Senin, 10 Februari 2020

Mencoba Masuk ke Keluarga Baru


Minggu ini masih berkelana di hutan pengetahuan. Dan masih menebas ilmu manajemen waktu yang ternyata nggak habis-habis. Padahal sudah dua minggu. Malahan anggota Keluarga Uluwatu (manajemen waktu) bertambah menjadi 500 dari yang asalnya 466. Ternyata eh ternyata, banyak juga yang butuh ilmu ini.

Dikarenakan turunan ilmu manajemen waktu ini lumayan banyak. Akhirnya dibuatlah keluarga kecil manajemen waktu, agar kami para anggota dapat fokus hanya pada salah satunya.  

Maklumlah ya, mamak² kan kerempongannya tidak terbatas. Termasuk mood yang turun naik alias sering berubah. Alhasil, manajemen waktu yang sudah dibuat pun cuma jadi wacana aja.

Nah, ini nih keluarga turunan Manajemen Waktu:

1.Bullet Journal
2.Manajemen konsistensi
3. Manajemen Waktu Dalam Islam 
4. Pomodoro 
5. Managemen Waktu Ibu Ranah Publik 
6. Managemen Waktu Ibu Ranah Domestik 
7. Perencanaan Proyek Keluarga 
8. Fokus dan Prioritas 
9. Kandang Waktu & To Do List
10. Aplikasi Gadget & Heat Map 

Tuh kan, beneran bingung mau masuk ke keluarga kecil yang mana. Rasanya kepingin nyemplung ke semua keluarga kecil yang diatas itu. Apadaya, kemampuan diri yang terbatas akan ilmu yang tidak terbatas ini harus dipaksa memilih. 

Dari ke-10 keluarga tersebut, akhirnya memilih keluarga Manajemen Konsistensi. 

Why memilih keluarga no. 2?

Hmm, kalau menurut aku sih, ya. Menurut pendapat sendiri lho ini, ya. Sebagus apapun rencana atau list yang dibuat, kalau inkonsisten, ya gak kelar juga kerjaannya. Jadi, menurutku kunci dari terealisasinya rencana adalah konsisten dan disiplin. 

Itulah kelemahan aku, sering konsisten dengan tidak kekonsistenan. Alhasil hasil kerjaan yang sudah direncanakan sering molor atau juga delay. 

Ilmu manajemen waktu yang diambil ini sebetulnya kan batu loncatan untuk mencapai  tujuan hidup. Dan meski petunjuk materi minggu ini boleh meninggalkan keluarga asal atau tetap tinggal sambil bergabung dengan keluarga lainnya. Tapi dengan catatan, kita bisa mengikutinya. 

Dengan pertimbangan dan mengukur diri. Akhirnya diputuskanlah untuk bergabung dengan keluarga Sastra Anak tanpa meninggalkan keluarga Uluwatu. Mencoba melangkah mencari ilmu yang memang sesuai dengan tujuan hidup

Ah, semoga penyerapan ilmu berjalan lancar. Kalau lancar, berarti nanti bisa nyemplung ke keluarga lain. Ya, nggak?  

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstituteIbuProfesional





Senin, 03 Februari 2020

Keluarga Baruku (Uluwatu)


Menentukan Keluarga


Nggak terasa sudah masuk meteri ketiga di kelas Buncek ini. Dan ada yang berbeda untuk minggu ketiga di kelas ulat sekarang.

Setelah sebelumnya berjalan dan mengambil apa yang dibutuhkan di Jungle of Knowledge. Sekarang saatnya menentukan apa yang benar-benar memang dibutuhkan. Yaitu menentukan keluarga yang akan mengayomi untuk bisa tumbuh besar sebelum akhirnya nanti lepas dan keluar rumah dengan bekal yang cukup (kupu-kupu).

Bukan hal mudah menentukan sebuah keluarga yang akan didiami. Karena begitu banyak keluarga yang menawarkan berbagai macam ilmu. Godaan begitu amat besar. Terlebih keluarga yang tersedia juga banyak sesuai mind map.

Berikut ini pilihan makanan utama/grup keluarga yang bisa dipilih:

1.  Agama
     Kepala Keluarga : Farahdiba Tangerang Kota
2.  Bahasa
     Kepala Keluarga : Ika Nurmaya Gresik
3.  Bermain Bersama Anak
     Kepala Keluarga : Raisa Dea Sukabumi
4.  Bisnis
     Kepala Keluarga : Ismi Novianti Lamongan
5.  Cooking
     Kepala Keluarga : Riyadlotus sholichah Gresik
6.  Counseling & Couching
     Kepala Keluarga : Titik Maryani Bogor
7.  Desain
     Kepala Keluarga : Kishartati Banten
8.  Driving
     Kepala Keluarga : Ratna Sari Dewi Bandung
9.  Entrepreneurship
     Kepala Keluarga :Dian Vijayanti Sidoarjo
10.Finansial
     Kepala Keluarga : Indah Pratiwi Bontara
11. Fotografi-videografi
      Kepala Keluarga : Rahmah Chemist Surabaya dan Madura
12. Gizi Anak
      Kepala Keluarga : Rani Apriyanti Sukabumi
13. Home Schooling
      Kepala Keluarga : Fitri Meilawati Bandung
14. Ilmu Pengetahuan Umum
      Kepala Keluarga : Eka Rizki Indriyani,
      Tangerang kota
15. Kecantikan
      Kepala Keluarga : Nimas Zahrotul Ayniyah
      Sidoarjo
16. Kerumahtanggaan (Bebenah, food
       preparation, kitchen)
       Kepala Keluarga : Esti Darmawati Gresik
17. Keterampilan
       Kepala Keluarga : Rowfi Fitriana  Sumut
18. Komunikasi
       Kepala Keluarga : Rasmi Widya Rani Bandung
19. Lainnya Kepala Keluarga : Asri Diana Kamilin Qoffal. Surabaya madura
20. Literasi
       Kepala Keluarga : Andriani Lestari Karawang
21. Manajemen
      Kepala Keluarga : Dewi Fitriana Tangerang Kota
22. Manajemen Belajar
      Kepala Keluarga : Husna Amalya Melati Kalimantan Barat
23. Manajemen Emosi
      Kepala Keluarga : Aisyah Fitriana Samkabar
24. Manajemen Gadget
      Kepala Keluarga : Linda Kurniawati Banyumas
25. Manajemen Ruhiyah & Ibadah
      Kepala Keluarga : Renny Oceanita Nasution Balikpapan
26. Manajemen Waktu
      Kepala Keluarga : Nur Laila Samkabar
27. MPASI dan Laktasi
      Kepala Keluarga : Ariyantika Wulandari Semarang
28. Parenting
      Kepala Keluarga : Tamia Dian Ayu Kalimantan Barat
29. Pecinta Alquran/tahsin/tahfidz
      Kepala Keluarga : Siti Rochmatuniyah Pekanbaru
30. Pendidikan (anak, abk, fitrah)
      Kepala Keluarga : Ivorie Rahiema Verandra Asyigah sidoarjo
31. Portofolio Anak
      Kepala Keluarga : Himmatul Mardliyah Sidoarjo
32. Public Speaking
      Kepala Keluarga : Imaniar Prastiwi Jember
33. Sastra
      Kepala Keluarga : Rian Andini Samkabar
34. Seni, olah raga, herbal dan Kesehatan
      Kepala Keluarga : Deasy Irawati Solo
35. Suistainable Living ( Berkebun, pilah sampah, komposting, zero waste)
      Kepala Keluarga : emiria letfiani Sidoarjo
36. Talent Mapping
       Kepala Keluarga : Rima Melanie Puspitasari Banyumas
37. Teknologi
      Kepala Keluarga : Andriyani Bekasi
38. Traveling
      Kepala Keluarga : Khotimatus Sa'diyah Tangerang selatan
39. Tutorial
      Kepala Keluarga : Yuanita Andhina Pacitan
40. Web-blog-SEO
      Kepala Keluarga : uminyaaltair-Palembang

Argh! Asli aku tuh kepingin banget bergabung dengan keluarga yang ada hubungannya dengan menulis. Seperti, Keluarga Literasi, Keluarga Sastra, dan Keluarga Web-SEO. Merekalah sebenarnya tujuan utama dalam mind mapping.

Nggak sampai disitu aja ternyata kegalauanku. Aku pun tertarik dengan Keluarga Bisnis dan Finansial. Asli, aku tuh semakin bingung.

Kupandangi dan kurenungi mind mapping yang telah dibuat. Kucoba untuk bernegosiasi dengan diri agar langkah awal yang diambil tetap sesuai dengan arahan mind map tersebut.

Keluarga Manajemen Waktu


Akhirnya aku bergabung dengan Keluarga Manajemen Waktu. Keluarga yang merupakan sebuah batu loncatan sebelum melangkah ke tujuan berikutnya. 

466 anggota keluarga sudah berkumpul dalam Keluarga Manajemen Waktu ini. Kebayang kan bagaimana ramainya bila separuh dari anggota keluarga ikut ngobrol. Aku mah sementara ini cuma bisa jadi pemantau alias SR (silent reader). Mencoba memahami obrolan mereka. Tapi, aku juga menyimpan beberapa catatan penting dari obrolan mereka itu. Seperti macam metode manajemen waktu yang baru aku tahu. 

Ternyata manajemen waktu itu luas juga. Apalagi teknik podomoro. Eeh, nggak tahunya salah sebut. Lah, yang aku tahu kan, podomoro itu nama real estate. Penulisan yang betul itu adalah pomodoro heuheu.

Ada juga teknik manajemen waktu heatmap dan bullet journal yang belum familiar di telingaku. Tapi tanggal 3-4 Pebruari ini, teknik-teknik tersebut akan dibahas. Ah, senangnya dapaf ilmu baru. 

Semoga keluarga baruku ini nanti dapat membawa langkah kakiku menuju tujuan akhir. Aamiiin. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstituteIbuProfesional






Sabtu, 18 Januari 2020

Manajemen Waktu



Bismillah. 
Ini adalah tugas bahagia bulan ke-2 kelas Buncek (Bunda Cekatan). Itu artinya tabel di atas adalah hasil dari materi pertama setelah tahap telur, yaitu ulat 

Itu tabel bukan sembarang dipejeng. Tapi, itu tabel didapat dari teman-teman sesama ulat. Itu, tuh, kolom yang "aku belajar tentang". 

Jadi ceritanya pada tahap ulat ini, kita berada di dalam hutan pengetahuan. Bahasa kerennya, Jungle of Knowledge. Kayaknya diri ini rela, deh,  kalau tersesat di hutan pengetahuan ini,  heuheu. 

Nah, terus kita diminta saling memberi makan, biar bisa hidup di hutan. Akhirnya, kita bawa makanan alias ilmu pengetahuan. Macam pot luck kalau ibu-ibu ngumpul, jadi bisa saling barter gitu. Seru, kan? 

Nah, ini potluck yang saya bawa sebagai bekal untuk teman-teman sesama ulat di dalam hutan. 



Dari sekian ratus daun di dalam hutan #ceritanya. Didapatlah beberapa daun (ilmu) yang dapat memenuhi kebutuhan saya sebagai ulat. Kebetulan ilmu yang dibutuhkan adalah tentang manajemen waktu. 

Beberapa ilmu yang disebutkan didalam tabel di atas tersebut (kolom aku belajar tentang) memiliki keterkaitan dengan lmu manajemen waktu (kolom aku ingin tahu tentang). 

Ternyata benar apa yang disampaikan ibu Septi, bahwa di dalam satu ilmu yang kita tuju, ilmu itu akan bercabang. Untung sudah buat peta. Kebayang deh kalau nggak punya peta. Bakal mampir ke daun-daun hijau dan segar lainnya. Ntar yang ada bakal lama sampai ke tujuan. Terus, selamanya bakal jadi ulat gitu? Ah, nggak enak banget nggak metamorfosis jadi kupu-kupu cantik. 

Sedangkan untuk kolom "aku tahu tentang" sebetulnya kurang PD, sih. Secara seandainya nanti dapat giliran berbagi ilmu, cuma bisa memberi apa yang sudah dipraktikan selama ini.  Gak ada panduan atau sumber buku. Maklum, sumber ilmu yang didapat adalah contoh dari ibu. Saya memerhatikan dan melihat, serta cerita bagaimana ibu mengatur keuangan rumah tangganya. Alhamdulillah bermanfaat sangat untuk kehidupan rumah tangga saya. 

Semangat belajar!! 

#janganlupabahagia
#jurnalmunggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch2
#buncekIIP
#instiuteibuprofesional






Senin, 13 Januari 2020

Memetakan Tujuan Hidup dan Menggapainya


                                    Foto: Mind Mapping

Ini hasil mind mapping yang dikerjakan pukul empat pagi. Dari semalam memang gak bisa tidur pulas. Ya, karena ini, mind mapping yang belum dibuat. Sudah dua hari ini ada tukang di rumah. Ditambah tugas lain yang harus juga selesai. Alhasil, jadilah mind mapping yang dikerjakan sebelum waktu subuh. 

Mind map ini adalah materi keempat dari kelas Buncek yang sudah berjalan empat minggu. Gak berasa udah pertemuan keempat aja. 

Pertama kali buat mind map rasanya amaz (amazing)  aja. Biasa buat mind map untuk kerangka menulis. Sekarang buat mind map alias peta untuk mencapai dan meraih tujuan hidup. 

Seru juga ternyata menuliskan tujuan hidup dan detail ilmu yang harus dipelajari. Kalau gak dibuat serius seperti ini, bakal banyak ilmu yang pingin dikuasai. Jangan sampai kayak kera, maruk. 

Seperti ucapan Ibu Septi (founder IIP), jangan banyak-banyak menentukan ilmu yang bakal dipelajari. Secara yang ada nanti berantakan semua rencana. Karena setiap ilmu itu bercabang seiring berjalannya waktu pada saat kita mempelajarinya. Maksud hati ingin menguasai beberapa ilmu biar pintar. Eeh, malah keblinger. 

Fokus satu ilmu dulu. Kuasai sampai pintar. Baru deh lanjut ngelmu baru lagi. 

Lah, itu mind map di atas tertulis dua ilmu? Heuheu. Tenang, insha Allah sambil jalan bisa melakukan keduanya. Jadi, nanti nge-craft sambil menulis. Kan, bisa jadi buku tutorial crafting. Ya nggak?  

Sekarang, diri ini berharap bakal konsisten dan disiplin untuk mengikuti mind map yang sudah dibuat. Jangan larak-lirik ilmu yang lain dulu. 

Semangat!! 

Hmm, Enaknya ditempel di dinding rumah sebelah mana, ya? 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbacth1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional

.

Selasa, 07 Januari 2020

Menemukan Aku


Pertemuan online ketiga kelas Buncek di FB yang disampaikan minggu lalu oleh Ibu Septi, adalah mengenai ilmu yang dibutuhkan sebagai penunjang keterampilan yang telah dipilih di telur hijau dan merah.

Tidak seperti di dua telur sebelumnya, yaitu hijau dan merah yang diisi penuh. Maka di telur oranye ini hanya diisi satu saja. Secara ilmu yang akan didalami itu pastinya akan merembet ke ilmu-ilmu yang lainnya.


Salah satu ilmu yang paling penting untuk dipelajari adalah ilmu mengatur waktu. Karena salah satu hal yang paling menunjang untuk melakukan aktivitas passion adalah kerapihan rumah. Kalau rumah rapih, cucian beres, gosokan gak menumpuk, kegiatan passion bakal fokus dikerjakannya.

Tapi dari itu semua konsisten dan di siplin adalah hal terpenting. Semoga tabel-tabel lucu di atas dapat mengikat diri agar tidak keluar dari janji diri. Aamiin.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#instituteibuprofesional


Minggu, 22 Desember 2019

Inilah Aku




Ada yang berbeda dalam penyampaian dongeng tadi malam.  Setelah Ibu Septi (founder IIP)  menyampaikan pembuka dongeng materi kedua. Dongeng dilanjutkan oleh seorang anak muda millenial yang mengerti kebutuhan emak-emak yang banyak bingung dalam belajar (kalau bingung ceritanya, kudu intip postingan sebelumnya heuheu).

Siapa sih anak muda yang mengguncang dunia per-emak-an ini?  Anak muda tersebut bernama Pandu  Kartika Putra. Beliau adalah seorang Direktur Eksekutif Jabar Digital Service. Menurut dongeng yang disampaikan Pak Pandu ini, materi tersebut adalah objek penelitiannya.

Apa sih nama materi yang disampaikannya itu?

Nama materinya adalah...  Metakognisi.

Ya, sebagai emak gaptek bin kudet ini, bingunglah dengar nama metakognisi ini. Dan setelah mendengar pejabarannya, makin terkesima, deh. Secara si Metakognisi itu bakal memudahkan cara belajar mamak gaptek yang banyak maunya ini.

Apa itu metakognitif ?

Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatanpemahamanterapananalisis dan sintetis dan evaluasi. Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta (creating) sesuatu sesuai dengan kemampuan siswa. (sumber: wikipedia) 

Setelah materi pertama dimana emak harus menemukan keterampilan yang disuka dan bisa alias mencari telur hijau. Di materi kedua ini, emak kudu mengerucutkan aktivitas yang disukai dan bisa tersebut ke dalam kelompok empat kuadran gambar di atas.  


Emak harus memilah dan memilih mana aktivitas yang membuat mata emak berbinar bagai bintang kejora yang menghias langit malam. 


Setelah merenung dan tepekur beberapa lama dengan menatap telur-telur hijau. Akhirnya didapatlah seperti ini.  




Ternyata keperluan mendesak emak banyak juga. #lapkeringet. 

Selanjutnya adalah menemukan keterampilan dan menempatkan pada bagan di bawah ini. 


Sebenarnya keinginan emak banyak. Seandainya bertanam dan quilting bisa masuk ke dalam telur-telur merah, pasti bahagia sangat. Tapi, demi kemaksimalan belajar dan penguasaan bidang yang sangat penting dan mendesak. Lima juga sudah cukup banyak, kok. Kayak yang punya waktu banyak aja buat belajar #gayalebay. 

Semangat belajar! Semangat bahagia! Pasti bisa! 


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#instituteibuprofesional





Senin, 16 Desember 2019

Melacak Aku


Ini adalah alat pelacak kekuatan diri. Jika aku menempatkan diri sesuai dengan alat melalui gambar tersebut. Aku akan mempunyai pijakan dalam menjalani hidup sebagai perempuan, istri, dan ibu yang bahagia.  


Gak berhasil diisi semua heuheu. Diisi seadanya seperti itu aja udah bingung.  Mungkin aku udah cukup bersyukur #tepak. Mungkin juga sebenarnya bingung dan gabut harus isi apa. Ya, setidaknya walaupun gak terisi semua, yang penting ada pijakan dan jelas arah tujuannya. Nanti kalau ada sesuatu untuk perubahan ditambah lagi, dah. 

Jika dilihat dari hasil lacakan gambar di atas, seharusnya gak ada masalah dengan cuci-mencuci. Padahal masalah percucian ini gak disebut di dalam alat pelacak tesebut.

Jadi, aku mah mengikuti apa yang disarankan oleh materi aja. Saran menurut pengertian aku, lho. Semoga aja maksud dari materi itu begitu. Tapi, setelah ditelaah dan dipikir-pikir, sepertinya secara tidak sadar aku telah melakukan hal yang sudah disampaikan dalam materi, deh. 

Begini. Rutinitas wajib setiap hari itu kan, mencuci, beberes rumah (ngepel, ngelap-ngelap), menyetrika, masak, cuci piring, dan hal berbau-bau urusan rumah. Terkadang aku tuh suka moodi-an gitu. Kalau rajinnya lagi mampir, mencuci itu bisa dilakukan pukul 5.30, lho. Hal yang luar biasa ini  buatku. Sebagai catatan, mencucinya itu manual alias pakai dua lengan dan sepuluh jari. Tapi kalau lagi gak rajin bukan malas yak. Cuma mengundurkan waktu pencucian aja. Beda lho sama malas #ngeles. Aku tuh bisa mencuci pukul sebelas atau habis lohor gitu.  Jadi, paginya ngapain, tuh? 

Ini dia, apa sebab hal yang disuka dan bisa tertulis di gambar atas. Hal pertama yang aku kerjakan adalah hal yang bisa membuat aku bahagia. Misalnya seperti pagi ini. Setrikaan gak numpuk-numpuk amat, sih. Tapi lumayan kalau tidak dikerjakan. Terlebih salah satu dari setrikaan tersebut, ada kemeja kerja yang akan dikenakan oleh suami. Daripada menyetrika cuma satu kemeja. Kan, sayang listrik dan tenaga.  Alhasil, sehabis subuhan, main mobil-mobilan, deh. Tapi, hati senang, lho #seriusan. 
Dua jam setengah selesai sudah tumpukan setrikaan di dalam keranjang. 

Mencucinya bagaimana? Mundurlah waktunya. Sambil istirahat sebelum waktu mencuci yang belum ditentukan. Mengerjakan tugas Buncek ini dulu.  Ini juga kan merupakan salah satu hal yang disuka, yaitu menulis. Pekerjaan menulis membuat diriku bahagia. Kalau hati bahagia, nanti pas saatnya mencuci, gak bakal jadi beban. Soalnya hati sudah diiisi bunga-bunga. #lebaydikit

Fleksibel aja buat semua pekerjaan wajib itu. Judulnya dalam waktu satu hari, sebelum pukul lima sore.  Pekerjaan wajib terselesaikan. Hal yang membahagiakan juga dapet. 

Nah, dibawah ini adalah pekerjaan yang membuat hati bahagia.  


Lacak diri selesai, untuk saat ini. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institu