sudah beberapa kali bersin.

Tangan kiri Dee tidak pernah berhenti bergerak. Mengusap mata dan hidung bergantian.

Dean melihat hal tersebut dari balik pintu. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian tersenyum.

“Dee… Dee,” guman Dean sambil lalu masuk kembali ke dalam kamar.

Sudah lebih dari dua bulan Dee melakukan hal tersebut. Tetap tidak ada perubahan. Masih sama saja. Harus berapa lama lagi Dee akan mengalami hal yang sama tiap hari. Begitu pikir Dean.

Dean merebahkan diri ke atas kasur. Dean berinisiatif akan membantu Dee istrinya. Agar tidak mengalami hal yang setiap hari. Bisa-bisa nanti air matanya habis.

Dean mengganti posisi tubuhnya menjadi tengkurap. jarinya yang lincah mengetikan beberapa kalimat setelah aplikasi browser dibuka.

“Cara mengulek bawang merah tanpa harus mengeluarkan air mata,” ucap Dean pelan sambil mengetik.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita





You May Also Like

0 komentar