Minggu, 10 Februari 2019

Peralatan Tempur Mencuci

Foto: koleksi pribadi

Mencuci adalah kegiatan seluruh ibu rumah tangga di dunia. Tidak pernah absen untuk meninggalkan kegiatan utama ini. Biar malas, tetap harus dikerjakan (catatan: pengecualian buat yang punya duit. Dia bisa numpang laundry buat nyuci pakaian).

Seumur-umur saya mencuci. Tidak pernah tuh, memerhatikan secara detail peralatan yang dipakai. Baru kali ini setelah ada tantangan dari Bunsay#6. Saya melototin alat tempur mencuci. La wong, tugasnya mendapatkan hal yang berbau matematika di kehidupan keseharian. Akhirnya mata saya harus bersikap “awas” dimana saya berada.

Gambar di atas adalah alat tempur mencuci yang menurut saya terdapat unsur matematika. Yaitu mengenal bentuk. Ember hitam yang berbentuk bulat, ember putih yang berbentuk tabung, penggilasan yang berbentuk persegi panjang, dan gayung yang berbentuk hati.

Nah, tidak sampai di situ. Dari bentuk-bentuk yang didapat tersebut. Saya juga bisa mendapati rumus untuk volume, rumus menghitung luas lingkaran.

Rumus volume untuk tabung:

Foto: wikihow

V = πr2t, dimana V adalah volume, r adalah radius lingkaran dasarnya, t adalah tingginya, dan π merupakan nilai pi yang selalu konstan.

Rumus luas lingkaran:

www.menghitung.com/rumus-menghitung-luas-lingkaran/#

Untuk mencari Luas suatu bangun lingkaran kita dapat menggunakan rumus berikut ini: π × r².

Sedangkan untuk rumus Keliling Lingkaran, adalah sebagai berikut:

Keliling = π × d

Atau bisa juga menggunakan rumus keliling = 2 × π × r.

Sedangkan rumus diameter lingkaran adalah sebagai berikut: Diameter = 2 × r.

Keterangan:
π = phi = 22/7 atau 3,14
d = diameter, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m)
r = jari-jari, satuannya tergantung soal, biasanya menggunakan meter (m).


Rumus luas dan keliling persegi panjang

belajarmatematikaonline.com/rumus-untuk-mencari-luas-dan-keliling-persegi-panjang/

Luas = p x l
Keliling = 2 x ( p + l )

Ket :
p = panjang
l = lebar


Tuh kan, akhirnya saya bisa me-refresh pelajaran yang sudah berpuluh-puluh tahun lewat alias zaman muda heuheu.

Terima kasih bunsay#4 untuk tantangannya.

#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic





Sabtu, 09 Februari 2019

Pembatas Jalan

Foto: Perempatan Mesjid Al Azhar Bekasi

Agenda Sabtu ini, 9/02/19 adalah rapat proker Rumlit (rumbel literasi). Kami tim pengurus akan membahasnya di Masjid Al Azhar Summarecon Bekasi pukul 10.

Saya adalah orang pertama dari tim yang berjumlah tiga orang, tiba di lokasi. Terus terang ini adalah kali pertama saya datang ke Masjid Al Azhar.

Saya berpikir bahwa saya salah lokasi. Mungkin ada mesjid Al Azhar yang lain. Ojol yang saya tumpangi mengantarkan saya sampai pelataran masjid. Janur di pintu masuk mesjid, meja tamu di pintu masuknya, orang-orang berseragam batik dan kebaya. Meyakinkan saya bahwa saya tidak bisa menuju lantai dua seperti yang dikatakan Mbak C. Mbak C meminta saya untuk menunggu di sana.

Malu eung untuk bertanya. Jadi saya memutuskan untuk mengelilingi masjid. Barangkali ada pintu masuk lain. Ternyata yang saya temui adalah dapur. Dimana pos makanan hajatan ditempati.

Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu teman-teman yang lain di luar masjid. Saya duduk di tembok luar masjid pinggir jalan. Memerhatikan kendaraan yang lalu lalang.

Mubazir. Itu yang ada dipikiran saya. Lebih baik saya mengerjakan tugas bunsay aja deh. Menunggu sambil menulis tugas. Kebetulan di depan saya ada pembatas jalan. Bisa kan dijadikan tema untuk I love math heuheu

Pembatas jalan dengan warna orange dan kuning itu dipasang di perempatan jalan. Menurut perkiraan saya. Panjang setiap pembatas itu kira-kira satu meter. Total jumlah keseluruhan pembatas tersebut tiga belas buah. Kalau dijumlahkan:13 x 1mtr = 13 mtr.
Jadi lebar jalan itu kira-kira 13 mtr.

Meski pembatas paling ujung tidak lurus seperti pembatas lainnya. Tapi jarak antar tiap pembatas bisa dijadikan tambahan hitungan untuk kemiringan pembatas ujung itu.

#Harike2
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


Jumat, 08 Februari 2019

1st Anniversary Tahsin Citra



  Lokasi: Saung Kebalen

Bukan emak-emak kalau enggak bisa bikin acara heboh #menurutsaya heuheu

Setelah bulan lalu diundang soft launching restoran yang dikelola suami Ummi (guru ngaji) di Puncak Pass. Lokasi tepat restorannya di depan Taman Bunga Nusantara.

Kemarin Kamis, 9/02/19. Kami emak-emak tahsin yang berjumlah dua belas orang. Mewujudkan rencana yang sudah dibuat dua minggu yang lalu untuk merayakan hari jadi tahsin. Tahsin tidak terasa sudah berjalan satu tahun. Nah, kami ingin merayakan hari jadi ceritanya.

Jadilah kami ber-10 orang pergi ke Saung Kebalen, Babelan. Eh, sebelas orang dengan Ummi, deng. Dua orang lagi berhalangan bergabung.

Salah satu dari kami membawa kendaraan sendiri. Ummi, anaknya, teman dan anaknya menumpang mobil salah satu dari kami tersebut. Maklum dia membawa dua balita, sehingga diperlukan bantuan ibunya yang diikursertakan.

Nah, dari jumlah kami ber-11 orang ini akhirnya diputuskan menggunakan ojol mobil. Sehingga pembagiannya menjadi:

2 orang dewasa + 2 orang anak kecil menumpang mobil teman.

Ini artinya 11 orang - 3 orang = 8 orang

4 orang dewasa + 1 balita = 1 mobil

4 orang dewasa + 1 balita = 1 mobil

Total 11 orang.

Cuzz lah akhirnya kami pergi bersenang-senang dengan judul 1st anniversary tahsin emak-emak Citra.

Semoga kami selalu kompak dalam hal kebaikkan. Aamiiin.

#Harike1
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic


  

Senin, 21 Januari 2019

Masih Buku yang Sama #1



Mencoba melanjutkan membaca buku You Can Be Happy. Cuma dapat beberapa halaman saja hari ini.

Kata yang di dalam buku, kalau mau bahagia harus mempunyai relationship (menjalin hubungan). Hubungan dengan teman, tetangga, keluarga. Kalau dalam ajaran agama saya mah namanya menjalin tali silaturahim.

Iya juga sih. Makin banyak teman yang kita miliki berarti kita semakin bahagia. Bertemu teman dan lingkungan baru adalah hal yang menyenangkan. Begitu pula dengan menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Terlebih bila kakak dan adik kita masing-masing sudah berkeluarga. Berkumpul beserta para keponakan rasanya tentu luar biasa bahagia.

Maaf, kali ini pun tanpa ngobrol lagi dengan suami. Doi lebih asyik membaca berita dari gawainya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day10
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First

Minggu, 20 Januari 2019

Masih Buku yang Sama (You Can Be Happy)


Ternyata saya tidak bisa menulis tanpa membaca terlebih dahulu. Alhasil saya membaca beberapa halaman sebelum akhirnya merangkai kata di sini.

Hari yang melelahkan. Beberapa tulisan belum digarap. Masih mencari ide sebetulnya. Padahal DL sebentar lagi menghampiri.

Saya mau melanjutkan tulisan tentang buku yang sedang dibaca mau empat hari ini. You Can Be Happy sudah menyelesaikan bab tiga.

Maaf, saya nggak ngobrolin buku ini lagi dengan suami. Dia tetep bergeming kalau persoalan buku. Sepertinya berita di medsos lebih seru dibanding buku. Sudahlah #kibastangan

Bab tiga tambah seru topiknya. Untuk meraih kebahagiaan kita harus mengubah pola tidur. Maksudnya adalah kita harus memiliki tidur yang berkualitas. Jumlah jam yang cukup yaitu delapan jam. Di sini juga dijelaskan mengatasi kesulitan tidur atau insomnia.

Besok dilanjutin lagi yak bacanya. Hari terakhir tantangan dari game level 5 ini. Kemungkinan nggak kelar sih bacanya. Tapi tenang, saya bakal nyelesein baca, kok. Dan akan di review di IG @dnoviany. Doain yak yak para pembaca. Doain saya supaya menang lawan Mr. Alasan. Jadi bisa posting di IG deh. Heuheu

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day9
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*



Sabtu, 19 Januari 2019

Biasa Saja


Hari ini enggak baca buku lanjutan You Can Be Happy. Hari ini baca beberapa artikel tentang jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ceritanya mau mengisi e-bulletin IP Bekasi. Ini pertama kali buat saya, lho.

Sebenarnya sih, udah lama kepingin banget bisa berpartisipasi mengisi di e-bulletin. Tapi seringnya enggak PD. Dan akhirnya di awal tahun 2019 ini, saya mulai memberanikan diri untuk menulis artikel perdana. Habis kalau enggak dimulai-mulai, kapan bisa ada perbaikan dalam menulis. Ya enggak? Heuheu

Untuk menulis satu artikel. Saya membaca 4-5 artikel yang topiknya sama. Biar ada gambaran kalimat yang bakal ditulis. Biar nanti pas menulis, kalimatnya enggak sama dengan artikel-artikel tersebut. Juga biar dapat penjelasan lebih rinci dari tokoh yang dimaksud.

Biasa setiap menulis selalu bilang dulu sama suami. Biar dia tahu kalau istrinya lagi menulis tugas. Eh, seperti biasa. Tanggapannya seperti biasa, BIASA aja. Tanpa ekspresi pula. Ya sudahlah. Baiklah kalau begitu, yang penting enggak melarang hobi saya aja.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day8
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*


Jumat, 18 Januari 2019

I Can Do It #day7


Setoran hari ke-7 melanjutkan bacaan You Can Be Happy. Hari ini berhasil melewati satu bab dan sedang memasuki bab dua.

Ngobrol buku ini sama suami? Lumayan susah. Dia nggak tertarik dengan buku yang dibaca oleh saya. Dia sudah terbiasa melihat saya baca. Tapi kalau saya mau mulai berdiskusi tentang buku yang dibaca. Responnya nggak seperti yang diharapkan.

Mungkin saya akan mencoba dengan cara~memperlihatkan hasil tulisan ini dengan memberikan link blog. Kita lihat nanti hasilnya bagaimana.

Ada apa sih di bab 2 buku ini? Di bab dua ini membahas bagaimana kita berkomitmen pada kebahagiaan. Saya suka kutipan:
Jika kita mampu menunjukkan motivasi kita untuk menjadi lebih bahagia, kita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapainya.
Salah satu cara motivasi tersebut adalah dengan menghadirkan sosok inspirasi, teladan, dan contoh yang bisa mengilhami kita untuk menjadi orang yang kita inginkan.

Mungkin sebaiknya saya mulai mencari atau bahkan mungkin sudah ada tapi saya tidak menyadarinya. Baiklah malam ini sebelum tidur saya akan mulai merenung sebelum terlelap. Dan mendapatkan sosok tersebut.

Satu lagi kutipan dalam bab dua ini.
“Ketika dunia berkata, ‘Menyerahlah, ‘Harapan akan berbisik, ‘Cobalah sekali lagi.’”
-Anonim

Jadi saya harus bertahan untuk mencapai kebahagiaan. Harus terus melangkah meskipun kemajuan tersebut kadang terkesan lambat. Siapa lagi yang akan mendukung diri saya selain diri sendiri. Lingkungan hanyalah bagaimana kita memandangnya. Karena di dalam lingkungan selalu ada sisi positif dan negatif.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari#day7
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*