facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi



Bismillah. 
Ini adalah tugas bahagia bulan ke-2 kelas Buncek (Bunda Cekatan). Itu artinya tabel di atas adalah hasil dari materi pertama setelah tahap telur, yaitu ulat 

Itu tabel bukan sembarang dipejeng. Tapi, itu tabel didapat dari teman-teman sesama ulat. Itu, tuh, kolom yang "aku belajar tentang". 

Jadi ceritanya pada tahap ulat ini, kita berada di dalam hutan pengetahuan. Bahasa kerennya, Jungle of Knowledge. Kayaknya diri ini rela, deh,  kalau tersesat di hutan pengetahuan ini,  heuheu. 

Nah, terus kita diminta saling memberi makan, biar bisa hidup di hutan. Akhirnya, kita bawa makanan alias ilmu pengetahuan. Macam pot luck kalau ibu-ibu ngumpul, jadi bisa saling barter gitu. Seru, kan? 

Nah, ini potluck yang saya bawa sebagai bekal untuk teman-teman sesama ulat di dalam hutan. 



Dari sekian ratus daun di dalam hutan #ceritanya. Didapatlah beberapa daun (ilmu) yang dapat memenuhi kebutuhan saya sebagai ulat. Kebetulan ilmu yang dibutuhkan adalah tentang manajemen waktu. 

Beberapa ilmu yang disebutkan didalam tabel di atas tersebut (kolom aku belajar tentang) memiliki keterkaitan dengan lmu manajemen waktu (kolom aku ingin tahu tentang). 

Ternyata benar apa yang disampaikan ibu Septi, bahwa di dalam satu ilmu yang kita tuju, ilmu itu akan bercabang. Untung sudah buat peta. Kebayang deh kalau nggak punya peta. Bakal mampir ke daun-daun hijau dan segar lainnya. Ntar yang ada bakal lama sampai ke tujuan. Terus, selamanya bakal jadi ulat gitu? Ah, nggak enak banget nggak metamorfosis jadi kupu-kupu cantik. 

Sedangkan untuk kolom "aku tahu tentang" sebetulnya kurang PD, sih. Secara seandainya nanti dapat giliran berbagi ilmu, cuma bisa memberi apa yang sudah dipraktikan selama ini.  Gak ada panduan atau sumber buku. Maklum, sumber ilmu yang didapat adalah contoh dari ibu. Saya memerhatikan dan melihat, serta cerita bagaimana ibu mengatur keuangan rumah tangganya. Alhamdulillah bermanfaat sangat untuk kehidupan rumah tangga saya. 

Semangat belajar!! 

#janganlupabahagia
#jurnalmunggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch2
#buncekIIP
#instiuteibuprofesional






Januari 18, 2020 No komentar

                                    Foto: Mind Mapping

Ini hasil mind mapping yang dikerjakan pukul empat pagi. Dari semalam memang gak bisa tidur pulas. Ya, karena ini, mind mapping yang belum dibuat. Sudah dua hari ini ada tukang di rumah. Ditambah tugas lain yang harus juga selesai. Alhasil, jadilah mind mapping yang dikerjakan sebelum waktu subuh. 

Mind map ini adalah materi keempat dari kelas Buncek yang sudah berjalan empat minggu. Gak berasa udah pertemuan keempat aja. 

Pertama kali buat mind map rasanya amaz (amazing)  aja. Biasa buat mind map untuk kerangka menulis. Sekarang buat mind map alias peta untuk mencapai dan meraih tujuan hidup. 

Seru juga ternyata menuliskan tujuan hidup dan detail ilmu yang harus dipelajari. Kalau gak dibuat serius seperti ini, bakal banyak ilmu yang pingin dikuasai. Jangan sampai kayak kera, maruk. 

Seperti ucapan Ibu Septi (founder IIP), jangan banyak-banyak menentukan ilmu yang bakal dipelajari. Secara yang ada nanti berantakan semua rencana. Karena setiap ilmu itu bercabang seiring berjalannya waktu pada saat kita mempelajarinya. Maksud hati ingin menguasai beberapa ilmu biar pintar. Eeh, malah keblinger. 

Fokus satu ilmu dulu. Kuasai sampai pintar. Baru deh lanjut ngelmu baru lagi. 

Lah, itu mind map di atas tertulis dua ilmu? Heuheu. Tenang, insha Allah sambil jalan bisa melakukan keduanya. Jadi, nanti nge-craft sambil menulis. Kan, bisa jadi buku tutorial crafting. Ya nggak?  

Sekarang, diri ini berharap bakal konsisten dan disiplin untuk mengikuti mind map yang sudah dibuat. Jangan larak-lirik ilmu yang lain dulu. 

Semangat!! 

Hmm, Enaknya ditempel di dinding rumah sebelah mana, ya? 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbacth1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

.

Januari 13, 2020 No komentar

Pertemuan online ketiga kelas Buncek di FB yang disampaikan minggu lalu oleh Ibu Septi, adalah mengenai ilmu yang dibutuhkan sebagai penunjang keterampilan yang telah dipilih di telur hijau dan merah.

Tidak seperti di dua telur sebelumnya, yaitu hijau dan merah yang diisi penuh. Maka di telur oranye ini hanya diisi satu saja. Secara ilmu yang akan didalami itu pastinya akan merembet ke ilmu-ilmu yang lainnya.


Salah satu ilmu yang paling penting untuk dipelajari adalah ilmu mengatur waktu. Karena salah satu hal yang paling menunjang untuk melakukan aktivitas passion adalah kerapihan rumah. Kalau rumah rapih, cucian beres, gosokan gak menumpuk, kegiatan passion bakal fokus dikerjakannya.

Tapi dari itu semua konsisten dan di siplin adalah hal terpenting. Semoga tabel-tabel lucu di atas dapat mengikat diri agar tidak keluar dari janji diri. Aamiin.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional


Januari 07, 2020 No komentar



Ada yang berbeda dalam penyampaian dongeng tadi malam.  Setelah Ibu Septi (founder IIP)  menyampaikan pembuka dongeng materi kedua. Dongeng dilanjutkan oleh seorang anak muda millenial yang mengerti kebutuhan emak-emak yang banyak bingung dalam belajar (kalau bingung ceritanya, kudu intip postingan sebelumnya heuheu).

Siapa sih anak muda yang mengguncang dunia per-emak-an ini?  Anak muda tersebut bernama Pandu  Kartika Putra. Beliau adalah seorang Direktur Eksekutif Jabar Digital Service. Menurut dongeng yang disampaikan Pak Pandu ini, materi tersebut adalah objek penelitiannya.

Apa sih nama materi yang disampaikannya itu?

Nama materinya adalah...  Metakognisi.

Ya, sebagai emak gaptek bin kudet ini, bingunglah dengar nama metakognisi ini. Dan setelah mendengar pejabarannya, makin terkesima, deh. Secara si Metakognisi itu bakal memudahkan cara belajar mamak gaptek yang banyak maunya ini.

Apa itu metakognitif ?

Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi. Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta (creating) sesuatu sesuai dengan kemampuan siswa. (sumber: wikipedia) 

Setelah materi pertama dimana emak harus menemukan keterampilan yang disuka dan bisa alias mencari telur hijau. Di materi kedua ini, emak kudu mengerucutkan aktivitas yang disukai dan bisa tersebut ke dalam kelompok empat kuadran gambar di atas.  


Emak harus memilah dan memilih mana aktivitas yang membuat mata emak berbinar bagai bintang kejora yang menghias langit malam. 


Setelah merenung dan tepekur beberapa lama dengan menatap telur-telur hijau. Akhirnya didapatlah seperti ini.  




Ternyata keperluan mendesak emak banyak juga. #lapkeringet. 

Selanjutnya adalah menemukan keterampilan dan menempatkan pada bagan di bawah ini. 


Sebenarnya keinginan emak banyak. Seandainya bertanam dan quilting bisa masuk ke dalam telur-telur merah, pasti bahagia sangat. Tapi, demi kemaksimalan belajar dan penguasaan bidang yang sangat penting dan mendesak. Lima juga sudah cukup banyak, kok. Kayak yang punya waktu banyak aja buat belajar #gayalebay. 

Semangat belajar! Semangat bahagia! Pasti bisa! 


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#instituteibuprofesional





Desember 22, 2019 No komentar

Ini adalah alat pelacak kekuatan diri. Jika aku menempatkan diri sesuai dengan alat melalui gambar tersebut. Aku akan mempunyai pijakan dalam menjalani hidup sebagai perempuan, istri, dan ibu yang bahagia.  


Gak berhasil diisi semua heuheu. Diisi seadanya seperti itu aja udah bingung.  Mungkin aku udah cukup bersyukur #tepak. Mungkin juga sebenarnya bingung dan gabut harus isi apa. Ya, setidaknya walaupun gak terisi semua, yang penting ada pijakan dan jelas arah tujuannya. Nanti kalau ada sesuatu untuk perubahan ditambah lagi, dah. 

Jika dilihat dari hasil lacakan gambar di atas, seharusnya gak ada masalah dengan cuci-mencuci. Padahal masalah percucian ini gak disebut di dalam alat pelacak tesebut.

Jadi, aku mah mengikuti apa yang disarankan oleh materi aja. Saran menurut pengertian aku, lho. Semoga aja maksud dari materi itu begitu. Tapi, setelah ditelaah dan dipikir-pikir, sepertinya secara tidak sadar aku telah melakukan hal yang sudah disampaikan dalam materi, deh. 

Begini. Rutinitas wajib setiap hari itu kan, mencuci, beberes rumah (ngepel, ngelap-ngelap), menyetrika, masak, cuci piring, dan hal berbau-bau urusan rumah. Terkadang aku tuh suka moodi-an gitu. Kalau rajinnya lagi mampir, mencuci itu bisa dilakukan pukul 5.30, lho. Hal yang luar biasa ini  buatku. Sebagai catatan, mencucinya itu manual alias pakai dua lengan dan sepuluh jari. Tapi kalau lagi gak rajin bukan malas yak. Cuma mengundurkan waktu pencucian aja. Beda lho sama malas #ngeles. Aku tuh bisa mencuci pukul sebelas atau habis lohor gitu.  Jadi, paginya ngapain, tuh? 

Ini dia, apa sebab hal yang disuka dan bisa tertulis di gambar atas. Hal pertama yang aku kerjakan adalah hal yang bisa membuat aku bahagia. Misalnya seperti pagi ini. Setrikaan gak numpuk-numpuk amat, sih. Tapi lumayan kalau tidak dikerjakan. Terlebih salah satu dari setrikaan tersebut, ada kemeja kerja yang akan dikenakan oleh suami. Daripada menyetrika cuma satu kemeja. Kan, sayang listrik dan tenaga.  Alhasil, sehabis subuhan, main mobil-mobilan, deh. Tapi, hati senang, lho #seriusan. 
Dua jam setengah selesai sudah tumpukan setrikaan di dalam keranjang. 

Mencucinya bagaimana? Mundurlah waktunya. Sambil istirahat sebelum waktu mencuci yang belum ditentukan. Mengerjakan tugas Buncek ini dulu.  Ini juga kan merupakan salah satu hal yang disuka, yaitu menulis. Pekerjaan menulis membuat diriku bahagia. Kalau hati bahagia, nanti pas saatnya mencuci, gak bakal jadi beban. Soalnya hati sudah diiisi bunga-bunga. #lebaydikit

Fleksibel aja buat semua pekerjaan wajib itu. Judulnya dalam waktu satu hari, sebelum pukul lima sore.  Pekerjaan wajib terselesaikan. Hal yang membahagiakan juga dapet. 

Nah, dibawah ini adalah pekerjaan yang membuat hati bahagia.  


Lacak diri selesai, untuk saat ini. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institu





Desember 16, 2019 No komentar
Foto: koleksi pribadi

Mencuci adalah kegiatan seluruh ibu rumah tangga di dunia. Tidak pernah absen untuk meninggalkan kegiatan utama ini. Biar malas, tetap harus dikerjakan (catatan: pengecualian buat yang punya duit. Dia bisa numpang laundry buat nyuci pakaian).

Seumur-umur saya mencuci. Tidak pernah tuh, memerhatikan secara detail peralatan yang dipakai. Baru kali ini setelah ada tantangan dari Bunsay#6. Saya melototin alat tempur mencuci. La wong, tugasnya mendapatkan hal yang berbau matematika di kehidupan keseharian. Akhirnya mata saya harus bersikap “awas” dimana saya berada.

Gambar di atas adalah alat tempur mencuci yang menurut saya terdapat unsur matematika. Yaitu mengenal bentuk. Ember hitam yang berbentuk bulat, ember putih yang berbentuk tabung, penggilasan yang berbentuk persegi panjang, dan gayung yang berbentuk hati.

Nah, tidak sampai di situ. Dari bentuk-bentuk yang didapat tersebut. Saya juga bisa mendapati rumus untuk volume, rumus menghitung luas lingkaran.

Rumus volume untuk tabung:

Foto: wikihow

V = πr2t, dimana V adalah volume, r adalah radius lingkaran dasarnya, t adalah tingginya, dan π merupakan nilai pi yang selalu konstan.

Rumus luas lingkaran:

www.menghitung.com/rumus-menghitung-luas-lingkaran/#

Untuk mencari Luas suatu bangun lingkaran kita dapat menggunakan rumus berikut ini: Ï€ × r².

Sedangkan untuk rumus Keliling Lingkaran, adalah sebagai berikut:

Keliling = Ï€ × d

Atau bisa juga menggunakan rumus keliling = 2 × Ï€ × r.

Sedangkan rumus diameter lingkaran adalah sebagai berikut: Diameter = 2 × r.

Keterangan:
Ï€ = phi = 22/7 atau 3,14
d = diameter, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m)
r = jari-jari, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m).


Rumus luas dan keliling persegi panjang

belajarmatematikaonline.com/rumus-untuk-mencari-luas-dan-keliling-persegi-panjang/

Luas = p x l
Keliling = 2 x ( p + l )

Ket :
p = panjang
l = lebar


Tuh kan, akhirnya saya bisa me-refresh pelajaran yang sudah berpuluh-puluh tahun lewat alias zaman muda heuheu.

Terima kasih bunsay#4 untuk tantangannya.

#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic





Februari 10, 2019 No komentar
Foto: Perempatan Mesjid Al Azhar Bekasi

Agenda Sabtu ini, 9/02/19 adalah rapat proker Rumlit (rumbel literasi). Kami tim pengurus akan membahasnya di Masjid Al Azhar Summarecon Bekasi pukul 10.

Saya adalah orang pertama dari tim yang berjumlah tiga orang, tiba di lokasi. Terus terang ini adalah kali pertama saya datang ke Masjid Al Azhar.

Saya berpikir bahwa saya salah lokasi. Mungkin ada mesjid Al Azhar yang lain. Ojol yang saya tumpangi mengantarkan saya sampai pelataran masjid. Janur di pintu masuk mesjid, meja tamu di pintu masuknya, orang-orang berseragam batik dan kebaya. Meyakinkan saya bahwa saya tidak bisa menuju lantai dua seperti yang dikatakan Mbak C. Mbak C meminta saya untuk menunggu di sana.

Malu eung untuk bertanya. Jadi saya memutuskan untuk mengelilingi masjid. Barangkali ada pintu masuk lain. Ternyata yang saya temui adalah dapur. Dimana pos makanan hajatan ditempati.

Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu teman-teman yang lain di luar masjid. Saya duduk di tembok luar masjid pinggir jalan. Memerhatikan kendaraan yang lalu lalang.

Mubazir. Itu yang ada dipikiran saya. Lebih baik saya mengerjakan tugas bunsay aja deh. Menunggu sambil menulis tugas. Kebetulan di depan saya ada pembatas jalan. Bisa kan dijadikan tema untuk I love math heuheu

Pembatas jalan dengan warna orange dan kuning itu dipasang di perempatan jalan. Menurut perkiraan saya. Panjang setiap pembatas itu kira-kira satu meter. Total jumlah keseluruhan pembatas tersebut tiga belas buah. Kalau dijumlahkan:13 x 1mtr = 13 mtr.
Jadi lebar jalan itu kira-kira 13 mtr.

Meski pembatas paling ujung tidak lurus seperti pembatas lainnya. Tapi jarak antar tiap pembatas bisa dijadikan tambahan hitungan untuk kemiringan pembatas ujung itu.

#Harike2
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


Februari 09, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (15)
    • ▼  Oktober (2)
      • Ketika Passion Mengajak Lebih Jauh Melangkah
      • Pemilihan Walikota Hexagon City Dimulai
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose