facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

CeritaDesi




Ada yang berbeda dalam penyampaian dongeng tadi malam.  Setelah Ibu Septi (founder IIP)  menyampaikan pembuka dongeng materi kedua. Dongeng dilanjutkan oleh seorang anak muda millenial yang mengerti kebutuhan emak-emak yang banyak bingung dalam belajar (kalau bingung ceritanya, kudu intip postingan sebelumnya heuheu).

Siapa sih anak muda yang mengguncang dunia per-emak-an ini?  Anak muda tersebut bernama Pandu  Kartika Putra. Beliau adalah seorang Direktur Eksekutif Jabar Digital Service. Menurut dongeng yang disampaikan Pak Pandu ini, materi tersebut adalah objek penelitiannya.

Apa sih nama materi yang disampaikannya itu?

Nama materinya adalah...  Metakognisi.

Ya, sebagai emak gaptek bin kudet ini, bingunglah dengar nama metakognisi ini. Dan setelah mendengar pejabarannya, makin terkesima, deh. Secara si Metakognisi itu bakal memudahkan cara belajar mamak gaptek yang banyak maunya ini.

Apa itu metakognitif ?

Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi. Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta (creating) sesuatu sesuai dengan kemampuan siswa. (sumber: wikipedia) 

Setelah materi pertama dimana emak harus menemukan keterampilan yang disuka dan bisa alias mencari telur hijau. Di materi kedua ini, emak kudu mengerucutkan aktivitas yang disukai dan bisa tersebut ke dalam kelompok empat kuadran gambar di atas.  


Emak harus memilah dan memilih mana aktivitas yang membuat mata emak berbinar bagai bintang kejora yang menghias langit malam. 


Setelah merenung dan tepekur beberapa lama dengan menatap telur-telur hijau. Akhirnya didapatlah seperti ini.  




Ternyata keperluan mendesak emak banyak juga. #lapkeringet. 

Selanjutnya adalah menemukan keterampilan dan menempatkan pada bagan di bawah ini. 


Sebenarnya keinginan emak banyak. Seandainya bertanam dan quilting bisa masuk ke dalam telur-telur merah, pasti bahagia sangat. Tapi, demi kemaksimalan belajar dan penguasaan bidang yang sangat penting dan mendesak. Lima juga sudah cukup banyak, kok. Kayak yang punya waktu banyak aja buat belajar #gayalebay. 

Semangat belajar! Semangat bahagia! Pasti bisa! 


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#instituteibuprofesional





Desember 22, 2019 No komentar

Ini adalah alat pelacak kekuatan diri. Jika aku menempatkan diri sesuai dengan alat melalui gambar tersebut. Aku akan mempunyai pijakan dalam menjalani hidup sebagai perempuan, istri, dan ibu yang bahagia.  


Gak berhasil diisi semua heuheu. Diisi seadanya seperti itu aja udah bingung.  Mungkin aku udah cukup bersyukur #tepak. Mungkin juga sebenarnya bingung dan gabut harus isi apa. Ya, setidaknya walaupun gak terisi semua, yang penting ada pijakan dan jelas arah tujuannya. Nanti kalau ada sesuatu untuk perubahan ditambah lagi, dah. 

Jika dilihat dari hasil lacakan gambar di atas, seharusnya gak ada masalah dengan cuci-mencuci. Padahal masalah percucian ini gak disebut di dalam alat pelacak tesebut.

Jadi, aku mah mengikuti apa yang disarankan oleh materi aja. Saran menurut pengertian aku, lho. Semoga aja maksud dari materi itu begitu. Tapi, setelah ditelaah dan dipikir-pikir, sepertinya secara tidak sadar aku telah melakukan hal yang sudah disampaikan dalam materi, deh. 

Begini. Rutinitas wajib setiap hari itu kan, mencuci, beberes rumah (ngepel, ngelap-ngelap), menyetrika, masak, cuci piring, dan hal berbau-bau urusan rumah. Terkadang aku tuh suka moodi-an gitu. Kalau rajinnya lagi mampir, mencuci itu bisa dilakukan pukul 5.30, lho. Hal yang luar biasa ini  buatku. Sebagai catatan, mencucinya itu manual alias pakai dua lengan dan sepuluh jari. Tapi kalau lagi gak rajin bukan malas yak. Cuma mengundurkan waktu pencucian aja. Beda lho sama malas #ngeles. Aku tuh bisa mencuci pukul sebelas atau habis lohor gitu.  Jadi, paginya ngapain, tuh? 

Ini dia, apa sebab hal yang disuka dan bisa tertulis di gambar atas. Hal pertama yang aku kerjakan adalah hal yang bisa membuat aku bahagia. Misalnya seperti pagi ini. Setrikaan gak numpuk-numpuk amat, sih. Tapi lumayan kalau tidak dikerjakan. Terlebih salah satu dari setrikaan tersebut, ada kemeja kerja yang akan dikenakan oleh suami. Daripada menyetrika cuma satu kemeja. Kan, sayang listrik dan tenaga.  Alhasil, sehabis subuhan, main mobil-mobilan, deh. Tapi, hati senang, lho #seriusan. 
Dua jam setengah selesai sudah tumpukan setrikaan di dalam keranjang. 

Mencucinya bagaimana? Mundurlah waktunya. Sambil istirahat sebelum waktu mencuci yang belum ditentukan. Mengerjakan tugas Buncek ini dulu.  Ini juga kan merupakan salah satu hal yang disuka, yaitu menulis. Pekerjaan menulis membuat diriku bahagia. Kalau hati bahagia, nanti pas saatnya mencuci, gak bakal jadi beban. Soalnya hati sudah diiisi bunga-bunga. #lebaydikit

Fleksibel aja buat semua pekerjaan wajib itu. Judulnya dalam waktu satu hari, sebelum pukul lima sore.  Pekerjaan wajib terselesaikan. Hal yang membahagiakan juga dapet. 

Nah, dibawah ini adalah pekerjaan yang membuat hati bahagia.  


Lacak diri selesai, untuk saat ini. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institu





Desember 16, 2019 No komentar
Foto: koleksi pribadi

Mencuci adalah kegiatan seluruh ibu rumah tangga di dunia. Tidak pernah absen untuk meninggalkan kegiatan utama ini. Biar malas, tetap harus dikerjakan (catatan: pengecualian buat yang punya duit. Dia bisa numpang laundry buat nyuci pakaian).

Seumur-umur saya mencuci. Tidak pernah tuh, memerhatikan secara detail peralatan yang dipakai. Baru kali ini setelah ada tantangan dari Bunsay#6. Saya melototin alat tempur mencuci. La wong, tugasnya mendapatkan hal yang berbau matematika di kehidupan keseharian. Akhirnya mata saya harus bersikap “awas” dimana saya berada.

Gambar di atas adalah alat tempur mencuci yang menurut saya terdapat unsur matematika. Yaitu mengenal bentuk. Ember hitam yang berbentuk bulat, ember putih yang berbentuk tabung, penggilasan yang berbentuk persegi panjang, dan gayung yang berbentuk hati.

Nah, tidak sampai di situ. Dari bentuk-bentuk yang didapat tersebut. Saya juga bisa mendapati rumus untuk volume, rumus menghitung luas lingkaran.

Rumus volume untuk tabung:

Foto: wikihow

V = πr2t, dimana V adalah volume, r adalah radius lingkaran dasarnya, t adalah tingginya, dan π merupakan nilai pi yang selalu konstan.

Rumus luas lingkaran:

www.menghitung.com/rumus-menghitung-luas-lingkaran/#

Untuk mencari Luas suatu bangun lingkaran kita dapat menggunakan rumus berikut ini: Ï€ × r².

Sedangkan untuk rumus Keliling Lingkaran, adalah sebagai berikut:

Keliling = Ï€ × d

Atau bisa juga menggunakan rumus keliling = 2 × Ï€ × r.

Sedangkan rumus diameter lingkaran adalah sebagai berikut: Diameter = 2 × r.

Keterangan:
Ï€ = phi = 22/7 atau 3,14
d = diameter, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m)
r = jari-jari, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m).


Rumus luas dan keliling persegi panjang

belajarmatematikaonline.com/rumus-untuk-mencari-luas-dan-keliling-persegi-panjang/

Luas = p x l
Keliling = 2 x ( p + l )

Ket :
p = panjang
l = lebar


Tuh kan, akhirnya saya bisa me-refresh pelajaran yang sudah berpuluh-puluh tahun lewat alias zaman muda heuheu.

Terima kasih bunsay#4 untuk tantangannya.

#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic





Februari 10, 2019 No komentar
Foto: Perempatan Mesjid Al Azhar Bekasi

Agenda Sabtu ini, 9/02/19 adalah rapat proker Rumlit (rumbel literasi). Kami tim pengurus akan membahasnya di Masjid Al Azhar Summarecon Bekasi pukul 10.

Saya adalah orang pertama dari tim yang berjumlah tiga orang, tiba di lokasi. Terus terang ini adalah kali pertama saya datang ke Masjid Al Azhar.

Saya berpikir bahwa saya salah lokasi. Mungkin ada mesjid Al Azhar yang lain. Ojol yang saya tumpangi mengantarkan saya sampai pelataran masjid. Janur di pintu masuk mesjid, meja tamu di pintu masuknya, orang-orang berseragam batik dan kebaya. Meyakinkan saya bahwa saya tidak bisa menuju lantai dua seperti yang dikatakan Mbak C. Mbak C meminta saya untuk menunggu di sana.

Malu eung untuk bertanya. Jadi saya memutuskan untuk mengelilingi masjid. Barangkali ada pintu masuk lain. Ternyata yang saya temui adalah dapur. Dimana pos makanan hajatan ditempati.

Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu teman-teman yang lain di luar masjid. Saya duduk di tembok luar masjid pinggir jalan. Memerhatikan kendaraan yang lalu lalang.

Mubazir. Itu yang ada dipikiran saya. Lebih baik saya mengerjakan tugas bunsay aja deh. Menunggu sambil menulis tugas. Kebetulan di depan saya ada pembatas jalan. Bisa kan dijadikan tema untuk I love math heuheu

Pembatas jalan dengan warna orange dan kuning itu dipasang di perempatan jalan. Menurut perkiraan saya. Panjang setiap pembatas itu kira-kira satu meter. Total jumlah keseluruhan pembatas tersebut tiga belas buah. Kalau dijumlahkan:13 x 1mtr = 13 mtr.
Jadi lebar jalan itu kira-kira 13 mtr.

Meski pembatas paling ujung tidak lurus seperti pembatas lainnya. Tapi jarak antar tiap pembatas bisa dijadikan tambahan hitungan untuk kemiringan pembatas ujung itu.

#Harike2
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


Februari 09, 2019 No komentar


  Lokasi: Saung Kebalen

Bukan emak-emak kalau enggak bisa bikin acara heboh #menurutsaya heuheu

Setelah bulan lalu diundang soft launching restoran yang dikelola suami Ummi (guru ngaji) di Puncak Pass. Lokasi tepat restorannya di depan Taman Bunga Nusantara.

Kemarin Kamis, 9/02/19. Kami emak-emak tahsin yang berjumlah dua belas orang. Mewujudkan rencana yang sudah dibuat dua minggu yang lalu untuk merayakan hari jadi tahsin. Tahsin tidak terasa sudah berjalan satu tahun. Nah, kami ingin merayakan hari jadi ceritanya.

Jadilah kami ber-10 orang pergi ke Saung Kebalen, Babelan. Eh, sebelas orang dengan Ummi, deng. Dua orang lagi berhalangan bergabung.

Salah satu dari kami membawa kendaraan sendiri. Ummi, anaknya, teman dan anaknya menumpang mobil salah satu dari kami tersebut. Maklum dia membawa dua balita, sehingga diperlukan bantuan ibunya yang diikursertakan.

Nah, dari jumlah kami ber-11 orang ini akhirnya diputuskan menggunakan ojol mobil. Sehingga pembagiannya menjadi:

2 orang dewasa + 2 orang anak kecil menumpang mobil teman.

Ini artinya 11 orang - 3 orang = 8 orang

4 orang dewasa + 1 balita = 1 mobil

4 orang dewasa + 1 balita = 1 mobil

Total 11 orang.

Cuzz lah akhirnya kami pergi bersenang-senang dengan judul 1st anniversary tahsin emak-emak Citra.

Semoga kami selalu kompak dalam hal kebaikkan. Aamiiin.

#Harike1
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


  

Februari 08, 2019 No komentar


Mencoba melanjutkan membaca buku You Can Be Happy. Cuma dapat beberapa halaman saja hari ini.

Kata yang di dalam buku, kalau mau bahagia harus mempunyai relationship (menjalin hubungan). Hubungan dengan teman, tetangga, keluarga. Kalau dalam ajaran agama saya mah namanya menjalin tali silaturahim.

Iya juga sih. Makin banyak teman yang kita miliki berarti kita semakin bahagia. Bertemu teman dan lingkungan baru adalah hal yang menyenangkan. Begitu pula dengan menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Terlebih bila kakak dan adik kita masing-masing sudah berkeluarga. Berkumpul beserta para keponakan rasanya tentu luar biasa bahagia.

Maaf, kali ini pun tanpa ngobrol lagi dengan suami. Doi lebih asyik membaca berita dari gawainya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day10
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First

Januari 21, 2019 No komentar

Ternyata saya tidak bisa menulis tanpa membaca terlebih dahulu. Alhasil saya membaca beberapa halaman sebelum akhirnya merangkai kata di sini.

Hari yang melelahkan. Beberapa tulisan belum digarap. Masih mencari ide sebetulnya. Padahal DL sebentar lagi menghampiri.

Saya mau melanjutkan tulisan tentang buku yang sedang dibaca mau empat hari ini. You Can Be Happy sudah menyelesaikan bab tiga.

Maaf, saya nggak ngobrolin buku ini lagi dengan suami. Dia tetep bergeming kalau persoalan buku. Sepertinya berita di medsos lebih seru dibanding buku. Sudahlah #kibastangan

Bab tiga tambah seru topiknya. Untuk meraih kebahagiaan kita harus mengubah pola tidur. Maksudnya adalah kita harus memiliki tidur yang berkualitas. Jumlah jam yang cukup yaitu delapan jam. Di sini juga dijelaskan mengatasi kesulitan tidur atau insomnia.

Besok dilanjutin lagi yak bacanya. Hari terakhir tantangan dari game level 5 ini. Kemungkinan nggak kelar sih bacanya. Tapi tenang, saya bakal nyelesein baca, kok. Dan akan di review di IG @dnoviany. Doain yak yak para pembaca. Doain saya supaya menang lawan Mr. Alasan. Jadi bisa posting di IG deh. Heuheu

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day9
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 20, 2019 No komentar

Hari ini enggak baca buku lanjutan You Can Be Happy. Hari ini baca beberapa artikel tentang jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ceritanya mau mengisi e-bulletin IP Bekasi. Ini pertama kali buat saya, lho.

Sebenarnya sih, udah lama kepingin banget bisa berpartisipasi mengisi di e-bulletin. Tapi seringnya enggak PD. Dan akhirnya di awal tahun 2019 ini, saya mulai memberanikan diri untuk menulis artikel perdana. Habis kalau enggak dimulai-mulai, kapan bisa ada perbaikan dalam menulis. Ya enggak? Heuheu

Untuk menulis satu artikel. Saya membaca 4-5 artikel yang topiknya sama. Biar ada gambaran kalimat yang bakal ditulis. Biar nanti pas menulis, kalimatnya enggak sama dengan artikel-artikel tersebut. Juga biar dapat penjelasan lebih rinci dari tokoh yang dimaksud.

Biasa setiap menulis selalu bilang dulu sama suami. Biar dia tahu kalau istrinya lagi menulis tugas. Eh, seperti biasa. Tanggapannya seperti biasa, BIASA aja. Tanpa ekspresi pula. Ya sudahlah. Baiklah kalau begitu, yang penting enggak melarang hobi saya aja.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day8
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*


Januari 19, 2019 No komentar

Setoran hari ke-7 melanjutkan bacaan You Can Be Happy. Hari ini berhasil melewati satu bab dan sedang memasuki bab dua.

Ngobrol buku ini sama suami? Lumayan susah. Dia nggak tertarik dengan buku yang dibaca oleh saya. Dia sudah terbiasa melihat saya baca. Tapi kalau saya mau mulai berdiskusi tentang buku yang dibaca. Responnya nggak seperti yang diharapkan.

Mungkin saya akan mencoba dengan cara~memperlihatkan hasil tulisan ini dengan memberikan link blog. Kita lihat nanti hasilnya bagaimana.

Ada apa sih di bab 2 buku ini? Di bab dua ini membahas bagaimana kita berkomitmen pada kebahagiaan. Saya suka kutipan:
Jika kita mampu menunjukkan motivasi kita untuk menjadi lebih bahagia, kita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapainya.
Salah satu cara motivasi tersebut adalah dengan menghadirkan sosok inspirasi, teladan, dan contoh yang bisa mengilhami kita untuk menjadi orang yang kita inginkan.

Mungkin sebaiknya saya mulai mencari atau bahkan mungkin sudah ada tapi saya tidak menyadarinya. Baiklah malam ini sebelum tidur saya akan mulai merenung sebelum terlelap. Dan mendapatkan sosok tersebut.

Satu lagi kutipan dalam bab dua ini.
“Ketika dunia berkata, ‘Menyerahlah, ‘Harapan akan berbisik, ‘Cobalah sekali lagi.’”
-Anonim

Jadi saya harus bertahan untuk mencapai kebahagiaan. Harus terus melangkah meskipun kemajuan tersebut kadang terkesan lambat. Siapa lagi yang akan mendukung diri saya selain diri sendiri. Lingkungan hanyalah bagaimana kita memandangnya. Karena di dalam lingkungan selalu ada sisi positif dan negatif.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day7
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 18, 2019 No komentar

Untuk setoran tantangan hari ke-6 ini saya membaca Quran. Tepatnya surat Al Kahfi.

Pada saat pengajian yang saya hadiri di setiap hari Selasa. Umi menyarankan untuk membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat. Sedangkan saya terbiasa membacanya pada hari Jum'at siang setelah melaksanakan salat dzuhur.

Penasaranlah saya perbedaan membaca Al Kahfi pada malam Jumat dan hari Jumat. Apa mungkin ada perbedaan keutamaan pada dua waktu tersebut?

Jika merunut pada sejumlah dalil shahih tentang perintah dan keutamaan membaca surat Al Kahfi. Maka dalil shahih dari:

1. Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, disebutkan;
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum'at.

Tuh kan nggak ada bedanya membaca pada malam Jum'at dan hari jum'at. Cuma karena perbedaan penetapan waktu/hari saja. Malam Jum’at dalam islam itu diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Dengan begini, saya mah mungkin bacanya pas waktu ashar hari Kamis seperti biasa. Kan lebih cepat lebih baik. 😊

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day6
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

Januari 17, 2019 No komentar

Ganti bacaan lagi aja😋
Kalau siang baca buku fisik. Kalau malam baca buku online pinjam dari Ipusnas. Buku sebelumnya Men Don't Listen, Women can't Read The Map belum kelar dibaca, tapi harus hilang dari keranjang pinjaman. Maklum jumlah halaman kurang lebih 400 dan harus selesai dalam waktu tiga hari. Enggak sanggup 😢

Malam ini saya pinjam dari Ipusnas lagi. Jumlah halamannya 177. Semoga bisa selesai sebelum ditarik kembali secara otomatis oleh Ipusnas.

Bab pertama dari buku yang ditulis oleh Ahmad Fanani berjudul Tips Menjadi Pribadi Lebih Hebat berisi Tips Hemat.

Saya sudah membaca sampai dengan halaman 26, 49 poin tips berhemat. Dan belum selesai. Masih banyak poin yang belum dibaca.

Ada kutipan seru dari buku ini, lho. Saya tulis beberapa yang menurut saya seru dan bakal jadi inspirasi atau motivasi  buat teman-teman.

Ketidaksabaran tidak pernah mendatangkan kesuksesan. (Edwin H. Chapin)

Kutipan tersebut didapat dari tips berhemat tentang kesabaran. Yaitu kita harus bersabar saat sedang menabung. Jangan tergoda untuk menggunakannya sebelum target tabungan tercapai. Kalau misalnya kita mau membeli barang, maka kita harus menunggu saat toko mengadakan sale atau saat ada diskon.

Ada lagi yang saya suka.

Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek. (Charles Noble)

Kalau kutipan ini dari tips berhemat tentang Menetapkan Tujuan. Bahwa dalam menabung, kita harus menetapkan tujuan jangka pendek terlebih dahulu. Karena kesuksesan terwujudnya jangka pendek. Membuat kita semangat menabung yang pada akhirnya kita akan menuju tujuan jangka panjang.

Tuh gimana? Seru,kan? Ada sih rasa bangga sedikit dalam diri bahwa di antara sekian puluh tips yang belum selesai dibaca tersebut, saya sudah menjalankannya.

Intinya sih, kira wajib membuat rencana menabung, menganggarkan, mewujudkan rencana. Berhemat bukan ngirit yang ujungnya jadi pelit.

Nanti diterusin lagi yah bahasannya kalau sudah tambah halaman yang dibaca.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day5
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Januari 16, 2019 No komentar


Hari ke-6 tapi buat laporan hari ke-4. Dua hari kurang memanage waktu. Jadi enggak sempat menulis hasil kegiatan di hari itu. Tapi saya baca, lho, walaupun enggak banyak.

Di hari ke-6 ini saya membaca buku lain. Kalau yang sebelumnya membaca via online alias pinjam di Ipusnas. Sekarang saya membaca buku koleksi kakak lagi.

Hampir mirip dengan buku Pemulihan Jiwa 2 nya Dedy Santosa. Buku,You Can Be Happy oleh Profesor Daniel Freeman & Jason Freeman ini mengajak kita sebagai pembaca untuk bisa menemukan kebahagiaan.

Saya baru baca bab awal yang berisi panduan penggunaan buku. Biasa suka ngintip ke bagian tengah atau akhir halaman dari buku. Tapi kali ini sengaja enggak melakukan hal itu.
Biar penasaran.

Oh iyah, di buku ini bilang kalau ada empat indikator kebahagiaan:
  1. Kenikmatan (pleasure)
  2. Makna (meaning)
  3. Keterlibatan diri (engagement)
  4. Lebih sedikit emosi negatif

Dibahas juga mengapa alasan kita harus bahagia. Dan ada satu kalimat kutipan dari dari ilmuwan dan filsuf abad ke-17 Francis Bacon:”Uang itu seperti kotoran: yaitu ia tidak bermanfaat kecuali jika dibuang (disebarkan).”

Wuah, keren kan? Enggak usah dibahas maksudnya apa. Saya mah yakin teman-teman mengerti semua.

Di akhir bab awal ini, terdapat kuesioner The Warwick-Edinbugh Mental Wll-being Scale (WEMWBS). Kuesioner yang memuat sejumlah peryataan soal perasaan dan pikiran. Dan jawabannya harus dari perasaan kita selama dua minggu terakhir.

Semakin tinggi skor, maka semakin kita bahagia. Stt, saya sudah coba. Tapi enggak dikasih tahu, ah. Heuheu. Malu. Ternyata kebahagiaan saya…

Bacaan kali ini enggak ngajak suami buat diobrolin. Nanti aja kalau pas dia lagi santai. Kepingin lihat hasil kuesioner kalau dia yang ngisi. Apakah dia hidup bahagia bersama saya? Heuheu



#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*


Januari 15, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

Kelas Bunda Produktif

recent posts

Blog Archive

  • ►  2020 (15)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2019 (15)
    • ▼  Desember (2)
      • Inilah Aku
      • Melacak Aku
    • ►  Februari (3)
      • Peralatan Tempur Mencuci
      • Pembatas Jalan
      • 1st Anniversary Tahsin Citra
    • ►  Januari (10)
      • Masih Buku yang Sama #1
      • Masih Buku yang Sama (You Can Be Happy)
      • Biasa Saja
      • I Can Do It #day7
      • Surat Al Kahfi Baiknya Dibaca Malam Jum'at atau Ha...
      • Mengubah Diri
      • Bahagia Itu...
  • ►  2018 (130)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (25)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Desember (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose