facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi

Review Buku

Judul buku: Elang
Penulis: Kirana Kejora
Penerbit: Almira Management
Jumlah hlm: 300 hlm
Cetakan I: 2009

Elang Timur dan Elang Laut adalah kakak beradik kembar fraternal. Persaingan antar adik-kakak mungkin sudah biasa. Yang tidak biasa adalah sikap bijaksana dari kedua Elang tersebut.
Umumnya kita tahu bahwa kakak akan  mengalah untuk adiknya. Tapi tidak di novel bergenre sasta roman ini. Persepsi kakak harus lebih unggul dari adik adalah sebuah keharusan bagi Timur. Tidak ada kata mengalah di kamus Timur.
Timur akan sekuat tenaga untuk selalu bisa memenangkan persaingan dengan Laut, apapun itu. Dan Laut akan selalu mengalah demi kakaknya.  Demi perdamaian dan kebahagiaan sang kakak. Sebenarnya Timur mengetahui tentang sifat mengalah adiknya. Timur tahu Laut lebih kuat darinya, tapi Timur tidak peduli. Meskipun Laut selalu mengalah, tetap kebencian Timur tidak pernah berkurang.

Hingga pada titik asmara yang dialami oleh kedua Elang tersebut. Adalah Kejora kekasih Laut yang ingin dimiliki oleh Timur. Sayang, tali kasih antara Laut dan Kejora harus kandas. Kejora dijodohkan oleh ibunya.

Kesendirian Jora membuat persaingan dimulai kembali di antara dua Elang tersebut. Kejora pun bingung menentukan sikap kepada kedua orang kakak beradik kembar itu.

Mbak Kirana membuat percakapan antara Laut sang penyair dan Kejora seorang novelis dalam buku ini,  menggunakan diksi yang indah. Sarat makna di setiap katanya. Kadang saya pun harus membaca lebih dari satu kali untuk mengartikannya.

Tema tentang rival antar saudara memang sering diangkat. Tapi Mbak Kirana berhasil membuat plot cerita ini sungguh menarik. Setiap adegan terdapat benang merah yang tidak kita duga sebelumnya.

Kalau pesan yang saya dapat setelah membaca buku ini adalah bahwa mencintai tidak harus selalu memiliki. Dan juara sesungguhnya adalah dia yang bersikap mengalah untuk menang.

#OneDayOnePost

Maret 29, 2018 1 komentar
Resmi menyandang status sebagai full ibu rumah tangga hampir lima bulan yang lalu. Membuat saya bisa membedakan arti peran, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan ibu yang menjalankan kedua tugas tersebut.

Sebagai ibu pekerja yang dibantu oleh Asisten Rumah Tangga (ART), tentu tugasnya akan lebih ringan dibanding seorang ibu yang tidak mempunyai ART.

Saya termasuk yang pernah merasakan keduanya.

Sebelum dibantu oleh ART. Kegiatan mencuci dilakukan jam empat pagi. Kala itu mencuci tanpa menggunakan mesin. Jam enam kakak sudah dimandikan, agar setiba di rumah ibu, kakak bisa langsung mengenakan seragam TK nya.

Setelah menyiapkan sarapan dan kopi untuk suami. Dengan menggendong anak kedua yang berusia sembilan bulan, saya pun menuntun kakak.

Urusan rumah? Saya bekerja sama dengan suami. Seperti menyapu dan mengepel adalah tugas dia. Sedangkan menyetrika, saya lakukan seminggu sekali.

Masak? Heuheu ini sih saya ketering sama ibu. Sore menjelang magrib, sepulang saya kerja dan menjemput anak-anak, sekalian saya bawa rantangan.

Usia ibu yang semakin bertambah, tidak memungkinkan untuk mengasuh dua anak. Terlebih kakak harus diantar jemput sekolah. Inilah saatnya mencari ART. Bukan hanya karena membutuhkan, tapi saya dan suami saat itu sudah mampu untuk mempekerjakan seorang ART. Keuangan kami sudah mengijinkan adanya seorang pengasuh untuk anak kami yang berusia dua tahun.

Apakah saya tetap melakukan pekerjaan rumah tangga? Tentu saja saya melakukannya. ART hanyalah sebatas meringankan pekerjaan tersebut. Tidak serta merta semua urusan rumah diserahkan padanya. Bahkan mencuci piring sehabis makan pun, saya masih melakukannya.

Total sepanjang perjalanan di ranah publik selama sembilan belas tahun. Dan sepuluh tahun dibantu oleh ART dalam mengurus pekerjaan rumah tangga. Tibalah di akhir perjalanan saya harus menjalani peran seorang ibu seutuhnya. Yaitu tanpa ART. Karena dengan berkurangnya penghasilan, kami tidak mampu untuk mempekerjakan seorang ART.

Tanpa ART berarti saya harus mengurus semua pekerjaan rumah sendiri. Bulan pertama, kedua, saya merasa enjoy melakukan hal yang jarang dilakukan pada saat menjadi ibu pekerja. Memasuki bulan ketiga dan keempat, rasa jenuh mulai singgah. Jadwal harian yang sudah dibuat, tidak lagi berjalan tepat waktu. Seperti kegiatan mencuci. Seharusnya pukul tujuh pagi, mencuci sudah selesai. Pada kenyataannya, pukul sepuluh baru dimulai kegiatan mencuci tersebut. Akhirnya jadwal lainnya pun berantakan.

Malas? Sebagai manusia normal tentu sifat malas ada dalam diri. Tapi semalas-malasnya seorang ibu rumah tangga, tetap menyelesaikan kewajibannya. Seorang ibu rumah tangga adalah ratu sekaligus pekerja. Bahkan sakit pun tidak dirasa. Selama sakit itu masih bisa dibawa bekerja. Maka dia akan tetap menyelesaikan pekerjaan rumah tangga tersebut.

Misi seorang ibu rumah tangga adalah membuat nyaman dan bahagia penghuni rumah. Kesehatan anggota keluarga adalah salah satu tugas utama lainnya. Yaitu melalui masakan yang dibuatnya dengan penuh kasih sayang.

Semoga keikhlasan selalu menjadi landasan dalam menjalani tugas mulia seorang ibu. Semoga keberkahan selalu diberikan oleh-Nya dalam mewujudkan rumah tangga harmonis. Semoga suami dan anak selalu bahagia oleh sentuhan seorang istri dan ibu.

Semoga suami meridhoi istri.

#OneDayOnePost


Maret 26, 2018 No komentar
Bel berbunyi panjang, pertanda sekolah hari itu selesai.

Niar bersiap pulang dengan memasukkan semua buku dan alat tulis ke dalam tas. Senyum tak pernah lepas dari bibir mungil dan tipisnya itu. Sesekali dia mengikuti lirik lagu yang didengar dari head set gawainya.
 Tika yang berada di sebelahnya heran melihat wajah Niar begitu ceria.

Menyadari hal tersebut, Niar berkata, "Lo pulang duluan ajah."

"Emang lo mau kemana?"

"Nggak kemana-mana. Gue pulang juga kok." Niar menyelendangkan tali tasnya ke bahu sambil ngeloyor meninggalkan Tika yang melongo heran.

Tersadar akan sikap aneh Niar, Tika pun meninggalkan kelas untuk pulang. Padahal kalau dia tahu Niar tidak pulang bersamanya, tentu Tedi tidak akan diminta meninggalkannya.

Tika melangkahkan kaki dengan lesu. Terbayang dia akan diam disepanjang perjalanan pulang ke rumah karena tidak ada teman bicara. Perjalanan dua puluh menit akan terasa panjang. Ditambah cuaca lumayan terik. Matahari memberikan sinarnya dengan sangat berlimpah siang ini.

"Sayang Tika." Suara yang sangat dikenal Tika. Tika membalas senyum lebar yang ternyata adalah Tedi. Tedi pun mensejajarkan langkahnya dengan Tika.

"Kok lo masih di sini, sih? Bukannya lo harusnya udah pulang duluan?" tanya Tika heran.

Sambil merangkul bahu Tika, Tedi menjawab santai, "Hari ini kan Niar pulang bareng Evan. Tadi...,"

"Oo..., jadi itu yang bikin Niar seneng hari ini." Tika memotong kalimat Tedi.

"Iyah, begitu. Tadi Evan sendiri yang bilang sama gue, kalau dia mau pulang bareng Niar," ucap Tedi melanjutkan kalimat yang terputus tadi.

"Wuah hilal kebahagiaan kita semakin dekat." Tika menyikut perut Tedi sambil senyum senang.

Tedi mengaduh karena sikutan Tika yang mengenai perutnya.

"Maaf, maaf. Sakit?" Tika mengusap-usap perut Tedi yang tersikut tadi.

Tedi makin berakting sakit agar tangan lembut Tika lebih lama mengusap perutnya. Ketika dilihat wajah Tedi yang tersenyum nakal. Tika malah memukul bahu Tedi, tapi pukulan sayang. Dan mereka pun tertawa bersama.

Mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan langkah ringan. Bayangan Niar dan Evan bila resmi pacaran, begitu membahagiakan. Karena itu artinya, malam minggu Tika dan Tedi tidak akan bertiga lagi dengan Niar.

#OneDayOnePost
#ODOP#cerbungpart12
Maret 25, 2018 No komentar
*Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #9*

_Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_

*BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN*

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

_“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”_

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

*“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”*

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi _CHANGEMAKER FAMILY_.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Karena sejatinya amalan-amalan yang dicintai adalah amalan yang langgeng ( terus menerus) walaupun sedikit.

Kalau di Jepang mereka mengenal pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

*START FROM THE EMPHATY*

Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam

/Tim Matrikulasi IIP/


Sumber Bacaan :
_Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012_
_Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010_
_Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016_

Tidak terasa tugas NHW#9 adalah yang terakhir. Itu berarti saya sudah melewati sembilan minggu bersama kelas Matrikulasi Batch 5, Bekasi 1.

Tugas terakhir adalah ujung dari pendalaman dan pemantapan diri, akan fungsinya terhadap masyarakat sekitar.

Di antara menulis dan berjualan, saya pun memilih fokus di menulis.

Kegiatan menulis tentunya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan membaca. Untuk mendapatkan hasil tulisan yang baik dan "tidak kosong", tentunya harus banyak membaca.

Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal kebiasaan membaca dan menulis akan membuat seseorang dapat mengolah informasi dengan baik. Dengan membaca pengetahuan akan bertambah. Bukankah membaca itu adalah jendela dunia?

Agar hasil membaca tidak menguap. Maka semua harus ditulis, bukan menyalin, lho. Dengan menulis, apa yang telah dibaca maka ilmu sudah diikat. Bahkan apa yang dipikiran atau ide, dapat ditulis. Kita tidak akan tahu, bisa jadi tulisan tersebut akan menjadi solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi.

Oleh sebab itulah, budaya membaca ini harus dari keluarga sebagai orang terdekat. Kebiasaan membaca pada anak sejak dini, tentunya tumbuh dari orang tua yang suka membaca. 

Mempunyai perpustakaan mini adalah salah satu cita-cita saya. Bermaksud menggalakkan kegiatan literasi dari lingkungan terdekat dulu, yaitu tetangga. 







Maret 24, 2018 No komentar
Pernah tidak kamu bangun kesiangan untuk melaksanakan shalat subuh? Saking enaknya tidur karena lelah atau tidur terlalu malam. Tahu-tahu pas bangun, matahari sudah terbit. Padahal azan subuh jelas berkumandang. Tapi ya itu tadi, tidurnya terlalu pulas.

Melihat hari sudah siang, akhirnya shalat subuh pun dilewat. Padahal kita tahu bila shalat adalah hal yang wajib dilakukan oleh umat muslim.

Seperti firman Allah SWT dalam Al Quran:

Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)

Tetapi Allah SWT memang Maha Baik. Dia selalu memberi toleransi akan kewajiban-kewajiban bagi umat Nya. Selalu memberi keringanan dan kemudahan agar kita tetap dapat menjalankan kewajiban tersebut.

Menurut hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا

“Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar”. (HR. Muslim, 311/681)

Bagaimana pendapat kamu tentang hadits di atas? Jelas sudah, kan? Sekarang kalau kita bangun kesiangan karena tidak sengaja, langsung shalat subuh. Asal jangan berlangsung setiap hari. Jangan menjadi kebiasaan. tetap harus dilaksanakan tepat waktu.

Sebenarnya kejadian tersebut di atas pun pernah dialami oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. 
Di mana kisah yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, diceritakan bahwa:

‘Imran bin Hushain Radhiallahu ‘Anhu bercerita:
أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ، فَأَدْلَجُوا لَيْلَتَهُمْ، حَتَّى إِذَا كَانَ وَجْهُ الصُّبْحِ عَرَّسُوا، فَغَلَبَتْهُمْ أَعْيُنُهُمْ حَتَّى ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ، فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ لاَ يُوقَظُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَامِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، فَاسْتَيْقَظَ عُمَرُ، فَقَعَدَ أَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَجَعَلَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَنَزَلَ وَصَلَّى بِنَا الغَدَاة ….

“Mereka bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, Beliau tidak membangunkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terbangun. Lalu beliau keluar dan Shalat Subuh bersama kami.” (HR. Bukhari (3571), Muslim (312/682))

Akhir kata dan sekadar saling mengingatkan. Aturlah jam tidur, pasang alarm, atau minta tolong keluarga satu rumah untuk membangunkan bila waktu shalat khususnya subuh bila sudah tiba.

Shalatlah tepat waktu, karena shalat yang kita lakukan, kelak akan menjadi penolong di akhirat nanti.

#OneDayOnePost#ODOP
Maret 23, 2018 No komentar

Saya adalah penggemar yoghurt dari jaman sekolah dulu. Lupa pertama kalinya itu kenapa bisa suka dengan minuman yang dikenal dengan rasa asamnya yang khas ini.

Terus terang dulu suka yoghurt karena suka begitu ajah, bukan karena manfaatnya. Tapi, setelah mengetahui begitu banyak manfaat, akhirnya saya ingin teman-teman juga merasakan apa yang saya dapat dari yoghurt ini.

Kalau manfaat secara umum teman-teman dah pasti tahulah yah. Seperti mencegah osteoporosis, menurunkan kolesterol dan darah tinggi, pengganti sumber kalsium selain susu, aman buat ibu hamil dan menyusui, dan kayaknya masih banyak lagi deh.

Nah, yang mau diinfo disini tentang manfaat yoghurt yang jarang diketahui oleh banyak orang. Apa tuh....ini dia manfaat lainnya itu:

- Suka merasa ngantuk ditengah aktivitas? Biasanya kan kopi tuh yang jadi obat ngantuknya. Coba deh sekali-kali nyeruput yogurt. Karena kandungan gula alami dan protein dalam yoghurt bisa membuat kondisi tubuh menjadi fit dan bugar. Apalagi kalau diminumnya dingin-dingin. Hhmm enak enak enak enak enak #sakingenaknyajadibanyaknulisnya

- Pernah dong mengalami bad mood. Bad mood biasanya karena tubuh lelah. Tapi dengan pertolongan yoghurt yang sangat tinggi protein dan karbohidrat. Dapat membuat bakteri probiotik dalam yogurt berperang dengan gejala kelelahan. Alhasil tubuh bakal merasa segar lagi, karena penguat energi setelah kita minum si yogurt ini. Bad mood hilang, pencernaan lancar.

- Saat bepergian jauh kita suka mengalami kram perut dan mual. Ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari makanan. Nah, yogjurt dapat mengatasi hal ini.

- Kalau bahasan terakhir ini ditujukan untuk kaum perempuan yang pernah mengalami keputihan. Menurut dokter Spesialis Kelamin, dr. Susie Rendra, Spkk yang praktek di RS Pondok Indah, yoghurt mengandung bakteri laktobasilus yang membantu membuat pH menjadi lebih asam. Jadi pada waktu kita mengkonsumsinya, yogurt dapat bantu membasmi jamur yang sudah terinfeksi pada vagina.

Jadi makin cinta deh sama yoghurt. Apalagi sekarang gampang didapat dan banyak variannya. Jadi tinggal pilih yang cocok deh. Buat yang baru coba minum yoghurt, bisa dijadikan toping salad buah, fla puding atau pilih yang plain, dan mix dengan buah favorit kamu.

Bagaimana? Gak penasaran ingin coba?

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
Maret 18, 2018 No komentar


Mengakali pendapatan sampai akhir bulan cukup bikin pusing kepala. Walaupun pos-posnya sudah jelas, tetap yang namanya kebutuhan mendadak tak bisa dielakkan.

Akhirnya dilakukanlah re-suffle pos-pos tersebut, agar lebih efektif dan mengena pada sasaran. 
Hal ini dilakukan untuk mencegah nyasarnya pos yang satu ke pos yang lain. 

1. Dana Kondangan dan Lahiran
Memang siy pos ini gak setiap bulan ada. Tapi kalau sekalinya ada, bererot (bahasa Bekasi) dah tuh surat undangan. Setiap minggu ada ajah yang nikah atau khitanan.

Sama seperti hajatan atau khitanan, menengok dede yang baru lahir juga gak tiap bulan, tapi dananya tetep harus stand by. Agar tidak mengacaukan lalu lintas aliran keuangan rumah tangga.

2. Dana Les Craft dan Menulis
Mengisi waktu kosong dengan belajar membuat hari terasa hidup dan berwarna. Gak melulu urusan kantor yang dipikirkan. Tapi, biar gak jadi pikiran, dananya harus disiapkan. 

3. Dana Entertain (jajan dan main)
Kalau sudah acara main, pasangannya yah jajan. Entah itu sepulang kerja bertemu teman, atau hari libur. 
Dana ini harus disiapkan jauh-jauh hari, agar tidak mengganggu pos yang lain.

4. Dana Sandang 
Kalau masalah pangan memang sudah jelas. Di awal bulan sudah ada rutinitas untuk belanja bulanan. Dan angkanya pun ditiap  bulan kurang lebih sama. 
Nah, untuk sandang ini kan gak tiap bulan dibeli. Jadi dananya dikumpulin dulu, kalau sudah cukup baru deh shopping.

5. Dana Tidak Bertuan
Kenapa dinamakan seperti itu? Soalnya itu dana bebas, kalau salah satu pos kekurangan dana, diambillah dari dana tidak bertuan itu untuk mencukupinya.

Poa-pos tersebut di atas, biasanya diisi setiap awal bulan setelah gajian. Gak banyak kok, masing-masing diisi 20 ribu rupiah. Sedangkan amplop yang tidak ada namanya, diisi paling besar, 50 ribu. Dan dana tersebut disimpan di laci kantor. Biar aman dari tangan usil ku ini hehehe.

Disiplin dan konsisten memang susah, tapi kalau gak dimulai, kapan lagi.

Jadi, gaya menabung mu seperti apa? 

#OneDayOnePost
#ODOPBatch5
Maret 18, 2018 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose