facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi


Ramadan adalah bulan istimewa di antara sebelas bulan lainnya. Bahkan berkah ramadan banyak dirasa oleh semua kalangan agama. Lihat saja pedagang dadakan yang menata mejanya di depan rumah atau di pinggir jalan. Aneka macam kudapan tersedia menggugah selera. Semua ingin mendapatkan berkah dari orang-orang yang berpuasa.

Mereka menyadari bahwa banyak masyarakat yang ingin mengistimewakan momen berbuka puasa dengan hidangan yang tidak mereka dapat di bulan biasa. Sebut saja salah satunya adalah kolak.

Yah, meskipun kolak bisa dibuat dan didapat bukan pada bulan Ramadan saja. Tapi tetap kolak selalu identik dengan hidangan buka puasa. Aneka kolak pun sekarang banyak jenisnya, sebut saja kolak pisang, kolang kaling, tapai, labuh, pacar cina, biji salak, ubi, atau kalian punya jenis kolak lainnya?

Mulai kapan sih, kolak menjadi salah satu primadona hidangan berbuka puasa? Memang kolak berasal dari mana?

Menurut beberapa artikel, penamaan kolak itu ada filosofinya, lho. Karena ternyata kolak itu ada hubungannya dengan penyebaran agama islam pada zaman dulu. Bukan hanya melalui gamelan atau wayang saja yang kita tahu dalam penyebaran agama islam ini. Nama kolak berasal dari kata khalik yang artinya Tuhan pencipta alam semesta atau Allah swt.

Kolak adalah hasil rembukan para ulama di Jawa untuk memasyarakatkan agama islam. Dengan cara sederhana ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal dan memahami agama islam.

Dan memang benar, pendekatan melalui makanan yang merupakan kegiatan sehari-hari ini, sangat mengena di kehidupan masyarakat. Sehingga mereka dengan mudah menerima suatu ajaran. Dalam hal ini adalah agama islam.

Para ulama pun menamai kolak yang sarat akan makna, sehingga masyarakat akan dengan mudah mengerti tentang ajaran islam yang diberikan.

Seperti isian bahan kolak pisang, yang pada umumnya menggunakan jenis pisang kepok. Kepok disini mempunyai maksud dan arti kapok. Kapok dengan perbuatan dosa dan jera untuk tidak melakukannya lagi. Dengan kesalahannya tersebut, masyarakat harus segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt.

Ada juga isian kolak berbahan dasar ubi atau telo pendem. Ubi yang tumbuh di dalam tanah diartikan bahwa masyarakat harus mengubur kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Mereka harus kembali kepada jalan yang diridhoi Allah swt.

Kudapan kolak ini awalnya disajikan pada bulan Syaban, satu bulan menjelang Ramadan. Masyarakat diajak untuk menyambut bulan penuh berkah dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Tapi ternyata kudapan kolak tersebut berlanjut hingga pada bulan Ramadan. Kolak akhirnya menjadi tradisi sebagai hidangan buka puasa.

Rasanya yang manis dari gula aren ditambah dengan santan, membuat kudapan kolak ini menjadi favorit masyarakat untuk berbuka. Terlebih mengkonsumsi kolak akan membuat tubuh  terisi dengan energi setelah berpuasa satu hari penuh.

Kepopuleran kudapan manis tradisi jawa ini akhirnya merambat hingga ke daerah lainnya. Seperti Padang yang terkenal dengan bubur kampiunnya yang mirip dengan kolak. Dengan berbahan dasar bubur sumsum, santan dan gula merah dijadikan sebagai pemanis atau kuahnya.

Bahkan kudapan kolak ini sampai ke Asia Tenggara. Tentunya disesuaikan dengan tradisi mereka.

Bahkan kolak sekarang sudah mengalami kreasi dan inovasi sesuai selera masing-masing tempat dan individu.
Tapi tetap tadisi jawa ini mengingatkan akan asal muasal kolak yang tidak lepas dari keberadaan Allah swt.

Jadi, favorit kolak berbuka puasamu apa?

#ODOP99days
Mei 27, 2018 No komentar

Judul : Of Bees and Mist
Penulis : Erick Setiawan
Penerbit : Gagas Media
Jml hal : 570hlm

Kisah klise tentang menantu vs mertua. Tapi disuguhkan dengan menarik. Dari segi bahasa, diksi, detail deskripsi baik itu tokoh maupun suasana yang digambarkan begitu nyata. Membawa jantung pembaca berdegup kencang, hati menjadi cemas dan khawatir bila terjadi konflik antar tokoh didalam cerita.

Diawali dengan perkenalan Meridia, seorang gadis yang begitu tertutup dan tidak mempunyai banyak teman, dengan Daniel, seorang laki-laki tampan yang begitu ceria.

Meridia hidup dengan seorang ibu yang tidak banyak bicara tapi sangat sayang padanya. Ibu yang banyak menghabiskan waktunya hanya di dapur dengan membuat banyak makanan untuk ayahnya.

Sedang Ayah Meridia menjadi tanda tanya besar. Apakah dia mencintai Meridia? Karena dia memperlakukan Meridia bukan seperti anaknya. Kekakuan, penghormatan, ketakutan, keseganan. Menjelang akhir cerita barulah diketahui tentang perasaan sang ayah pada putri semata wayangnya itu.

Tidak perlu waktu lama bagi Meridia untuk memutuskan menikah dengan Daniel. Terlebih alasan Meridia menikah di usia enam belas tahun dikarenakan ingin lepas pergi dari sisi ayahnya.

Adalah ibu Daniel menambah kekuatan untuk segera menikah. Dia begitu baik dan ramah, meskipun Meridia tidak tahu alasan apa yang menyebabkan dia dan Malin begitu buruk memperlakukan adiknya, Permony.

Menjadi bagian dari keluarga Daniel sungguh membahagiakan Meridia. Ibu mertuanya banyak memberikan tugas yang belum pernah dia rasakan ketika menjadi di rumah orang tuanya.

Tugas-tugas seperti: memasak, menjahit, berbelanja, berkebun lama kelamaan menjadi kewajiban. Tindakan ibu mertua pada Meridia layaknya seperti pada Patina. Seorang pembantu tua yang nanti di tengah cerita akan membuat pembaca terkejut.

Konflik menajam ketika Eva, ibu Daniel ikut turut campur pada rumah tangga mereka. Hingga Meridia memutuskan kembali ke rumah orang tuanya.

Tapi konflik pertama ini dapat diselesaikan dengan sebuah perjanjian antara orang tua Daniel dan Meridia. Hingga pasangan pengantin yang baru tiga bulan ini dapat bersatu kembali.

Konflik demi konflik mulai muncul ketika Meridia dan Daniel sudah tinggal terpisah dari ibu mertuanya,Eva.

Eva tetap mengendalikan rumah tangga pasangan muda ini. Keahlian Eva dalam memengaruhi anaknya dengan lebah, membuat rumah tangga Meridia dan Daniel terguncang kembali. Padahal saat itu Meridia sedang hamil.

Meridia yang mulai bisa memahami para lebah yang sering menyerang suami dan dirinya, mulai mengatur strategi melawan Eva. Meridia muda ternyata cerdas dan cerdik. Beberapa kali situasi dapat dikendalikan. Meskipun begitu kekuatan Eva sang ibu mertua sulit dilawan. Bahkan ayah Daniel tidak kuasa melawan kehendak istrinya tersebut.

Toko perhiasan dan rumah dengan modal pinjaman dari orang tua Daniel tidak menjadi besar. Eva selalu meminta Daniel memberikan lebih keuntungan, bahkan pernah Meridia menjual perhiasan mas kawinnya untuk memenuhi permintaannya. Sedangkan pasokan batu mulia dari toko ayahnya Daniel, Elias hanya diberikan barang berkualitas rendah. Bagaimana pasangan tersebut bisa melunasi pinjamannya pada mereka?

Meridia yang pandai dalam hal pembukuan dan mengatur keuangan keluarga, pandai juga dalam berbisnis. Dengan modal dua batang emas pemberian ibunya, Ravenna. Walaupun pada akhir cerita ternyata emas dan amplop berisi uang yang diselipkan di depan pintu setelah kunjungan Ravenna ke rumahnya ternyata bukanlah pemberian ibunya. Menggadaikan batang emas tersebut pada pemasok batu mulia. Tentu hal ini tanpa sepengetahuan Eva.

Perkembangan dan kemajuan bisnis inilah yang pada akhirnya membuat pasangan muda tersebut dapat mempunyai rumah dan toko perhiasan sendiri.

Sayang, perkiraan Meridia salah. Sang ibu mertua masih saja mengganggu kehidupan keluarga kecilnya. Dengan alasan menengok cucu, Eva tetap membuat provokasi pada Daniel untuk membenci Meridia.
Rahasia mengapa ayah dan ibu Meridia begitu dingin dan tak saling bicara. Elias suami Eva yang terus dihantui rasa bersalah karena melukai cucunya, anak dari Meridia dan Daniel hingga akhirnya dia meninggal. Pemanfaatan Eva pada Malin untuk membenci adiknya, pernikahan Permony yang direncanakan Eva, yang pada akhirnya membuat Permony meninggal ketika melahirkan.
Begitu banyak konflik pada semua tokohnya.

Kekuasaan seorang ibu yang ingin tetap menguasai suami dan anak-anaknya. Mengatur hidup dan memutuskan apa yang baik bagi mereka.

Apakah anak-anaknya akan mengerti sikap ibunya? Bukankah manusia punya batas kesabaran? Akhir cerita yang tragis dan membahagiakan bagi sang ibu, Meridia, dan Daniel akan didapat setelah kamu baca sendiri kisahnya.

#ODOP


















Mei 20, 2018 No komentar

Kakak mengeluhkan giginya yang sakit. Dia bilang gigi paling belakang seperti mau tumbuh tapi sakit banget. Makan pun terganggu karena setiap gerakan mengunyah akan mengundang rasa linu.

Saya menganggap hal biasa. Itu kan gigi bungsu yang memang sudah sewajarnya tumbuh. Lupa sih bagaimana gigi bungsu saya tumbuh dulu. Jadi kalau agak sakit, itu memang sudah bawaan alaminya. Toh, anak bayi mau tumbuh gigi saja suhu tubuhnya juga terkadang naik dan dibarengi dengan rewel.

Ternyata sangkaan saya salah. Laporan hasil dari pemeriksaan dokter gigi. Rahang kakak tidak cukup ruang untuk gigi bungsu yang akan tumbuh. Rahangnya terlalu kecil, sehingga membuat kedua gigi bungsu tersebut tumbuh miring dan menabrak gigi di depannya.

Usia 17-25 tahun memang tumbuhnya gigi terakhir dari orang dewasa. Jumlah gigi orang dewasa pada umumnya adalah 32. Tapi bagi yang mempunyai rahang kecil seperti kakak, maka jumlah maksimal gigi yang dimiliki adalah 28.

Rontgen pun dilakukan untuk melihat lebih jelas dan memastikan tindakan yang akan diambil lebih lanjut. Dan saran dokter gigi setelah memperlihatkan hasil rontgen bahwa kedua gigi bungsu kakak harus dicabut.

Dengan menggunakan BPJS, dokter di klinik memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Dari rumah sakit, dokter memberikan rujukan ke Lakesgilut (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut) milik AU (Angkatan Udara).

Yah, hanya Lakesgilut milik AU yang bersedia melayani kasus bedah mulut. Wajar bila masa tunggunya hingga mencapai enam bulan. Karena BPJS hanya mengcover Rp 850.000,- dari total biaya 1,8-2,5 juta rupiah per satu buah gigi.

Dikarenakan hasilnya tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Tiga bulan penantian untuk mencabut gigi di RSUD Bekasi. Dan penantian di Lakesgilut hingga Oktober. Maka kami memutuskan untuk keluar dari jalur BPJS.

Gigi bungsu sebelah kanan kakak tidak bisa menunggu hingga Oktober. Dikarenakan giginya sudah memperlihatkan mahkotanya. Bisa-bisa gigi di depannya terancam tertabrak dan akhirnya akan menimbulkan masalah baru.

Akhirnya dikeluarkanlah biaya sebesar dua setengah juta rupiah. Kami tidak mau menanggung resiko menunggu sampai Oktober. Nah, kalau untuk gigi bungsu sebelah kiri, sepertinya dapat menunggu hingga Juli di RSUD Kota Bekasi.

Tidak semua RS menerima kasus ini meskipun menggunakan BPJS atau KS (Kartu Sehat). Mungkin karena bukan termasuk kategori penyakit. Maka banyak RS tidak bersedia menanggung biaya tindakan bedah mulut untuk kasus ini.

Semoga kakak lekas pulih dengan kondisi yang menyedihkan ini. Tidak enak makan, minum, tidur, pipi bengkak.

Mamah sayang kakak.

#ODOP
Mei 13, 2018 No komentar

Judul buku: Dilan 1990
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Jml hal: 332 hal

Demam Dilan dan Milea belum lama berakhir. Dan saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang penasaran akan filmnya.

Maklum saya kan produk tahun 1990. Pernah kuliah di Bandung juga sekitar tahun 1992 - 1996. Yah, jadi sedikit banyak masih tergambar jelas apa yang Pidi Baiq sang penulis Dilan 1990 tuangkan ke dalam novelnya.

Apalagi saya tinggal di Jalan Patuha, tidak jauh dari wilayah Buah Batu. Makin jelaslah apa yang sudah Dilan jelaskan ke Milea, pada saat mereka berdua berboncengan naik motor, menyusuri jalan Bandung.

Pada awal-awal bab, penyuguhan cerita biasa saja, alias tidak ada yang istimewa. Cuma gombalannya Dilan tidak seperti anak remaja kebanyakkan.

Usut punya usut, di pertengahan bab lah kita akan mengetahui mengapa rayuan dan gombalan Dilan begitu elegan dan bermakna. Tidak perlu kata-kata romantis,tidak perlu suasana mendayu dan mengharu biru. Di angkot, menyusuri jalan sekolah pun lontaran kata-kata Dilan mampu meluluhkan hati Milea yang sudah memiliki pacar di Jakarta.

Konflik yang disuguhkan bukanlah konflik Dilan sendiri. Tapi lebih karena Dilan si Panglima Tempur geng motor mempunyai anggota yang nakal dan susah diatur.
Akibatnya terjadilah penyerangan oleh geng motor lain ke sekolah untuk mencari anak buah Dilan tersebut.

Meski hubungan Dilan dan Milea lebih dari sekadar teman. Tanpa peresmian tentu hal ini membuat Milea gusar. Benarkah dia pacar Dilan? Seperti yang dia dengar dari mulut ibu Dilan sendiri.

Di sinilah istimewanya seorang Dilan yang berbeda dari remaja kebanyakkan. Buku Kahlil Gibran yang dibacanya, membuat dia dapat meluluhkan hati Milea. Rayuan bukan gombal.

Bahkan di pertengahan bab sampai akhir. Penulis menyuguhkan kalimat sederhana namun sarat makna. Begitu mumpuninya dia, menulis dari sudut orang pertama perempuan. Padahal kan Pidi Baiq laki-laki. Tidak menggunakan banyak tempat sebagai setting ceritanya. Paling banyak lokasi cerita cuma sekolah dan rumah.

Selesai membaca buku ini, saya mesem-mesem sendiri. Mungkin karena saya pernah hidup di jaman itu. Dan saya pernah mengalami salah satu adegan di dalam film tersebut. Stt, rahasia.

Kalau kamu menonton film Dilan, tentu kamu juga bakal punya adegan favorit yang pernah dialami pada jaman tersebut.



Mei 06, 2018 No komentar


Sebenarnya wajah Iren kalau diperhatikan lumayan manis. Tapi itu kalau dia menarik garis bibirnya ke atas walaupun sedikit.

Wajah oval dengan rambut lurus setengkuk itu selalu berjalan cepat. Kepalanya akan tertunduk bila melewati sekelompok pelajar. Sampai-sampai rambut halus hitam Iren itu hampir menutupi sebagian wajahnya.

Terlihat kedua tangan Iren memegang erat tali tas yang disandang di bahu kirinya. Seakan dia akan mendapat kekuatan dari tali tas tersebut. Yaitu dari perbincangan teman-teman sekolahnya, yang begitu menyinggung hati dan perasaan.

“Gue enggak ngerti apa yang bikin Reynold tertarik tuh sama si Cupu,” ucap Sherryl memajukan dagunya menunjuk Iren yang baru saja lewat di hadapan genknya.

Kabar cepat tersiar tentang kedekatan Iren dengan Reynold. Reynold si ketua tim basket yang tampan, pintar, dan pastinya incaran cewek-cewek satu sekolah.

Termasuk Sherryl yang bekerja keras melangsingkan tubuhnya dengan menjalani program diet ketat. Entahlah ukuran langsing menurut dia itu berapa kilogram. Padahal tubuhnya sudah cungkring menurut teman-teman satu genknya.

Stt, kamu tahu? Sherryl selalu akan merasa berdosa bila sudah makan terlalu banyak. Dan untuk menghilangkan dosa dari raganya, dia akan memuntahkan kembali apa yang sudah masuk ke dalam tubuh. Sayangnya yang dikeluarkan lewat mulut mungil itu tidak sama dengan makanan yang baru masuk tersebut. Sampai-sampai pernah dia hilang kesadaran karena asam lambung yang naik.

Kebiasaan tersebut sudah berlangsung dari kelas satu sampai menjelang kelulusan SMA ini. Dia mati-matian berusaha keras untuk memikat hati Reynold. Alhasil dari sakit mentalnya tersebut, yaitu bulimia. Dia pun terkena penyakit lambung kronis.

Bukan hanya diet. Sherryl juga menjalani beberapa rangkaian perawatan wajah agar terlihat lebih cantik. Doktrin yang ditanam di dalam kepalanya bahwa tubuh indah harus diimbangi dengan wajah cantik juga.

Dilakukanlah sulam alis agar dua garis di atas mata jeli Sherryl terlihat seperti semut hitam yang berbaris. Agar bibirnya berwarna merah alami, dia mengoleskan campuran madu dan gula jawa, minyak zaitun dan kelapa, sampai bunga mawar yang diblender campur susu.

Terlihat memang hasil dari usahanya tersebut. Dia mendapat julukan Ratu di SMA Bunga Bangsa.

Banyak sudah teman laki-laki yang menyatakan cinta pada Sherryl. Dan ini membuat dia menjadi sombong dan merasa tidak ada yang dapat mengalahkan kecantikannya. Sayangnya Reynold tdak termasuk salah satu yang mengejar cintanya.

Terlebih ketika dia mengetahui Reynold lebih memilih Iren. Dia tidak menerima hal itu. Enak saja Iren mendapatkan cinta Renynold tanpa berusaha. Begitu pikir Sherryl.
Padahal Sherryl melupakan satu hal untuk menjadi cantik. Yaitu hati, sikap, dan perilaku.

#ODOP



April 24, 2018 No komentar

Punggung lelaki yang dicintainya itu menjauh pergi. Sakit memang, walaupun konsekuensi situasi yang akan dialami sudah pasti akan terjadi.
*
Terbayang keindahan, kebahagiaan, suka dan duka, akan dijalani bersama, setelah mengucap janji suci di hadapan penghulu. Ah, mereka sungguh tiada mengira, sekian tahun merajut kasih, akhirnya terikat juga pada tali yang dinamai pernikahan.

Hubungan jarak jauh yang mereka lakukan dan banyak orang bilang tidak akan berhasil, telah mereka patahkan. Mereka dapat membuktikan bahwa akhirnya mereka dapat menyatukan jiwa sebagaimana halnya raga.

Memang bukan usia muda bagi perempuan tersebut menjalani peran barunya. Hampir mendekati usia empat puluh. Dia begitu setia menanti sang pujaan kekasih meminang dirinya. Dia pun berhasil meyakinkan kedua orang tua tercinta bahwa penantian yang dia lakukan pasti akan berakhir.

Tawa dan bahagia mereka tumpahkan, setelah sekian lama menahan rindu. Berharap perempuan itu dapat mendampingi suami ketika dia harus kembali pada pulau yang berbeda. Tapi apa daya, hal tersebut tidak memungkinkan dan tidak akan pernah terjadi.
*
“Pergilah, Mas!” Perempuan itu mencium tangan suaminya dengan penuh cinta dan sayang.

“Maafkan Mas, De. Mas hanya bisa memenuhi janji sampai di sini.” Tangan kiri laki-laki tersebut membalas rasa cinta dan sayang perempuan itu dengan mengusap kepalanya.

Perempuan yang memiliki wajah sendu tersebut mencoba menarik sudut bibirnya. Dipaksakan memang, tetapi keindahan lesung pipi yang dihasilkan membuat rasa sakitnya tersamar. Laki-laki yang telah mengubah status diri perempuan tersebut menjadi seorang isteri, mengetahui betapa terluka hatinya. Tapi semua sudah menjadi kesepakatan bersama.

Terlihat gambar anak perempuan dan laki-laki berusia empat belas dan sebelas tahun dilayar gawai sang suami yang berbunyi.

“Iyah, ayah ingat kok pesanan kalian. Tenang saja. Nggak lupa kok.”

Senyum perempuan itu makin mengembang saat percakapan antara ayah dan anak selesai. Keberhasilan melepas status perawan tua dan menjaga nama baik orang tua membuat dia terhibur.

Tidak mengapa sang suami kembali menjalani peran sebagai kepala keluarga di tempat lain. Cukuplah dia yang merasakan apa artinya menjadi yang kedua. Walaupun seharusnya dialah adalah yang pertama bila perjodohan itu tidak terjadi.

Yah, mereka mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu membahagiakan kedua orang tua.

#ODOP#batch5






April 21, 2018 2 komentar

Dibuka sebelah matanya, itu pun dengan terpaksa. Berat dia mengangkat tangan untuk membuka tirai jendela. Kilau sinar matahari pagi membuat matanya menyipit. Bukan bangun, ini malah menutup tirai dan matanya kembali.

Terdengar suara notifikasi dari gawai yang tergeletak di meja sebelah tempat tidurnya. Dia pun membuka pesan, dibaca, untuk kemudian lanjut tidur lagi.

Ketukan kamar terdengar samar. Suara seorang perempuan memanggil nama penghuni kamar tersebut. Lembut sekali suara perempuan itu. Tidak ada emosi meskipun jawaban yang dinanti tidak ada.

Menyerah. Suara sandal pun terdengar menjauh meninggalkan kamar. Sedang penghuninya? Terlihat dia makin tenggelam dalam mimpi.

Gawai yang tadi tergeletak tanpa dikembalikan ke meja yang berada di sebelah tempat tidurnya, berbunyi kembali.

An, jangan lupa satu jam lagi kita kumpul di rumah Ziya.

Setelah membaca pesan singkat tersebut. Digeletakkan kembali gawai itu di sebelah tubuhnya.

Tempat tinggal Ziya tidak jauh dari rumah di mana dia kos. Yah, kurang lebih dua puluh menit dengan menggunakan sepeda motor. Hal itulah yang menyebabkan dia merubah posisi tidur menjadi telungkup. Masih cukup waktu.

Setelah dirasa cukup mengumpulkan nyawa agar tubuh tersadar dari tidur. Dia beranjak dari kasur empuknya.

Kemudian, laki-laki berwajah bulat, hidung mancung terjepit pipi tembem, tubuh gempal, berambut keriting itu membuka tirai jendela dengan sebelah tangan. Sinar matahari membuat kulit putihnya bersinar.

Sambil berjalan ke kamar mandi, dia melepas kaus bergambar Captain America. Lamat-lamat terdengar senandung di antara gemericik air dari kamar mandi. Tidak bernada, datar, dan tanpa lirik. Susah untuk mengenali lagu siapa yang sedang dinyayikannya.

Tubuh bulat dari kepala sampai kaki itu,keluar dari kamar mandi dengan hanya terbalut handuk. Perut buncit bulatnya menggelayut di atas kain tebal berbulu, bergambar Wonder Women. Beruntung pusernya tidak bodong. Rambut keriting bak mie ayam Karso di ujung jalan rumah kos nya terbungkus handuk kecil hijau bermotif Cat Women.

Bibir lebar dan sedikit tebal itu dikerucutkan hingga menghasilkan bunyi siulan. Kali ini lebih bernada dan berirama dibanding senandung yang dia lakukan di kamar mandi tadi.

Memilah baju di antara sekian gambar super hero kesukaannya, seperti: Spiderman, Robocop, Batman, Zoro, Phantom, Hulk, dan masih banyak lagi. Setelah membolak balik baju yang tergantung di dalam lemari berwarna hitam dan bergambar kelelawar. Dia pun menjatuhkan pilihan pada gambar super hero yang mempunyai tubuh besar berwarna hijau.

Dipadakannya baju kaus berwarna dominan putih tadi dengan celana selutut berwarna cokelat susu. Kalau saja dia menurunkan bobot berat tubuh yang hampir 90 kg itu. Pasti banyak gadis yang klepek-klepek sama dia.

Cermin yang terpasang di pintu lemari, memperlihatkan keseluruhan tubuh dia yang gempal. Masih tetap bersiul lagu sound track Batman, Kiss from The Rosenya Seal. Disisir asal rambut mie goreng itu dengan jemari bulatnya. Percuma memakai sisir juga, dia berpikir seperti itu.

Jam dinding dengan gambar Robin menunjukkan angka sepuluh. Masih satu jam lagi dari perkumpulan yang direncanakan oleh Ziya.

Diambilnya kotak susu literan dan lima potong roti bakar sisa semalam dari dalam kulkas. Setelah semua habis dilahap dan menyisakan separuh susu di dalam kotak. Dia mengelus-ngelus perut yang makin membuncit dan bergumam, “Ah, indahnya dunia hari ini.”

Setelah makanan tadi dirasa cukup untuk mengganjal perutnya. Tubuh gempal itu direbahkan kembali ke tempat tidur. Direntangkan kedua tangan ke samping, demikian juga dengan kedua kakinya. Mata terpejam seakan dia sedang menikmati dunia di dalam kamar 5x5 tersebut. Suhu AC dalam ruangan dibuat 18 derajat celcius. Hmm, dia benar-benar sangat PW, posisi wuenak.

Notifikasi gawai berbunyi. Dia pun mengambil dan membaca pesan yang baru masuk. Ziya ternyata memberitahu bahwa sebagian teman sudah berkumpul.

Enggan dia beranjak dari tempat tidur. Setelah dia melihat cuaca luar lewat jendela kamar yang begitu terik. Terbayang tubuh yang akan basah karena peluh. Belum lagi debu dan asap kendaraan bermotor. Terlebih mereka berkumpul hanya untuk sekadar mengobrol, membahas tugas kuliah. Membosankan, begitu dia berpikir.

Kamar ini lebih menjanjikan kenyamanan daripada pergi ke rumah Ziya. Apalagi jam makan siang akan segera tiba. Ibu kos biasanya akan membuat menu ayam goreng bumbu lengkuas. Hal yang pantang untuk meninggalkan kamar kos ini.

Diurungkan niatnya untuk pergi ke rumah Ziya. Rasa-rasanya mager.  Alasan yang berada dibenaknya lebih masuk di akal. Terlebih urusan perut lebih penting. Begitulah dia berpikir.

Diambilnya remote DVD. Mengalun lagu “Mager” yang disenandungkan oleh Ran. Dia pun menikmati hari itu. Di dalam kamar yang kebal dari terik panas matahari dan debu.

#ODOPBatch5













April 19, 2018 2 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose