facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi

Niar tertegun di depan cermin. Bukan pantulan dirinya yang dilihat. Tapi, Niar sedang mencoba melihat ke dalam diri.

Sesekali bibir mungil merah alaminya terlihat komat-kamit. Rambut kucir kudanya bergoyang naik-turun, ke kiri-ke kanan mengikuti gerak kepalanya yang lincah.

Sebentar-sebentar wajah oval Niar menekuk dengan bibir maju lima senti. Tidak lama kemudian, lesung pipi kiri kanan Niar terlihat karena tarikan bibir mungilnya.

"Bener juga apa yang dibilang si Tika yah. Gue kalau senyum cantik juga." Gumam Niar dengan sedikit menengadahkan dagunya.

Tapi tak berapa lama kemudian, wajahnya kembali ditekuk. Diri Niar kalah dengan emosi yang sedang dirasa saat itu.

Niar tidak percaya bahwa Niko telah memutuskan hubungan mereka hanya lewat pesan singkat. Padahal Niar berharap hubungannya kali ini akan bertahan lebih lama dari yang sebelum-sebelumnya.

Menurut informasi Tika, sahabat Niar. Niko mulai tertarik dengan cewek lain lintas kelas, yaitu kelas tiga.

Dan untuk menghibur Niar yang sedang bersedih karena putus cinta. Lalu Tika berteori, "kalau putus cinta, obatnya yah jatuh cinta lagi. Kan cowok kelas dua di sekolah kita ini banyak. Kalau lo ngerasa stoknya kurang. Lo lirik ajah tuh kelas tiga. Kelas satu juga nggak masalah. Yang unyu-unyu kan gampang lo setir.

Dan Niar merasa bodoh karena mengikuti teori Tika. Karena setiap kali dia putus cinta, Tika rempongnya minta ampun. Tika akan berusaha agar Niar cepat mendapatkan pacar baru.

Tapi kali ini, Niar tidak mau mengikuti usul Tika lagi. Kepercayaannya pada cowok sudah habis. Kunci hatinya sudah dibuang ke laut samudera. Tidak akan ada yang bisa menemukan kunci itu. Teori Tika tentang obat putus cinta adalah jatuh cinta lagi, tidak terbukti.

Buktinya Niar. Beberapa kali menjalani teori Tika, tetap saja bubar tuh sama cowok-cowoknya. Yang pada akhirnya Niar memutuskan untuk menanamkan stigma pada teman sekolahnya, khususnya cowok bahwa dia adalah cewek berhati es, jutek, dan menyebalkan. Niar ingin membentengi diri dari teman-teman cowoknya agar tidak mendekati dia.

Sekarang Niar ingin mengobati luka hati karena putus cinta dengan caranya sendiri. Tika cukup sebagai penonton saja. Niar akan buktikan, kalau dia bisa mengendalikan hati dan diri.

Niar meraih gawai dari atas meja riasnya. Dia ingat pesan Tika, "kalau lo ngerasa kesepian. Lo boleh kok kapan ajah datang ke rumah gue. Gue kan temen lo. Masa temen lagi jomblo gue nggak temenin."

Malam ini adalah malam minggu, di mana Niar selalu merasa sedih karena harus melewatinya sendirian. Terlebih status jomblo ini baru pertama kali didapatnya.

Tik, gue butuh lo malam ini.

Niar menyentuh tanda enter pada layar gawainya. Pesan telah dikirim pada Tika.

Bersambung

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5#tantangancerbung


Maret 06, 2018 No komentar

Review Buku
Judul: Senja di Langit Ceko
Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: Dua Media
Jumlah hlm: 279hlm

Nama tokoh dalam buku ini cukup unik. Senja Rinjani, Bumi Saujana dan Garuda Samudera.

Awal membaca buku ini dikira akan menceritakan penaklukan Senja pada Saujana. Tapi ternyata dugaan saya salah. Mereka justru dipersatukan oleh cinta di permulaan bab. Terus konfliknya apa dong?

Hanya diperankan oleh dua tokoh utama dan satu pendukung tokoh utama. Cerita ini menjadi sangat hidup. Diksi yang indah, membuat hanyut saat membaca. Begitu agung makna cinta Saujana pada Senja. Bahkan di pertengahan bab sempat meneteskan air mata.

Senja begitu tersanjung dengan keromantisan Saujana. Semua perlakuan Saujana pada Senja seperti perwujudan tokoh dalam novel yang ditulis olehnya.

Detail negara Ceko begitu jelas diceritakan di sini. Seakan pembaca ikut merasakan ada di antara mereka yang sedang berbulan madu.

Tidak perlu banyak konflik untuk membuat suatu cerita menjadi menarik. Pada buku ini kita dibawa hanyut oleh pemilihan kata-kata yang indah. Kisah sederhana tapi sarat makna. Bukan cinta segitiga, dan juga bukan masalah cemburu buta. 

Kebahagiaan dan kesedihan terjadi hanya dalam sekejap saja di Ceko. Bahkan tidak ada yang menduga tokoh Sam di sini akan menjadi berarti bagi Senja kelak.

Bahagiakanlah selalu orang yang kita cintai. Karena bisa jadi itu adalah hal terakhir yang kita lakukan. Seperti apa kita dimata orang yang kita cintai, maka dihari terakhirlah kita akan selalu dikenang.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
Maret 05, 2018 1 komentar
Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
****
Saya baru menjalani peran sebagai full mom alias IRT selama empat bulan terakhir ini. Waktu saya hanya untuk membersamai seorang putri yang sudah menginjak semester empat. Itupun dia akan stay di rumah hanya tiga hari. Sisanya dia kos di Krawang. Aktivitas di rumah otomatis tidak selalu padat disetiap harinya. 
Agak sedikit berpikir untuk memilah 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting. 
Ini 3 aktivitas yang paling penting menurut saya:
1. Mencuci 
2. Menyetrika
3. Memasak

3 aktivitas yang paling tidak penting:
1. Medsos

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
*****
Rutinitas aktivitas harian saya sebenarnya selalu sama. Agar tidak jenuh biasanya saya men-switch rutinitas tersebut. Yang penting semua to do list selesai dalam satu hari tersebut. 

04.40 - 05.15  salat subuh, mengaji, menilis
05.15 - 06.00  menyiapkan sarapan
06.00 - 07.00  mencuci
07.00 - 08.00  bebenah rumah
08.00 - 10.00  menyetrika disambi belanja sayur 20 menit. 
10.00 - 10.30  mandi sambil ngosek kamar mandi. Sisa waktu buat pembukuan jualan.
10.30 - 11.15  dhuha dan mengaji. Bila ada sisa waktu dipakai menulis
11.15 - 12.00  makan sambil lihat grup wa dan medsos (up date status baik itu fb maupun wa, komen atau like status teman)
12.00 - 12.30  salat dzuhur, menulis atau membaca
12.30 - 13.00  rebahan istirahat
13.00 - 15.30  menulis atau membaca
15. 30 - 17.00 menyapu halaman lanjut masak, diseling menulis atau membaca
17.00 - 18.40 nunggu suami pulang (17.30) sambil main medsos. Makan malam bersama. Ngobrol sambil nunggu magrib.
18.40 - 20.00  nonton drama India 😁 diseling menulis
20.00 - 21.30  menemani suami nonton sinetron kesukaannya. Dan saya nulis deh.
22.00 - 04.40  tidur 

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
****
Sebelum saya memutuskan resign dari pekerjaan. Saya sudah berkomitmen untuk mendalami menulis dan berjualan. Dan kandang waktu yang telah dibuat di atas bersifat fleksibel dan kondisional. Seperti kegiatan menyetrika yang dilakukan tiga hari sekali. Maka waktu tersebut saya gunakan untuk menulis, membaca atau menonton film. 

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? 
Baik. Saya akan memantau kandang waktu yang telah dibuat selama satu minggu pertama. 
Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
Maret 04, 2018 No komentar

Inilah suka duka berjualan. Ketika titik pertemuan (cod) dan waktu sudah ditentukan. Dan walaupun konfirmasi oleh pelanggan pada saya setengah jam dari waktu yang ditentukan tidak mungkin. Tetap sebagai pedagang harus profesional dalam memenuhi permintaan pelanggan.

Apa daya diri ini selalu membawa feeling dalam setiap transaksi. Selalu saja ada rasa tidak enak dengan pelanggan. Sebagai pedagang saya selalu ingin pelanggan merasa puas alias tidak kecewa. Saya selalu menempatkan diri pada posisi sebagai pelanggan. Selalu berusaha memaklumi keadaan mereka. Lebih baik saya yang merasakan kecewa dan sedih dibanding si pelanggan.

Seperti sore ini. Sudah hampir setengah jam saya menunggu kedatangan pelanggan. Padahal saya datang telat dari yang dijanjikan. Hal tersebut dikarenakan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di atas. Saya dikonfirmasi oleh pembeli setengah jam dari waktu yang saya minta untuk bertemu. Menurut perhitungan dengan keadaan jalan macet. Maka masing-masing dari kami akan telat tiba di titik pertemuan. Tapi ternyata, sang pembeli lebih telat dari saya.

Menulis adalah salah satu cara membunuh kejenuhan menunggu. Tidak terasa setengah jam berlalu dan hasil tulisan pun belum selesai ketika yang ditunggu datang.

Transaksi langsung dilakukan karena magrib akan segera menjelang. Tetiba setelah penyerahan barang selesai. Sang pelanggan bilang kalau dia sudah memesan ojek online buat saya. Dia merasa bersalah karena telah membuat saya menunggu lama.

Tidak dapat menolak karena order sudah dilakukan dan sudah diterima oleh driver. Tidak sampai sepuluh menit, baik transaksi maupun order ojek online selesai sudah. Dan....,  ongkosnya juga dibayarin oleh pelanggan saya. Indahnya ikhlas. Balasannya langsung dibayar tunai oleh Allah. Alhamdulillah.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 04, 2018 2 komentar

"Toro, nanti aku mau dijemput di tempat biasa, yah!" pinta Anggi lewat telpon pada Toro yang sedang bersiap pulang kantor.

"Ok, Nggi. Nanti aku kabari kalau sudah dekat, yah," jawab Toro yang kemudian menutup telponnya.

Sebenarnya Toro ingin sekali menyudahi hubungannya dengan Anggi. Tapi Anggi selalu menolaknya. Toro pun tahu, ia juga tidak bisa lepas dari bayangan Anggi. Ia begitu mencintai Anggi. Anggi pun demikian. Mereka saling mencintai. Tapi, entah sampai kapan Toro bisa bertahan dengan situasi salah seperti ini.

Kemana pun Anggi pergi bersamanya, seperti menguji adrenalin. Dia tidak pernah bisa bangga kalau dia adalah kekasih Anggi. Dia harus selalu berhati-hati agar tidak ada orang yang tahu tentang hubungannya dengan Anggi.

"Kita tidak perlu orang tahu tentang hubungan ini, Toro. Cukup kita berdua saja yang tahu, kalau kita saling mencintai. Kita akan selalu bersama, Toro. Jangan kau usik kenyamananku denganmu lagi. Biarkan aku merasakan kebahagiaan saat aku sedang bersamamu."

Kata-kata Anggi itulah yang membuat Toro lemah dan tidak sanggup melihat Anggi bersedih.

'Nggi, lebih baik aku yang sakit. Aku tidak mau kau terluka karenaku.' Batin Toro.

Tetiba sosok Dewo ada di depan Toro. Dewo adalah sahabat Toro sejak SMA. Toro tidak sanggup memandang wajah Dewo ketika dia bercerita tentang kesetiaan Anggi padanya. Dewo yang selalu membanggakan Anggi, karena Anggi begitu mengerti dirinya. Anggi yang begitu lemah lembut di setiap tutur katanya. Anggi yang tidak akan pernah tergantikan oleh gadis manapun. Malah Dewo bilang, bahwa dia akan meminang Anggi untuk menjadi istrinya.

Jadi, siapa yang harus tersakiti dengan cerita tersebut? Toro atau Dewo? Toro cemburu dengan semua yang dikatakan Dewo. Tapi, apakah Toro berhak cemburu? Sedangkan Anggi adalah milik Dewo. Egoiskah Toro bila dia mengatakan pada Dewo kalau Anggi adalah milik Toro juga? Bahwa Toro pun mererima perlakuan yang sama dari Anggi. Anggi juga setia pada Toro. Sayang, Toro tidak bisa meminang Anggi, walaupun Toro sangat ingin melakukannya.

Toro membanting setir mobilnya, kemudian berbalik arah. Toro menyudahi perang batinnya.

'Maaf, Nggi. Hubungan kita tidak akan pernah berhasil. Kembalilah pada kekasih sejatimu. Aku hanyalah orang ketiga. Semoga kalian bahagia.' Sebuah pesan singkat telah dikirim Toro untuk Anggi.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 03, 2018 No komentar

Dinda tersenyum manis mematut dirinya di depan cermin.

"Aku cantik juga kalau dipoles bedak dan lipstik. Malah lebih cantik aku daripada Kak Maya." Dimajukan bibirnya beberapa senti dan agak sedikit terbuka, agar terkesan seksi seperti Marilyn Monroe.

Bukan tanpa sebab Dinda berdandan. Hari ini adalah acara lamaran Kak Maya, kakak Dinda. Dinda sebenarnya menaruh hati pada calon suami Kak Maya. Berharap kecantikan alami yang Dinda punya dapat merubah pikiran calon suami Kak Maya. Dan akhirnya acara lamaran dibatalkan.

Dinda berdiri dari duduknya agar dapat melihat seluruh penampilannya di cermin. Kebaya brokat merah muda, rambut dicepol dengan sedikit menyisakan rambut di kiri kanan pelipisnya. Sempurna, itu yang dilihat Dinda ketika melihat bayangannya di cermin.

Tapi tiba-tiba wajah Dinda lesu dan marah. Penampilan yang paling penting bagi seorang perempuan tidak dimilikinya.
Bagaimana dia bisa memikat calon suaminya Kak Maya? Bila bagian yang Kak Maya punya tersebut, Dinda tidak memilikinya.

Dicarinya kain perca, saputangan, busa atau semacamnya. Dinda harus bisa membuat bagian tersebut sama indahnya dengan milik Kak Maya. Kalau bisa, lebih baik.

Dibongkarnya lemari pakaian Dinda. Sayang yang dicari tidak ada. Dinda melihat nakal ke lemari pakaian Kak Maya yang ada di sebelah kepunyaannya. Mengapa tidak pinjam milik Kak Maya saja? Begitu mungkin pikir Dinda ketika membuka laci lemari pakaian milik Kak Maya.
Dengan mata berbinar dan tersenyum bahagia, akhirnya Dinda menemukan apa yang dicarinya. Belum juga dicoba ke bagian salah tubuhnya. Tiba-tiba ibu Dinda sudah berada di kamarnya.

"Dinda kenapa kamu masih di sini, Nak?" Ibu menghampiri Dinda. Kemudian ibu tersenyum melihat dengan apa yang sedang dipegang oleh Dinda.

"Nak, semua itu ada saatnya. Tidak perlu memaksakan diri untuk tampil sempurna. Kamu kan masih dalam tahap pertumbuhan. Nanti juga bagian dada kamu akan tumbuh seperti layaknya seorang gadis. Semua kan butuh proses. Sabar yah, Nak. Toh, sekarang kamu sudah menginjak SMP pun tidak terasa, kan?"

Dinda mendengarkan kata-kata ibunya yang dituturkan secara halus dan mengena di hati. Kemudian Dinda pun mengembalikan pakaian dalam Kak Maya ke dalam lemarinya.

Ibu merangkul bahu Dinda mengajak keluar kamar menuju ruang tamu, di mana acara lamaran Kak Maya akan berlangsung.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Maret 02, 2018 No komentar

Alarm gawai berbunyi lemah, tapi cukup terdengar di telinga adikku yang berada di kamar sebelah.

"Kak, alarm lo bunyi tuh!" Teriakkan adikku pun sama terdengar lemah. Celah dinding atas kamar di mana ac dipasang yang dibagi dua denganku tidak serta merta suaranya bisa menerobos masuk dengan kencang.

Tidak ada satu pun yang dapat mengganggu tidurku pagi ini. Ziva sedang merayu, memohon cintanya padaku.
Tiba-tiba aku terkejut dan terbangun karena percikan air ke wajahku. Marah, geram, dengan pelaku yang sudah bisa kuduga. Ketika amarah siap meluap dengan menyingkirkan guling, agar tubuhku bisa berbalik.

"Maaf Den. Mbok Mi diminta den Rara untuk menyiram sedikit air ke wajah den Ryan supaya bangun."

Senyum nakal terukir terlihat menyebalkan mengintip di balik tembok pintu kamarku.

"Gue kan cuma ngejalanin pesen mamah ajah, Kak. Mamah bilang lo nggak boleh terlambat masuk sekolah lagi. Soalnya lo udah dapet peringatan yang kedua dari sekolah."

Ya yah, aku akui kalau sebulan ini memang sudah dua kali terlambat. Tapi, mamah kan nggak perlu nitipin aku sama Rara. Huh! Aku mendengus kesal ketika Rara melempar handuk dan tepat mendarat di kepalaku. Nggak tahu yah, kalau aku sedang mengumpulkan nyawa sehabis bangun tidur.

Ketika ingin kubalas tindakan Rara tersebut. Terdengar langkah kaki Rara tergesa menuruni anak tangga. Awas! Tunggu pembalasanku kau Rara. Dengan penuh amarah dendam membara.

Rasanya memang sudah cukup aku membolos sekolah dua kali. Data tentang Ziva murid kelas sebelahku, sudah kupegang. Seperti di mana rumahnya, makanan kesukaannya: biar nanti pas makan di resto aku bisa langsung pesan. Gimana? Pastinya kan dia akan terkesan padaku, kan?

Menurut Titi teman dekatnya, Ziva sedang diincar oleh Rendra. Hmm, Rendra memang pernah ngomong sih, kalau dia ingin nembak Ziva padaku beberapa hari yang lalu. Dan ternyata langkah dia sudah jauh di depanku. Berarti aku harus bergerak cepat nih. Jangan sampai keduluan Rendra.

"Mandi koboi yah, Kak? Cepet amat?"

Aku tidak menanggapi ocehan Rara. Karena dipikiranku sedang menyusun skenario menembak Ziva sepulang sekolah nanti. Jangan sampai keduluan Rendra, teman kelas sebelahku, 3 IPA2.

"Udah ah, gue berangkat duluan aja deh. Kayak ngomong sama patung gue."

Akhirnya aku tersadar oleh ucapan Rara. Aku kan satu sekolah dengan Rara di SMA Puspa Bangsa. Pesan mamah sebelum pergi menemani papah bertugas ke luar negeri, aku harus berangkat sekolah bersama-sama dengan Rara.

"Eh, Ra. Lo bareng ama gue ajah seperti biasa, yuk!" Aku menggigit roti sambil menyambar tas yang tergantung di sandaran kursi.

Dari atas motor ocehan Rara tetap tidak berhenti. Kok bisa yah adikku ini punya begitu banyak cerita.

"Kak, lo tahu Ziva anak kelas 2 IPS4 nggak? Jangan bilang lo nggak tahu yah, Kak."
Aku mulai tertarik dengan cerita Rara bagian Ziva ini. Setelah sebelumnya dia bercerita tentang gebetannya yang nggak penting itu.

"Parah lo, Kak. Gue kasih tahu siapa itu Ziva yah. Dia itu cewek favorit inceran kelas tiga. Makanya lo gaul dong. Jangan bolos mulu."

Huh, sialan nih Rara. Aku masa dibilang nggak gaul. Nggak tahu dia kalau kakaknya kemarin bolos itu nyari data tentang Ziva.

"Trus nih ya, Kak. Ziva itu kalau putus sama pacar, cepet dapet gantinya lagi."

Yaileh nih Rara. Nggak tahu dia, kalau kakaknya ini bakal nembak Ziva sepulang sekolah ntar.

"Dan lo tahu nggak, Kak? Ziva itu baru bikin patah hati semua laki-laki kelas tiga kemarin dan ... ."

Aku tersentak kaget dan meremas tanganku yang memegang rem, sehingga menyebabkan motor berhenti mendadak.

" ... aw." Rara mengaduh ketika helmnya beradu dengan helmku.

"Maksud lo Ziva bikin patah hati gimana, Ra?"

Sambil membetulkan posisi duduknya akibat rem dadakan kakaknya. Rara berkata, "Kak Rendra kemarin baru jadian sama Ziva.

Kulajukan motor dengan perlahan. Aku mengutuk diri sendiri karena sudah bergerak lamban. Dan menyesali mengapa kemarin tidak masuk sekolah. Ah, begitu banyak seandainya yang muncul tiba-tiba di kepala. Yah, banyak seandainya yang mungkin saja keberuntungan Rendra ada pada dirinya.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
Maret 01, 2018 1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose