facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi


Sampai juga di minggu ke-6. Beri tepuk tangan dan angkat topi buat diri sendiri. Salut heuheu. Jarang-jarang soalnya konsisten 😬

Minggu ke-6 adalah saatnya berbagi kepada teman. Yaitu berbagi makanan kesukaan mereka. Alhasil, dari mulai dibagi tugas sampai kemarin, saya berselancar di internet. Mencari hadiah untuk teman-teman baru yang istimewa.

Untuk teman pertama yang berdomisili di Arab Saudi, yaitu Mbak Vifta. Saya memberikan hadiah sebuah tulisan karya sendiri tentang Keluarga Finansial yang merupakan kelas favorit beliau.  Sekalian minta pendapat Mbak Vifta tentang gaya saya mengatur Finansial keluarga. Barangkali aja ada masukkan untuk perbaikan.

Ini adalah hasil tulisan saya yang dipersembahkan untuk Mbak Vifta seorang 😊


Finansial Rumah Tangga "Ala-Ala"
Oleh: Desi Noviany


Sekadar berbagj apa yang sudah dilakukan oleh saya dalam mengatur keuangan rumah tangga 😉


Layaknya rumah tangga yang lain. Saya pun mempunyai gaya sendiri dalam mengatur keuangan. 
Gaya mengatur keuangan ala-ala waktu masih bekerja seperti ini:


1. Perusahaan tempat saya bekerja mempunyai kerjasama dengan bank tertentu untuk membayar gaji pegawainya. Mau tidak mau kita harus membuka rekening di bank yang telah ditunjuk perusahaan. Rekening awal milik saya ini tidak ditutup tapi tetap digunakan.


2. Demi menjaga stabilitas arus keluar masuk kas rekening. Dibuatlah rekening di bank lain. Jadi, setiap terima transferan di awal bulan. Lima puluh persen dari pendapatan dipindahkan ke rekening bank awal yang saya miliki.  Sedangkan sisa 50% nya, digunakan untuk biaya hidup. Seperti, kebutuhan dapur, bayar sekolah, listrik, telepon, BPJS, dan senang-senang untuk diri sendiri (jalan bareng teman).


3. Saya pun membuka rekening untuk anak saya. Dulu waktu mempunyai anak dua. Saya buka dua rekening tabungan atas nama mereka. Dikarenakan sekarang hanya ada kakak. Maka rekening adiknya ditutup. 
Perlakuan yang sama seperti no. 2. Setiap awal bulan setelah menerima transferan dari perusahaan. Saya pun mengisi tabungan anak-anak. Biaya pendidikan yang semakin besar di setiap tahunnya. Membuat saya mewajibkan diri menyisihkan dana sedari dini. Biar apa coba? Biar kakak bisa sekolah tinggi 😊 
Eh iya, dana pembagian pengisian rekening ini diambil dari 50% pertama tadi, ya. 


4. Alhamdulillah setiap tahun perusahaan selalu memberi bonus. Stt, ini suami nggak dikasih tahu, lho 😜 Ya, kalau dapat bonus, dia cuma ngerasain traktiran istrinya makan enak. Untung nggak ditanya kenapa ditraktir. Secara traktirnya dibeliin trus dibungkus dan makannya di rumah 😅
Nah, dana bonus ini, selain masuk ke tabungan sendiri dan anak. Dibelikan jugalah LM atau emas perhiasan. Judulnya, harus menabung sebanyak mungkin. 


5. Satu-satunya pendapatan yang dibelanjakan terlebih dahulu alias sisa, ya, uang THR. Setelah dipotong pengeluaran kebutuhan hari raya seperti untuk orang tua, mertua, anak, suami, dan diri sendiri. Barulah sisanya ditabung. 


6. Terus kabar uang suami kemana? 
Dia mah urusannya cicilan rumah, gaji Mbak, dan memenuhi kebutuhan sendiri. Jadi THR suami buat kebutuhan suami sendiri. Biar dia juga bisa punya tabungan dan bisa traktir orang tuanya. 


7. Terus kalau mau piknik alias tamasya pakai uang siapa dong? 
Heuheu ini nih yang seru kalau mau jalan yang agak jauhan dari kota sendiri. Suka berdebat mana yang akan ditanggung oleh kita masing-masing selama piknik. Misal nih, saya bagian urusan makan dan oleh-oleh. Suami bagiannya transportasi dan menginap. Tapi yang jelas, porsi suami biasanya lebih besar 😬 


8. Saya pun hobi banget selap-selip uang. Uang pecahan lima ribu, sepuluh ribu, atau terkadang lima puluh ribu rupiah, saya selipin di bawah baju atau dalam saku baju yang tergantung di dalam lemari. Ceritanya nanti mereka jadi uang kaget gitu. Kalau lagi kepepet ada kebutuhan, kan lumayan buat tambah-tambah 😋


9. Saya juga suka ngumpulin koin. Seperti koin pecahan seribu-an. Celengan koin ini berupa toples bekas selai. Biar kelihatan cepat penuh ceritanya heuheu. Entahlah uang koin ini untuk apa. Sampai sekarang masih terpajang manis di atas lemari kamar. Toplesnya lama penuh, dikarenakan susahnya ngedapetin uang koin seribu-an itu. 


10. Ketinggalan satu, nih. Di laci meja kantor, saya juga punya kaleng bekas kue yang diisi khusus pecahan lima puluh dan seratus ribu rupiah. Sehabis tarik uang dari atm seminggu sekali. Saya menyisihkan untuk mengisi kaleng bekas kue itu.
Eh, apa nih yang seminggu sekali tarik uang via atm? 
Begini, kebutuhan bulanan yang sudah dijelaskan di no. 2. Saya tuh ambil uangnya seminggu sekali. Lebih nyaman dan terkontrol dibanding saya mengambil dana untuk satu bulan penuh sekaligus. (lain hal kalau sudah tidak bekerja) 


Hmm, sepertinya mengatur keuangan pada zaman saya di ranah publik sudah semua, deh. Ya, kurang lebih seperti itulah gayanya. 


Sekarang, mari membahas gaya mengatur finansial keluarga ala-ala ranah domestik. 


Setelah menyandang profesi Ibu Profesional selama dua tahun. Mengatur keuangan keluarga pun berubah seratus delapan puluh derajat. Secara sumber penghasilan sekarang cuma satu. 


1. Awal berhenti bekerja, mbak yang sudah ikut dengan kami selama sepuluh tahun, akhirnya disudahi. Sungguh itu adalah keputusan terberat. Bahkan sampai sekarang masih suka kangen. Untung Mbak sesekali suka main ke rumah. 


2. Sebelum berhenti, tabungan hasil dan bonus kerja digunakan untuk melunasi sisa tanggungan rumah. Alhamdulillah, akhirnya bisa bebas lepas dari riba. 


3. Sebelumnya memiliki beberapa buku tabungan. Sekarang hanya satu saja yang dimiliki. Kan, kakak sudah besar. Jadi, dia sudah bisa punya tabungan atas nama sendiri. Tabungan kakak biasanya hasil dari THR alias amplop lebaran dari saudara-saudara saya dan suami 😬. Sesekali kakak diberi uang lebih di akhir bulan, supaya bisa mengisi tabungannya. Maklum, anak gadis biasanya punya banyak kebutuhan mendadak, kan. 


4. Satu rekening yang dimiliki itu digunakan untuk pembelian token listrik, BPJS, telpon, belanja bulanan (sabun-sabunan dan cs nya), biaya kos dan semesteran kakak. Sisanya tetap dalam rekening sebagai tabungan. Dilarang berat untuk diotak-atik, kecuali diisi 😅


5. Pengeluaran rumah tangga makin diperketat tapi sewajarnya, kok. Makan masih tetap yang bergizi dan sehat heuheu. Kadang kalau nggak masak, masih jajan bakso atau beli masakan padang. Masih hitungan bergizi juga, kan? 😅
Sistem amplop adalah yang paling saya suka. Amplop ini adalah cara saya untuk mengatur keuangan yang dikeluarkan secara cash. Seperti, belanja ke tukang sayur, beli air galon dan gas, kebutuhan kakak kuliah (transport dan jajan), arisan RT, dan jajan untuk diri sendiri seminggu sekali. 


6. Mencari sumber penghasilan yang lain. Saat ini saya sedang menekuni menulis. Belum menghasilkan banyak, sih. Tapi, sesekali untuk jajan sendiri bisa lah, ya. Kan memang rencananya, menulis itu untuk self healing dan bermanfaat buat orang lain. Kalau menghasilkan, ya, Alhamdulillah banget 😊


7. Tetap nyelengin dong, meski nggak punya penghasilan tetap. Isinya, sisa uang belanja atau terkadang suami suka memberi uang ekstra. 


8. Ini nih bagian yang paling seru. Suami sampai bilang antara pintar dan licik 😂. Jadi, dia kan suka beli jajanan di minimarket gitu. Nah, saya suka nyolong-nyolong nebeng belanja kebutuhan bulanan. Ya, kayak pasta gigi. Lain waktu, sabun mandi. Atau sabun cuci, gula pasir, pembersih muka. Judulnya setiap dia ke minimarket, saya ikutan ambil satu item yang memang sudah habis stoknya di rumah. Nominalnya kalau bisa jangan lebih dari tiga puluh ribu, biar dia nggak terlalu berasa bayar 😅. Lumayan kan ngirit belanja bulanan. 


9. Piknik? Alhamdulillah. Meski penghasilan cuma satu sumber. Piknik tetap ada, yang penting kan kebersaman. Ya, piknik tipis-tipis gitu. Soalnya kan nggak ada pembagian jatah pengeluaran. Semua dari suami. 


10. Bantu doa dan kasih support buat suami dalam bekerja. Mood yang baik buat suami bahagia. Bahagia membuat suami semangat bekerja. Semangat bekerja membuat hasil kerjaan suami disenangi bos. Bos senang kan bisa naik gaji dan dapat bonus gede 😊. Aamiiin. 


Ah, semoga praktik keluarga finansial ala-ala saya, berkenan untuk dibaca. Saya pun menerima dengan senang hati bilamana Mbak Vifta bersedia memberi tanggapan atau masukkan untuk menambah wawasan saya dalam mempraktikan mengatur finansial keluarga ini. 


Terima kasih banyak atas waktu luangnya Mbak Vifta. 


Salam bahagia, sehat, dan damai selalu. 
Desi
***

Dan, saya pun mendapat kiriman hadiah makanan lagi dari Mbak Vifta 😍 Yaitu tentang Manajemen Waktu ala Rasulullah SAW. Nampol banget pas ditonton. Kudu langsung dicopy paste ini mah. Ya, belum bisa semuanya, sih. Paling nggak 1-2 pola keseharian Rasul SAW dapat dikuti gitu.

Manajemen Waktu Ala Nabi Muhammad


Bismillah,
Produktivitas waktu Nabi Muhammad SAW untuk hidup berkah dunia dan akhirat.
Sering kita mendengar, seiring sejahtera suatu bangsa, maka akan semakin Panjang umur masyarakatnya. Namun tidak demikian menurut Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad SAW.
”Umur umatku antara 60-70th dan sedikit yang melewati itu”.  Kualitas hidup meningkat karena lebih sehat, mungkin saja, namun, sebagai umat Islam, kita meyakini Sabda Nabi Muhammad SAW ini, karena maut bukan hanya milik orang sakit atau tua.
Apabila usia pensiun di Indonesia adalah 55th, maka hanya tinggal kurang lebih 5th lagi waktunya yang tersisa. Maka, jika kita tidak belajar agama islam sedini mungkin, maka kapankah waktu yang paling tepat? Akan sangat merugi hidupnya.
Imam Hasan Al- Basri mengatakan “Kalian hanyalah susunan hari-hari, apabila berlalu waktumu, maka berlalu juga dirimu.”Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah, memaksimalkan waktunya dengan sangat baik setiap harinya. Dengan waktu hanya 63 th, memiliki tugas yang mencakup seluruh bumi, menghapus kejahiliyahan di muka bumi ini. Subhanallah, dengan panduan hidup Al-qurán, usia yang diberikan dalam jangka waktu 23 th usia kenabian beliau, satu Jazirah Arab telah memeluk islam.
55th adalah usia Nabi Muhammad ketika pertama kali mendapatkan perintah perang, yaitu perang badar. Sejak itu, sampai usia 61th, rata-rata, setiap 4 bulan Nabi Muhammad berperang. Masya Allah. Terkadang jarak menuju peperangan itu dekat, namun tidak jarang jaraknya sangat jauh. Terkadang cuaca sejuk, namun seringkali cuaca sangat buruk, panas terik ataupun dingin yang menusuk tulang.
Sebagai pemimpin terbaik, melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, yang menutup peradaban Romawi dan Persia, manajemen waktu macam apa yang beliau miliki? Kapan beliau tidur?
Sila dilihat di sini 😊


Ada lagi nih kiriman dari teman kedua di Banten, tepatnya IP Regional Banten. Mbak Ririn mengirim tentang motivasi penulis dari Asma Nadia. Katanya biar saya semangat dan konsisten menulis. 

Eeh, setelah ditonton, ternyata memang saya merasa ditampar. Ini mah gue banget. Cita-cita jadi penulis tapi NATO (No Action Talk Only). Alasannya tidak terbatas 😞




Sebagai tanda terima kasih pada Mbak Ririn. Saya pun mengirim tentang Sastra Anak yang menjadi kelas favorit Mbak Ririn. Dari saling kirim hadiah makanan ini. Kami saling bercakap ria via wa. Seru ketemu temen yang punya passion sama. Saling bertukar informasi dan bercerita tentang perjalanan kita masing-masing dalam proses pembelajaran penulisan cernak. Kita pun saling berharap dan mengkhayal kalau kita bertemu. Huhu pasti seru banget ceritanya. 

Nggak sampai disini. Saya juga mendapat kiriman dari seorang teman di IP Regional Surabaya, Mbak Ajeng. Terharu saya tuh pas buka link youtube nya. Sebuah talk show dari dua penyair sekaligus sastrawan besar Indonesia yang di moderatori oleh Nazwa Shihab. 









Menjadi manusia ini adalah link instagram yang isinya puisi sastra. Pas dlihat-lihat, saya tuh jadi baper. Mau ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), ah.

Sebagai tanda terima kasih. Saya pun mengirim hadiah makanan lagi yang sesuai dengan kelas favoritnya, yaitu kelas Desain. 

Mbak Ajeng itu kepingin bisa buat cover buku sendiri dan ingin bisa membuat animasi.  Saya juga tertarik dengan kelas ini. Secara kalau menulis pastinya butuh covernya, kan? Kalau buat sendiri pasti seru, tuh.

Pokoknya mah, saya berterima kasih untuk tugas minggu ke-6 ini. Saya bisa belajar makanan kesukaan teman dan mendapat hadiah makanan dari mereka juga. Love love buat semua.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstituteIbuProfesional










Februari 25, 2020 No komentar

Minggu ini masih berkelana di hutan pengetahuan. Dan masih menebas ilmu manajemen waktu yang ternyata nggak habis-habis. Padahal sudah dua minggu. Malahan anggota Keluarga Uluwatu (manajemen waktu) bertambah menjadi 500 dari yang asalnya 466. Ternyata eh ternyata, banyak juga yang butuh ilmu ini.

Dikarenakan turunan ilmu manajemen waktu ini lumayan banyak. Akhirnya dibuatlah keluarga kecil manajemen waktu, agar kami para anggota dapat fokus hanya pada salah satunya.  

Maklumlah ya, mamak² kan kerempongannya tidak terbatas. Termasuk mood yang turun naik alias sering berubah. Alhasil, manajemen waktu yang sudah dibuat pun cuma jadi wacana aja.

Nah, ini nih keluarga turunan Manajemen Waktu:

1.Bullet Journal
2.Manajemen konsistensi
3. Manajemen Waktu Dalam Islam 
4. Pomodoro 
5. Managemen Waktu Ibu Ranah Publik 
6. Managemen Waktu Ibu Ranah Domestik 
7. Perencanaan Proyek Keluarga 
8. Fokus dan Prioritas 
9. Kandang Waktu & To Do List
10. Aplikasi Gadget & Heat Map 

Tuh kan, beneran bingung mau masuk ke keluarga kecil yang mana. Rasanya kepingin nyemplung ke semua keluarga kecil yang diatas itu. Apadaya, kemampuan diri yang terbatas akan ilmu yang tidak terbatas ini harus dipaksa memilih. 

Dari ke-10 keluarga tersebut, akhirnya memilih keluarga Manajemen Konsistensi. 

Why memilih keluarga no. 2?

Hmm, kalau menurut aku sih, ya. Menurut pendapat sendiri lho ini, ya. Sebagus apapun rencana atau list yang dibuat, kalau inkonsisten, ya gak kelar juga kerjaannya. Jadi, menurutku kunci dari terealisasinya rencana adalah konsisten dan disiplin. 

Itulah kelemahan aku, sering konsisten dengan tidak kekonsistenan. Alhasil hasil kerjaan yang sudah direncanakan sering molor atau juga delay. 

Ilmu manajemen waktu yang diambil ini sebetulnya kan batu loncatan untuk mencapai  tujuan hidup. Dan meski petunjuk materi minggu ini boleh meninggalkan keluarga asal atau tetap tinggal sambil bergabung dengan keluarga lainnya. Tapi dengan catatan, kita bisa mengikutinya. 

Dengan pertimbangan dan mengukur diri. Akhirnya diputuskanlah untuk bergabung dengan keluarga Sastra Anak tanpa meninggalkan keluarga Uluwatu. Mencoba melangkah mencari ilmu yang memang sesuai dengan tujuan hidup. 

Ah, semoga penyerapan ilmu berjalan lancar. Kalau lancar, berarti nanti bisa nyemplung ke keluarga lain. Ya, nggak?  

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstituteIbuProfesional





Februari 10, 2020 No komentar

Menentukan Keluarga


Nggak terasa sudah masuk meteri ketiga di kelas Buncek ini. Dan ada yang berbeda untuk minggu ketiga di kelas ulat sekarang.

Setelah sebelumnya berjalan dan mengambil apa yang dibutuhkan di Jungle of Knowledge. Sekarang saatnya menentukan apa yang benar-benar memang dibutuhkan. Yaitu menentukan keluarga yang akan mengayomi untuk bisa tumbuh besar sebelum akhirnya nanti lepas dan keluar rumah dengan bekal yang cukup (kupu-kupu).

Bukan hal mudah menentukan sebuah keluarga yang akan didiami. Karena begitu banyak keluarga yang menawarkan berbagai macam ilmu. Godaan begitu amat besar. Terlebih keluarga yang tersedia juga banyak sesuai mind map.

Berikut ini pilihan makanan utama/grup keluarga yang bisa dipilih:

1.  Agama
     Kepala Keluarga : Farahdiba Tangerang Kota
2.  Bahasa
     Kepala Keluarga : Ika Nurmaya Gresik
3.  Bermain Bersama Anak
     Kepala Keluarga : Raisa Dea Sukabumi
4.  Bisnis
     Kepala Keluarga : Ismi Novianti Lamongan
5.  Cooking
     Kepala Keluarga : Riyadlotus sholichah Gresik
6.  Counseling & Couching
     Kepala Keluarga : Titik Maryani Bogor
7.  Desain
     Kepala Keluarga : Kishartati Banten
8.  Driving
     Kepala Keluarga : Ratna Sari Dewi Bandung
9.  Entrepreneurship
     Kepala Keluarga :Dian Vijayanti Sidoarjo
10.Finansial
     Kepala Keluarga : Indah Pratiwi Bontara
11. Fotografi-videografi
      Kepala Keluarga : Rahmah Chemist Surabaya dan Madura
12. Gizi Anak
      Kepala Keluarga : Rani Apriyanti Sukabumi
13. Home Schooling
      Kepala Keluarga : Fitri Meilawati Bandung
14. Ilmu Pengetahuan Umum
      Kepala Keluarga : Eka Rizki Indriyani,
      Tangerang kota
15. Kecantikan
      Kepala Keluarga : Nimas Zahrotul Ayniyah
      Sidoarjo
16. Kerumahtanggaan (Bebenah, food
       preparation, kitchen)
       Kepala Keluarga : Esti Darmawati Gresik
17. Keterampilan
       Kepala Keluarga : Rowfi Fitriana  Sumut
18. Komunikasi
       Kepala Keluarga : Rasmi Widya Rani Bandung
19. Lainnya Kepala Keluarga : Asri Diana Kamilin Qoffal. Surabaya madura
20. Literasi
       Kepala Keluarga : Andriani Lestari Karawang
21. Manajemen
      Kepala Keluarga : Dewi Fitriana Tangerang Kota
22. Manajemen Belajar
      Kepala Keluarga : Husna Amalya Melati Kalimantan Barat
23. Manajemen Emosi
      Kepala Keluarga : Aisyah Fitriana Samkabar
24. Manajemen Gadget
      Kepala Keluarga : Linda Kurniawati Banyumas
25. Manajemen Ruhiyah & Ibadah
      Kepala Keluarga : Renny Oceanita Nasution Balikpapan
26. Manajemen Waktu
      Kepala Keluarga : Nur Laila Samkabar
27. MPASI dan Laktasi
      Kepala Keluarga : Ariyantika Wulandari Semarang
28. Parenting
      Kepala Keluarga : Tamia Dian Ayu Kalimantan Barat
29. Pecinta Alquran/tahsin/tahfidz
      Kepala Keluarga : Siti Rochmatuniyah Pekanbaru
30. Pendidikan (anak, abk, fitrah)
      Kepala Keluarga : Ivorie Rahiema Verandra Asyigah sidoarjo
31. Portofolio Anak
      Kepala Keluarga : Himmatul Mardliyah Sidoarjo
32. Public Speaking
      Kepala Keluarga : Imaniar Prastiwi Jember
33. Sastra
      Kepala Keluarga : Rian Andini Samkabar
34. Seni, olah raga, herbal dan Kesehatan
      Kepala Keluarga : Deasy Irawati Solo
35. Suistainable Living ( Berkebun, pilah sampah, komposting, zero waste)
      Kepala Keluarga : emiria letfiani Sidoarjo
36. Talent Mapping
       Kepala Keluarga : Rima Melanie Puspitasari Banyumas
37. Teknologi
      Kepala Keluarga : Andriyani Bekasi
38. Traveling
      Kepala Keluarga : Khotimatus Sa'diyah Tangerang selatan
39. Tutorial
      Kepala Keluarga : Yuanita Andhina Pacitan
40. Web-blog-SEO
      Kepala Keluarga : uminyaaltair-Palembang

Argh! Asli aku tuh kepingin banget bergabung dengan keluarga yang ada hubungannya dengan menulis. Seperti, Keluarga Literasi, Keluarga Sastra, dan Keluarga Web-SEO. Merekalah sebenarnya tujuan utama dalam mind mapping.

Nggak sampai disitu aja ternyata kegalauanku. Aku pun tertarik dengan Keluarga Bisnis dan Finansial. Asli, aku tuh semakin bingung.

Kupandangi dan kurenungi mind mapping yang telah dibuat. Kucoba untuk bernegosiasi dengan diri agar langkah awal yang diambil tetap sesuai dengan arahan mind map tersebut.

Keluarga Manajemen Waktu


Akhirnya aku bergabung dengan Keluarga Manajemen Waktu. Keluarga yang merupakan sebuah batu loncatan sebelum melangkah ke tujuan berikutnya. 

466 anggota keluarga sudah berkumpul dalam Keluarga Manajemen Waktu ini. Kebayang kan bagaimana ramainya bila separuh dari anggota keluarga ikut ngobrol. Aku mah sementara ini cuma bisa jadi pemantau alias SR (silent reader). Mencoba memahami obrolan mereka. Tapi, aku juga menyimpan beberapa catatan penting dari obrolan mereka itu. Seperti macam metode manajemen waktu yang baru aku tahu. 

Ternyata manajemen waktu itu luas juga. Apalagi teknik podomoro. Eeh, nggak tahunya salah sebut. Lah, yang aku tahu kan, podomoro itu nama real estate. Penulisan yang betul itu adalah pomodoro heuheu.

Ada juga teknik manajemen waktu heatmap dan bullet journal yang belum familiar di telingaku. Tapi tanggal 3-4 Pebruari ini, teknik-teknik tersebut akan dibahas. Ah, senangnya dapaf ilmu baru. 

Semoga keluarga baruku ini nanti dapat membawa langkah kakiku menuju tujuan akhir. Aamiiin. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstituteIbuProfesional






Februari 03, 2020 No komentar


Bismillah. 
Ini adalah tugas bahagia bulan ke-2 kelas Buncek (Bunda Cekatan). Itu artinya tabel di atas adalah hasil dari materi pertama setelah tahap telur, yaitu ulat 

Itu tabel bukan sembarang dipejeng. Tapi, itu tabel didapat dari teman-teman sesama ulat. Itu, tuh, kolom yang "aku belajar tentang". 

Jadi ceritanya pada tahap ulat ini, kita berada di dalam hutan pengetahuan. Bahasa kerennya, Jungle of Knowledge. Kayaknya diri ini rela, deh,  kalau tersesat di hutan pengetahuan ini,  heuheu. 

Nah, terus kita diminta saling memberi makan, biar bisa hidup di hutan. Akhirnya, kita bawa makanan alias ilmu pengetahuan. Macam pot luck kalau ibu-ibu ngumpul, jadi bisa saling barter gitu. Seru, kan? 

Nah, ini potluck yang saya bawa sebagai bekal untuk teman-teman sesama ulat di dalam hutan. 



Dari sekian ratus daun di dalam hutan #ceritanya. Didapatlah beberapa daun (ilmu) yang dapat memenuhi kebutuhan saya sebagai ulat. Kebetulan ilmu yang dibutuhkan adalah tentang manajemen waktu. 

Beberapa ilmu yang disebutkan didalam tabel di atas tersebut (kolom aku belajar tentang) memiliki keterkaitan dengan lmu manajemen waktu (kolom aku ingin tahu tentang). 

Ternyata benar apa yang disampaikan ibu Septi, bahwa di dalam satu ilmu yang kita tuju, ilmu itu akan bercabang. Untung sudah buat peta. Kebayang deh kalau nggak punya peta. Bakal mampir ke daun-daun hijau dan segar lainnya. Ntar yang ada bakal lama sampai ke tujuan. Terus, selamanya bakal jadi ulat gitu? Ah, nggak enak banget nggak metamorfosis jadi kupu-kupu cantik. 

Sedangkan untuk kolom "aku tahu tentang" sebetulnya kurang PD, sih. Secara seandainya nanti dapat giliran berbagi ilmu, cuma bisa memberi apa yang sudah dipraktikan selama ini.  Gak ada panduan atau sumber buku. Maklum, sumber ilmu yang didapat adalah contoh dari ibu. Saya memerhatikan dan melihat, serta cerita bagaimana ibu mengatur keuangan rumah tangganya. Alhamdulillah bermanfaat sangat untuk kehidupan rumah tangga saya. 

Semangat belajar!! 

#janganlupabahagia
#jurnalmunggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch2
#buncekIIP
#instiuteibuprofesional






Januari 18, 2020 No komentar

                                    Foto: Mind Mapping

Ini hasil mind mapping yang dikerjakan pukul empat pagi. Dari semalam memang gak bisa tidur pulas. Ya, karena ini, mind mapping yang belum dibuat. Sudah dua hari ini ada tukang di rumah. Ditambah tugas lain yang harus juga selesai. Alhasil, jadilah mind mapping yang dikerjakan sebelum waktu subuh. 

Mind map ini adalah materi keempat dari kelas Buncek yang sudah berjalan empat minggu. Gak berasa udah pertemuan keempat aja. 

Pertama kali buat mind map rasanya amaz (amazing)  aja. Biasa buat mind map untuk kerangka menulis. Sekarang buat mind map alias peta untuk mencapai dan meraih tujuan hidup. 

Seru juga ternyata menuliskan tujuan hidup dan detail ilmu yang harus dipelajari. Kalau gak dibuat serius seperti ini, bakal banyak ilmu yang pingin dikuasai. Jangan sampai kayak kera, maruk. 

Seperti ucapan Ibu Septi (founder IIP), jangan banyak-banyak menentukan ilmu yang bakal dipelajari. Secara yang ada nanti berantakan semua rencana. Karena setiap ilmu itu bercabang seiring berjalannya waktu pada saat kita mempelajarinya. Maksud hati ingin menguasai beberapa ilmu biar pintar. Eeh, malah keblinger. 

Fokus satu ilmu dulu. Kuasai sampai pintar. Baru deh lanjut ngelmu baru lagi. 

Lah, itu mind map di atas tertulis dua ilmu? Heuheu. Tenang, insha Allah sambil jalan bisa melakukan keduanya. Jadi, nanti nge-craft sambil menulis. Kan, bisa jadi buku tutorial crafting. Ya nggak?  

Sekarang, diri ini berharap bakal konsisten dan disiplin untuk mengikuti mind map yang sudah dibuat. Jangan larak-lirik ilmu yang lain dulu. 

Semangat!! 

Hmm, Enaknya ditempel di dinding rumah sebelah mana, ya? 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbacth1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

.

Januari 13, 2020 No komentar

Pertemuan online ketiga kelas Buncek di FB yang disampaikan minggu lalu oleh Ibu Septi, adalah mengenai ilmu yang dibutuhkan sebagai penunjang keterampilan yang telah dipilih di telur hijau dan merah.

Tidak seperti di dua telur sebelumnya, yaitu hijau dan merah yang diisi penuh. Maka di telur oranye ini hanya diisi satu saja. Secara ilmu yang akan didalami itu pastinya akan merembet ke ilmu-ilmu yang lainnya.


Salah satu ilmu yang paling penting untuk dipelajari adalah ilmu mengatur waktu. Karena salah satu hal yang paling menunjang untuk melakukan aktivitas passion adalah kerapihan rumah. Kalau rumah rapih, cucian beres, gosokan gak menumpuk, kegiatan passion bakal fokus dikerjakannya.

Tapi dari itu semua konsisten dan di siplin adalah hal terpenting. Semoga tabel-tabel lucu di atas dapat mengikat diri agar tidak keluar dari janji diri. Aamiin.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional


Januari 07, 2020 No komentar



Ada yang berbeda dalam penyampaian dongeng tadi malam.  Setelah Ibu Septi (founder IIP)  menyampaikan pembuka dongeng materi kedua. Dongeng dilanjutkan oleh seorang anak muda millenial yang mengerti kebutuhan emak-emak yang banyak bingung dalam belajar (kalau bingung ceritanya, kudu intip postingan sebelumnya heuheu).

Siapa sih anak muda yang mengguncang dunia per-emak-an ini?  Anak muda tersebut bernama Pandu  Kartika Putra. Beliau adalah seorang Direktur Eksekutif Jabar Digital Service. Menurut dongeng yang disampaikan Pak Pandu ini, materi tersebut adalah objek penelitiannya.

Apa sih nama materi yang disampaikannya itu?

Nama materinya adalah...  Metakognisi.

Ya, sebagai emak gaptek bin kudet ini, bingunglah dengar nama metakognisi ini. Dan setelah mendengar pejabarannya, makin terkesima, deh. Secara si Metakognisi itu bakal memudahkan cara belajar mamak gaptek yang banyak maunya ini.

Apa itu metakognitif ?

Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi. Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta (creating) sesuatu sesuai dengan kemampuan siswa. (sumber: wikipedia) 

Setelah materi pertama dimana emak harus menemukan keterampilan yang disuka dan bisa alias mencari telur hijau. Di materi kedua ini, emak kudu mengerucutkan aktivitas yang disukai dan bisa tersebut ke dalam kelompok empat kuadran gambar di atas.  


Emak harus memilah dan memilih mana aktivitas yang membuat mata emak berbinar bagai bintang kejora yang menghias langit malam. 


Setelah merenung dan tepekur beberapa lama dengan menatap telur-telur hijau. Akhirnya didapatlah seperti ini.  




Ternyata keperluan mendesak emak banyak juga. #lapkeringet. 

Selanjutnya adalah menemukan keterampilan dan menempatkan pada bagan di bawah ini. 


Sebenarnya keinginan emak banyak. Seandainya bertanam dan quilting bisa masuk ke dalam telur-telur merah, pasti bahagia sangat. Tapi, demi kemaksimalan belajar dan penguasaan bidang yang sangat penting dan mendesak. Lima juga sudah cukup banyak, kok. Kayak yang punya waktu banyak aja buat belajar #gayalebay. 

Semangat belajar! Semangat bahagia! Pasti bisa! 


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#instituteibuprofesional





Desember 22, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose