facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi



Leveeeel 5.
Enggak terasa udah game level 5 aja. Tadinya mau mundur alias lewat untuk level 5 ini. Tantangannya menstimulasi anak agar mencintai buku dan membaca. Sedangkan kakak kesukaannya memang baca. Jumlah buku kami berdua saja saingan.

Dan, setelah ngobrol di grup peer. Terbuka deh pikiran saya. Saya akan menjalani tantangan ini untuk diri sendiri. Kemudian akan berdiskusi, hmm, mungkin tepatnya saya yang bercerita. Suami mah nggak suka baca. Jadi nanti biar aja kalau komunikasinya cuma satu arah. Yakin aja kalau lama-lama suami bakal tertarik dengan buku yang saya baca.

Sebenarnya ini buku sudah mulai dibaca minggu lalu. Tapi nggak selesai-selesai. Padahal cuma 126 hal. Judul bukunya adalah Pemulihan Jiwa 2 karya penulis yang bernama Dedy Susanto.

Bukunya bagus banget. Buku yang berisi mensugesti diri sendiri ini benar-benar berpengaruh terhadap pola pikir saya dalam menjalani hidup. Hmm, sebenarnya sih baru terbuka sedikit sih. Bacanya baru sampai hal 84. Jadi pikirannya belum terbuka utuh.

Waktu itu pernah ngobrol sama suami tentang buku ini. Pas kebetulan saya memang lagi galau. Terus saya bilang,”buku kakak ini bagus banget lho, pah.”

Baca buku ini, seperti kita sedang berbicara pada diri sendiri. Bagaimana kita memandang masalah, bagaimana kalau kita sedang galau, bagaimana kalau kita sedang merasa tertolak, merasa tidak dicintai dan tidak dibutuhkan.

Kemudian setelah membaca per bab dan per masalah. Di sana ada tulisan untuk mensugesti diri bahwa kita bisa mengatasi masalah tersebut. Kira-kira begitulah.

Nanti deh kalau sudah selesai baca, saya info lebih jauh lagi. Tapi kalau seandainya nggak selesai. Saya tetap bakal laporan, kok. Jadinya kan lebih detail yah.

Sebagai bukti tantangan hari pertama ini diselesaikan. Saya buat pohon literasi. Seru juga ternyata heuheu



#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day1
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*
Januari 10, 2019 No komentar
Hujan sama dengan dingin. Di cuaca dingin yang dicari pastinya minuman hangat. Lalu apa kabarnya usaha yogurtku? Tentu terkena imbasnya.

Biasa order tiap minggu sekitaran 130 botolan. Dengan perubahan cuaca ini, stok minggu lalu pun masih ada. Padahal kedatangannya tidak mencapai angka 100, lho. Galau? Pasti.

Kejadian ini bukan pertama kali dialami. Ini adalah tahun ketiga yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Allah sudah mengatur porsi rezeki masing-masing umatnya. Jadi nggak usah galau dan sedih. Nikmati saja,” ucap suamiku ketika aku mengungkapkan kegelisahan akan usaha rumahan yang dijalani.

Ya, benar. Aku pasti bisa melewati ini semua. Ini hanyalah sekadar ujian kekonsistenan ku. Apakah aku bisa bertahan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Apakah aku akan tetap pada jalur usaha yoghurt atau pindah ke lain hati.

“Mungkin ini saatnya kamu konsentrasi dengan bidang lain dulu.”

Suamiku memang partner yang luar biasa. Selalu bisa menenangkan. Selalu mendukung usaha istrinya.

Alhamdulillah, sepi order ini membuat aku bisa memisahkan akun pribadi dan usaha. Aku juga bisa upate satu kali dalam satu hari. Jarang-jarang tuh update IG heuheu. Secara kalau update kan, aku harus edit gambar dulu. Lumayan makan waktu, tuh. Kalau lagi ramai order, update status wa saja foto alakadarnya.

Semua pasti berlalu. Selama berusaha dan mencoba. Tuhan akan mengubah keadaan yang sedang dihadapi ini.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita


November 30, 2018 No komentar



                   Sumber foto: m.id.aliexpress.com
Angin semilir berembus, membuat bunga soka merah seperti mengangguk-angguk. Pohon-pohon palem pun tidak mau kalah. Mereka melambai-lambai seperti kipas. Sejuk terasa, menepis gelisah Rara walau sementara.

Langit cerah berganti redup karena sang mentari disembunyikan oleh awan hitam. Lama kelamaan angin mulai nakal. Mengibas rambut ikal sebahu Rara hingga wajah bulatnya tertutup. Namun Rara tetap bergeming di bangku taman itu.

Di bawah pohon flamboyan, Rara duduk dengan mata menatap lurus ke danau. Angsa-angsa berenang tergesa menuju ke tepian. Mereka sudah merasa bahwa awan sebentar lagi akan memuntahkan air.

Beberapa kelopak bunga flamboyan merah mendarat manis di atas kepala Rara. Kemudian terjatuh ke atas pangkuannya. Karena tiba-tiba Rara menundukkan kepala dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bahunya bergerak naik turun.

Tetes hujan mulai turun, menyamarkan tetes air yang mulai mengalir di pipi chubby Rara. Angka enam puluh yang tertulis pada buku di atas pangkuan Rara pun luntur. Menyadari hal itu, dengan segera ia menutup buku dan memasukkannya ke dalam tas. Tas ransel berwarna pink dengan tokoh kartun frozen.

Rara bangun berdiri, lalu lari meninggalkan bangku taman yang berada di komplek rumahnya. Ia tidak mau papah memarahinya untuk dua hal. Nilai ulangan matematika yang rendah dan sakit karena kehujanan.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita


November 29, 2018 No komentar
Entah sudah berapa kali ku kelilingi motor Rico. Rico si abang sayur yang membawa dagangannya di atas motor.

“Berharap kalau diputerin sayurannya berubah ya, Bu?” Mbak Ismi ART depan rumah berkata sambil memotong sebuah plastik yang digantung berisi terong.

Aku tersenyum dengan mata tetap berkeliling memandangi sayuran. Sebelah kiri motor tergantung sebuah plastik jagung manis. Hmm, berarti sudah laku dua atau tiga bungkus. Beberapa plastik buah terong, satu plastik berukuran sedang berisi tauge. Di sebelah terong tergantung beberapa plastik berisi buah oyong. Di bagian tengah, box berisi ikan-ikanan dan daging. Sedang di atas box tergantung cabai merah, hijau, dan rawit. Juga jagung putren, buncis, dan wortel. Tanpa perlu melihat di bagian sebelah kanan. Biasanya di sana tergantung plastik-plastik kecil berisi, ikan teri, ikan asin, ikan tongkol potongan, dan ikan kering lainnya. Di bagian dalam juga selalu sama di setiap harinya. Bahan untuk sayur sop, sayur asem, kacang panjang, brokoli, kembang kol, tahu kuning, tahu putih. Ah, di bagian atas juga pasti sama dengan hari kemarin, buah dan bumbu dapur.

“Masak apa ya, Bude?” Tante Rika yang baru datang sambil menggendong Firdha membuyarkan lamunanku. Lamunan yang sedang me-macthing-kan sayuran menjadi sebuah masakan.

“Nih, wortel aja, Tan. Buat Firdha, kan?” jawabku pada tante Rika.

“Kebanyakkan makan wortel juga nggak bagus, Bude. Kandungan beta karotennya ngaruh ke tubuh jadi berwarna seperti wortel.”

Aku baru tahu, nih. Ternyata nggak bagus mengkonsumsi wortel sering-sering. Oke hari ini buat tumisnya jangan pakai wortel.

Buncis? Ah, kemaren kan tumis wortel sama buncis. Mengkonsumsi buncis terlalu sering juga akan memberatkan kerja ginjal. Walaupun sebenarnya nggak masalah kalau banyak air minum putih.

Tempe? Hasil tes darah papah beberapa minggu yang lalu menunjukkan naiknya kadar asam urat dalam tubuh.

Sop? Hadewh, nggak ada yang suka.
Mari berpikir dengan tenaga penuh.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita

November 28, 2018 No komentar
Sengaja Ian izin pada atasannya untuk pulang kantor lebih cepat hari itu. Ia sudah membuat janji dengan seseorang yang dapat menyelesaikan masalah istrinya.

Dengan tergesa langkah kakinya menuju basement di mana mobilnya terparkir. Ketika beberapa meter lagi sampai pada mobil sedan putih miliknya. Ian mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya. Terdengar bunyi kunci mobil terbuka.

Sesekali Ian melihat jam di pergelangan tangan kirinya meskipun ia sudah melihat jam di dashboard mobil. Siang itu jalanan memang tidak bersahabat. Ian gelisah.

“Bu Lince, maaf, saya datang agak terlambat,” ucap Ian pada lawan bicaranya di telpon.
*
“Selamat datang pak Ian. Saya sudah mendapatkan apa yang bapak cari. Semoga kali ini cocok. Mohon maaf agak lama pesanannya. Maklum persyaratan yang bapak beri, tidak mudah untuk dilaksakan,” Bu Lince berkata sambil menjabat tangan Ian.

Ian hanya tersenyum dan kemudian mengikuti Bu Lince masuk ke dalam ruang tamu.

“Tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, dan juga tidak sebaya dengan istri bapak,” kata Bu Lince sambil duduk di sofa yang berjok kulit berwarna biru tua. Ian pun duduk di hadapan Bu Lince setelah mepersilakannya.

“Sudah pernah menikah, tidak mempunyai anak. Tidak cantik tapi tidak buruk rupa. Biasa saja penampilannya.” lanjut  Bu Lince.

Ian tersenyum puas ketika apa yang dikatakan Bu Lince sesuai dengan permintaan. Ia melihat sesosok perempuan yang disebutkan oleh Bu Lince di hadapannya. Tidak kurang juga tidak lebih. Akhirnya setelah sekian minggu didapat juga sosok perempuan yang bakal cocok dengan Yani istrinya.

Semoga Yani menyukai perempuan ini, harap Ian. Perempuan yang akan menjadi asisten rumah tangga Ian dan Yani. Semoga dengan adanya ART, Yani dapat fokus mengurus Alif anak mereka yang berusia dua tahun. Yani pun tidak terlalu lelah dalam mengurus urusan rumah.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita





November 27, 2018 No komentar
Terlihat Dee duduk di lantai. Dengan wajah tertunduk dan rambutnya yang sedikit melewati bahu terjuntai menutupi satu sisi wajahnya. Sesekali terlihat jari lentik dengan kuku yang diwarnai hena oranye gelap, mengusap matanya.

Bahu Dee terkadang bergerak kencang. Tapi hanya sebelah kanan saja. Guncangan bahu tersebut membuat kepalanya ikut bergoyang. Jangan ditanya tentang rambut. Rambut hitam lurus legam itu juga ikut bergoyang.

Terdengar suara tarikan nafas dari hidung yang berair dikarenakan Dee sudah beberapa kali bersin.

Tangan kiri Dee tidak pernah berhenti bergerak. Mengusap mata dan hidung bergantian.

Dean melihat hal tersebut dari balik pintu. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian tersenyum.

“Dee… Dee,” guman Dean sambil lalu masuk kembali ke dalam kamar.

Sudah lebih dari dua bulan Dee melakukan hal tersebut. Tetap tidak ada perubahan. Masih sama saja. Harus berapa lama lagi Dee akan mengalami hal yang sama tiap hari. Begitu pikir Dean.

Dean merebahkan diri ke atas kasur. Dean berinisiatif akan membantu Dee istrinya. Agar tidak mengalami hal yang setiap hari. Bisa-bisa nanti air matanya habis.

Dean mengganti posisi tubuhnya menjadi tengkurap. jarinya yang lincah mengetikan beberapa kalimat setelah aplikasi browser dibuka.

“Cara mengulek bawang merah tanpa harus mengeluarkan air mata,” ucap Dean pelan sambil mengetik.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita





November 26, 2018 No komentar


Awan putih berarak cepat digantikan dengan awan hitam. Tetes air mulai jatuh satu-satu berirama. Dan diperkirakan langkah kakiku akan sampai di halte depan mall, sebelum tetes hujan mempercepat iramanya turun ke bumi.

Masih asik dengan gawai di tanganku. Juga kepercayaan diri bahwa cuaca masih mendukung untuk aku berjalan sambil chatting. Tiba-tiba keangkuhanku dijawab oleh sang empunya dan penguasa alam. Tetes hujan satu-satu yang jatuh dan berirama tadi. Kini turun secara keroyokan. Tidak tanggung-tanggung, langsung brek besar juga disertai angin.

Langkah kaki seribu pun dilakukan. Ah, ternyata aku kalah cepat dengan hujan. Dengan tubuh setengah basah, berteduhlah aku di bawah atap parkiran masuk motor. Sayang, angin kencang membuat tubuh menjadi seluruhnya basah. Menyesal selalu datang diakhir. Terlalu percaya diri hingga batas kesombongan hampir tercapai.

Begitu banyak seandainya terlintas di benak ketika sedang berteduh. Seandainya tadi langkah kaki fokus pada tujuan menuju halte. Seandainya tadi tidak bergawai ria ketika sedang berjalan. Seandainya tidak terbesit dalam hati meremehkan cuaca.

Tentu sekarang aku sudah berada di atas ojol dan sampai rumah. Itu berarti aku bisa menyiapkan makan malam. Ah, sudahlah.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita

November 24, 2018 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose