Kakak BT!

by - September 13, 2018



Hari ini super duper padat kegiatan saya. Workshop yang diikuti hari ini fullday. Berangkat dari rumah pukul delapan dan tiba di rumah kembali pukul 19.30.

Laporan ke kakak satu hari sebelumnya, cuma bilang kalau saya akan mengikuti workshop.

Saat masih di kereta kakak mengirim pesan via wa. Kakak ternyata ingin berbicara langsung denganku. Apa boleh buat situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Kereta pada jam pulang kantor setelah magrib benar-benar sumpek, ramai pakai banget. Nggak perlu pakai pegangan, secara berdiri saja sudah terhimpit dan nggak bisa bergerak. Apa kabarnya terima telpon coba?

Setelah selesai makan malam dan beristirahat sebentar. Setengah jam kemudian kakak mengirim pesan. Menanyakan apakah saya sudah sampai di rumah atau belum. Sepertinya benar-benar masalah penting. Sampai-sampai kakak tidak mau menyampaikan maksudnya via wa.

Setelah beberapa kali video call saya tidak dijawab oleh kakak. Saya pun menelepon kakak lewat GSM nya.

“Kenapa, Kak?” Tanya saya setelah mengucapkan salam dan menanyakan kabar.

Ternyata kakak ingin memberi kabar bahwa jadwal kuliahnya berubah. Jadwal kuliah semula adalah pada hari Senin - Jumat. Perubahan jadwal kuliah terbaru adalah Senin - Selasa, Kamis - Sabtu. Jadi kesimpulannya, perubahan jadwal tersebut membuat kepulangan kakak seminggu sekali ke Bekasi menjadi terganggu.

Harusnya kakak bisa pulang pada hari Jumat siang. Sekarang malah terancam tidak pulang. Ia memaksakan diri untuk pulang ke Bekasi setiap Sabtu dengan cara nebeng temennya.

Saya pun memberikan alasan jarak tempuh yang terlalu jauh dengan motor. Karawang - Bekasi dengan menggunakan motor tentu akan membuat tubuh tidak nyaman. Saya pun menambahkan alasan kesehatan. Untuk sementara, keputusan awalnya adalah kakak pulang ke Bekasi satu bulan sekali. Dan pada minggu ketiga, kami akan mengunjungi kakak. Sebagai pelepas rindu gitu, deh.

“Kakak BT tau, Mah, di kosan sendirian. Mana nggak ada wifi. Boros kuota deh, Kakak.” Itu adalah salah satu alasan yang diberikan. Kakak keberatan dengan usul saya pulang satu bulan sekali. Setelah alasan sebelumnya adalah sedih karena nggak bisa kumpul bersama kami, kedua orang tuanya.

Setelah tawar-menawar yang cukup rumit. Pun hampir dua puluh menit pembicaraan kesepakatan belum tercapai. Akhirnya kakak dengan berat hati menerima keputusan saya tersebut.
Itu juga pakai kalimat hiburan dan janji yang lain. Bahwa hal tersebut akan dibicarakan bila kakak pulang dan berada di rumah.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari/17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

You May Also Like

0 komentar